Yogyakarta - Paralakon adalah wadah kolaborasi musik, seni dan audiovisual. Karya-karyanya punya idealisme yang kuat. Keindahan alam, tradisi leluhur, budaya dan kearifan lokal menjadi spiritnya.
Paralakon, diisi empat personel. Mereka adalah Danang Pamungkas sebagai vokalis. Pria asal Bantul ini akrab disapa D Getso yang hobi menulis lirik lagu.
Anggota lainnya Ardie Boy, pekerja seni sekaligus aranjer. Jati Biru si penggebuk drum. Dia penggiat acara konser musik dan pengelola studio. Terakhir Bagus Satatagama, seorang sinematografer.
Paralakon diisi beragam background ini, karya yang dihasilkan memiliki karakter kuat dan beragam. "Beragan iya, tapi tidak lepas dari tema alam, manusia dan budaya," kata Danang usai merilis dua single terbarunya sekaligus di Yogyakarta, Minggu 2 Mei 2019.
Dua single berjudul Menari Ja'i dan Kota Kupang. Dalam karya Menari Ja'i ini tidak hanya menampilkan gugusan pulau yang kokoh dengan keindahan alamnya. Seperti Danau Kelimutu atau Pulau Padar maupun eksotisme komodo sebagai warisan fauna purba.
"Flores dan sekitarnya juga menawarkan tradisi luhur yang terlahir dari kebiasaan turun-temurun para tetua dan pemangku adat. Sampai saat ini tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya," jelasnya
Dia mencontohkan, kampung adat Wae Rebo dan Tarian Caci dari Manggarai hingga Tarian Ja'i dari Bajawa. Semuanya mengandung makna luhur sebagai simbol nilai-nilai tradisi yang telah diyakini secara turun temurun.
D Getsu mengatakan, Flores sudah menginspirasi banyak karya, baik musik maupun film yang terlahir dari anak bangsa berkat daya tarik maupun kekuatan nilai-nilai magis yang dimilikinya.
Menurut dia, Flores mampu menggugah kepekaan rasa pada warisan tradisi leluhur, tidak terkecuali satu karya terbaru dari Paralakon berjudul Menari Ja'i ini.
"Tarian ini terlahir dari pengalaman sederhana tentang bagaimana menyampaikan syukur pada Sang Ilahi melalui tarian tradisi," jelasnya.
D Getsu mengatakan, Menari Ja'i sebagai lagu mengandung ajakan untuk menyampaikan syukur tentang apa yang boleh didapatkan dan dinikmati oleh manusia.
"Konsepnya sederhana, bagaimana alam bisa menghidupi serta filosofi agar setiap pribadi dapat menjadi lebih baik," kata dia.
Bagus Satatagama menambahkan, pada penyampaiannya, Menari Ja'i memadukan musik yang bernuansa etnik dengan visualisasi yang memadukan berbagai kekayaan tradisi maupun keindahan alam di Flores.
"Kampung Wae Rebo dan masyarakatnya mewakili bentuk kehidupan sederhana. Namun secara spiritual sarat dengan makna bagaimana alam harus diperlakukan dan dihargai dengan baik," jelasnya.
Dia mengatakan, alam yang menghidupi, alam yang juga menghasilkan air kehidupan. Ini persis seperti makna Wae (air) dan Rebo (hidup).
"Keindahan Pulau Padar dan komodo, yang merupakan hewan purba adalah bukti tradisi turun-temurun manusia menjaga alam. Sampai kini keindahan alam dan komodo tetap lestari dan bisa dinikmati," kata Bagus.
Menurut dia, karya-karya Paralakon bisa diakses dan dinikmati di channel YouTube dengan keyword search Paralakon. "Sementara itu baru di YouTube. Kita juga sudah menyiapkan single berikutnya setelah ini," katanya. []
Baca juga:
- Rilis Video Musik 'Bareng Jokowi', Slank dan Ratusan Seniman Satukan Indonesia
- Riwayat Format Musik dari Vinyl Hingga Digital
- Grup Musik Desau Rilis Single Perdana Kesempatan Untuk Mencinta