UNTUK INDONESIA
Pegawai dan Narapidana, Gotong Royong Hidupkan Lapas
Sejumlah narapidana dengan pegawai kompak membersihkan puing sisa kebakaran di lapas Papua Barat. Hingga saat ini belum semua warga binaan kembali.
Narapidana Lapas sorong sedang bersihkan puing-puing sisa kebakaran kantor lapas. (Foto: Tagar/Dzul Ahmad).

Sorong - Sejumlah Narapidana dan pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Papua Barat, kompak membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang terjadi Rabu, 22 Agustus 2019.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Papua Barat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Barat, Elly Yuzar mengatakan pegawai dengan narapidana (napi) gotong royong, bangkitkan lapas pasca-tragedi itu.

“Hari ini Kita upaya operasional kantor sudah bisa dimaksimalkan. Lihat saja pegawai dan napi bekerja sama membersikan sisa kebakaran kemarin,” ujar Yuzar di Sorong, Rabu, 21 Agustus 2019.

Untuk sementara, lanjutnya, perbaikan diprioritaskan mengutamakan aliran listrik dan air untuk keperluan hidup sehari-hari di sana. Selain itu bahan makanan ia pastikan tetap terdistribusi untuk narapidana. Yuzar sangat menginginkan, semuanya dapat kembali seperti sedia kala.

Kepala lapas Papua Barat Elly YuzarKepala Divisi Permasyarakatan Papua Barat Kementrian Hukum dan HAM Papua Barat, Elly Yuzar. (Tagar/Dzul Ahmad).

“Pertama, makanan hari ini sudah mulai ada yang memberi, kedua masalah listrik terkait penerangan dan air, hari ini pun juga PLN mulai bekerja. Insya Allah bahan makanan, listrik, dan air yang menjadi objek vital sudah terpenuhi, sehingga kita bisa beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

Yuzar menampik, saat kebakaran terjadi, para narapidana risau akan keluarganya di rumah yang pada saat bersamaan, suasana Kota Sorong memang sedang mencekam pasca-peristiwa Malang dan Surabaya, pada Jumat, 16 Agustus kemarin.

“Ini dibuktikan setelah ketemu keluarganya dan kondisi aman di luar, sama-sama kita lihat satu persatu kembali ke dalam lapas,” kata dia.

Yuzar mengimbau kepada warga binaan lapas untuk pulang ke lapas, mengingat situasi saat ini sudah kondusif, sudah bisa menjalankan kehidupan seperti sedia kala.

“Saya tanyakan kepada mereka. Mereka cemas dengan keluarganya yang berada di luar. Itu manusiawi setelah aman baru (pulang lapas), bukan melarikan diri. Mereka cemas dengan kondisi keluarga. Ini yang saya pertanyakan kepada mereka,” tuturnya.

Untuk data narapidana yang sudah kembali ke lapas, ia belum bersedia merinci angkanya, karena hingga saat ini masih didata petugas. Perlu pihak Kepolisian untuk membantu pencarian napi yang belum kembali ke lapas.

“Sekitar 100 orang lebih mereka kembali. Jadi total itu masih belum pasti, karena mereka masih berdatangan menyerahkan diri. Kita tetap akan mengimbau untuk narapidana yang masih di luar, segera kembali ke lapas,” Yuzar berkata dengan tegas. []

Baca juga: Kontribusi Gus Dur Kepada Nama Papua

Berita terkait
GP Ansor Sebut Kerusuhan Papua Sengaja Didesain
GP Ansor menduga masalah yang berujung pada kericuhan yang melibatkan warga Papua merupakan hal yang sengaja di desain seseorang.
Papua Damai, Jika Masyarakat Indonesia Paham Persoalan
Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai masalah Papua tidak dapat diselesaikan secara instan.
Kepolisian Jamin Keamanan Warga Papua di Kudus
Kepolisian Kudus, Jawa Tengah, menjamin keamanan 23 warga Papua yang menempuh pendidikan tingkat SMA di Kabupaten Kudus.
0
Ikut Kemah, Pelajar Pematangsiantar Tewas di Danau Toba
Putri Sinambela, 16 tahun, seorang pelajar asal Kota Pematangsiantar ditemukan tewas di perairan Danau Toba.