UNTUK INDONESIA
Pecalang Bali, Ujung Tombak Warga Diam di Rumah
Pecalang atau polisi adat dikerahkan agar masyarakat tetap berada di rumah untuk memutus rantai pandemi Covid-19.
Pecalang di Bali berjaga untuk mensosialisasikan kepada warga untuk tetap berada di rumah agar memutus mata rantai pandemi Covid-19. (Foto: Tagar/Nila Sofianty)

Denpasar - Pasca Hari Raya Nyepi, kondisi Pulau Bali tak seperti biasanya yang kembali ramai. Tetapi kali ini, Bali tetap sepi akibat sejumlah upacara dalam rangkaian Nyepi ditiadakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. 

Sepinya kondisi Bali tak lepas dari kebijakan pemerintah yang meminta kepada warga untuk tetap di rumah agar memutus rantai pandemi Covid-19 atau virus corona

Saya dan teman-teman berkeliling terus memantau, semua warga relatif menyikapinya dengan bijak demi kebaikan kita semua tapi jika ada kondisi darurat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali beruntung memiliki polisi adat yakni pecalang yang bisa dikerahkan untuk mengimbau kepada warga tetap di rumah.Para polisi adat ini bersemangat keliling desa dan perumahan menyeleksi orang-orang masih ada di jalan-jalan. 

Bahkan di sejumlah ruas jalan para pecalang menutup akses untuk menyeleksi warga ingin lewat. Jika keadaan darurat dan warga yang memang harus keluar rumah baru diperbolehkan lewat.

Seperti terlihat di Jimbaran dan Nusa Dua, pecalang dilibatkan melakukan sosialisasi agar warga di rumah saja relatif cukup berhasil. Para pecalang sejak pagi sudah berkeliling melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak keluar rumah, termasuk tidak membuka warung atau toko di sepanjang jalan, di pasar dan tempat usaha lainnya.

Seorang koordinator pecalang, drh Dewa Hartanaya mengatakan bahwa imbauan kepada warga dari pemerintah pusat termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster agar menjaga jarak dan tetap tinggal di rumah setelah Hari Raya Nyepi harus didukung semua pihak.

"Saya dan teman-teman berkeliling terus memantau, semua warga relatif menyikapinya dengan bijak demi kebaikan kita semua tapi jika ada kondisi darurat," tuturnya.

Ia mengaku hanya beberapa orang yang diperbolehkan keluar, seperti orang sakit dan orang yang bekerja.

"Ada orang sakit masih diperbolehkan keluar atau beberapa warga terpaksa harus keluar untuk bekerja diperbolehkan dengan syarat tetap menjaga jarak masing-masing dan menjaga higienitas diri agar penyebaran virus bisa ditekan," kata Dewa.

Sementara itu di sejumlah titik menuju pantai Nusa Dua dan Pantai Kuta, sejumlah pecalang dan aparat kepolisian juga aparat keamanan lainnya nampak berjaga untuk menyeleksi warga hendak lewat dan melarang jika warga melakukan tradisi melukat, pembersihan diri di pantai.

Pantai Nusa yang berada di dalam lingkungan Kompleks Perhotelan Bintang Lima ITDC menjadi salah satu titik kumpul warga melakukan melukat mandi di pantai untuk membersihkan diri juga saat ini tak bisa diakses warga, hanya orang orang tertentu semisal karyawan hotel dan warga yang memiliki keperluan.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Bali Made Dewa Indra terus mengingatkan kepada warga untuk tetap berada di rumah hingga pandemi Covid-19 mereda.

"Hal ini sebagai upaya pencegahan paling efektif dengan cara membatasi aktivitas di luar rumah dan mengurangi interaksi dengan orang lain mengingat pada hari tersebut masyarakat Hindu Bali biasanya banyak yang melaksanakan kunjungan antar warga antar keluarga di wilayah lain dan ke tempat wisata," ujar Dewa Indra.

Meski membatasi kegiatan warga pasca Hari Raya Nyepi, tetapi pemerintah tetap mebuka operasional bandara dan pelabuhan. Selain itu, angkutan logistik tetap dipersilakan untuk beroperasi. []

Berita terkait
Libur Nyepi Usai, Pelabuhan Ketapang Kembali Dibuka
PT ASDP Ketapang Banyuwangi kembali membuka penyeberangan ke Pulau Bali pasca libur Hari Raya Nyepi.
Hari Raya Nyepi, Pemprov Bali Tiadakan Ngembak Geni
Sebelumnya Pemprov Bali juga sudah melarang adanya pengarakan ogoh-ogoh sebagai pencegahan pandemi virus corona saat Hari Raya Nyepi.
Libur Nyepi, Penyebrangan Ketapang Turun 75 Persen
PT ASDP Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memprediksi penurun jumlah penumpang saat momen Nyepi dikarenakan pandemi Covid-19.
0
Pecalang Bali, Ujung Tombak Warga Diam di Rumah
Pecalang atau polisi adat dikerahkan agar masyarakat tetap berada di rumah untuk memutus rantai pandemi Covid-19.