Perjuangan Perempuan Belarus Feminin, Demo, dan Penjara

Selama berbulan-bulan perempuan turun ke jalan di Minsk, Belarus, menuntut demokrasi, foto-foto demonstrasi dipamerkan di Lithuania
Gaya feminin (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Selama berbulan-bulan, perempuan turun ke jalan di Minsk, menuntut demokrasi. Sebuah pameran di Lithuania berjudul "Masa Depan Belarusia, Didorong oleh Perempuan" menampilkan foto-foto protes tersebut. Christine Lehnen menuliskannya untuk dw.com/id.

demo1Demo dengan bunga (Foto: dw.com/id)

Demo dengan bunga. Selama berbulan-bulan, perempuan di Belarus telah menuntut demokrasi dan pengunduran diri presiden Alexander Lukashenko. Nadia, wanita muda yang menatap mata polisi, menghabiskan 10 hari di penjara, menurut deskripsi gambar di pameran "Masa Depan Belarus, Didorong oleh Perempuan," di Vilnius, Lithuania.

demo2Gaya feminin (Foto: dw.com/id)

Gaya feminin. Banyak wanita memilih untuk menekankan feminitas mereka dalam pawai. Foto dalam pameran ini menunjukkan Anna (kiri) berusia 24 tahun, bersama dua remaja putri lainnya. Anna mengenakan gaun pengantin dan kerudung yang dikenakan ibunya saat menikah 26 tahun lalu. Lukashenko telah menjadi presiden Belarus selama seluruh periode itu. Foto itu diambil oleh fotografer Nadia Buzhan.

demo3300 penangkapan dalam satu hari (Foto: dw.com/id)

300 penangkapan dalam satu hari. Diambil pada 19 September 2020, foto ini menunjukkan polisi menangkap dan menyeret pengunjuk rasa. Museum di Vilnius mengatakan bahwa menurut kelompok hak asasi manusia, 300 orang ditangkap oleh polisi pada hari ini ketika "Woman's March" berlangsung.

demo4Tua dan muda (Foto: dw.com/id)

Tua dan muda. Terlepas dari penangkapan dan ancaman, wanita dari segala usia berpartisipasi dalam pawai. Mereka memakai warna putih dan merah, warna Belarus. Pasukan keamanan telah mengerahkan meriam air dan pentungan untuk melawan para pengunjuk rasa.

demo5Dibungkam? (Foto: dw.com/id)

Dibungkam? Museum MO di Vilnius menggelar pameran dengan tujuan mendukung gerakan demokrasi di negara tetangga. Dalam pernyataan persnya, Wali Kota Vilnius, Remigijus Simasius, mengatakan bahwa kota tersebut berfungsi sebagai "tempat berlindung" bagi warga Belarus.

demo6Suara dari eksil (Foto: dw.com/id)

Suara dari eksil. Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya mengirimkan kata-kata dukungannya. "Pameran ini didedikasikan untuk wanita dari Belarus. Kami memiliki tujuan yang sama: membawa kebebasan dan supremasi hukum kembali ke Belarus. Wanita berada di garis depan dalam perjuangan ini. Seperti banyak wanita lainnya, perjuangan ini adalah pertarungan pribadi untuk saya."

demo7Pameran terbuka saat lockdown (Foto: dw.com/id)

Pameran terbuka saat lockdown. Karyawan di museum MO Vilnius telah menemukan cara untuk menunjukkan gambar-gambar protes meskipun museum resminya tutup karena lockdown COVID. Foto-foto tersebut diproyeksikan di dinding luar museum sehingga semua orang dapat melihatnya.

demo8Ciuman demokrasi (Foto: dw.com/id)

Ciuman demokrasi. Semua foto diambil oleh jurnalis wanita Nadia Buzhan, Darya Burakina, Iryna Arakhouskaya, Volha Shukaila dan Viyaleta Sauchyts. Dengan cara ini, museum ingin fokus pada perempuan. "Wanita telah menjadi simbol protes damai di Belarus. Mereka dengan berani memprotes pemerintah patriarkal dan kekerasan." (vlz/hp)/dw.com/id. []

Berita terkait
Belarusia dan Rusia Tanggapi Ancaman Politik Eksternal
Belarusia dan Rusia dikabarkan siap bekerja sama menanggapi ancaman ekstrenal di tengah-tengah protes besar terhadap Presiden Belarusia
Nobel Alternatif untuk Belarus, Nikaragua, AS, dan Iran
Sebuah yayasan di Stockholm, Swedia, memberikan penghargaan disebut Nobel Alternatif kepada empat aktivis hak asasi manusia (HAM)
0
Lonjakan Covid-19 Malaysia Lockdown Sampai 14 Juni 2021
Bisnis ditutup selama dua minggu hingga 14 Juni 2021, saat Malaysia hadapi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran