UNTUK INDONESIA
Para Modifikator Vespa yang Bangga dengan Kreasinya
Komunitas Vespa Indonesia menjadi sorotan dunia karena kreativitas yang ekstrim, antar lain memodifikasi menjadi sepertei hot rod.
Soleh Pujiantoro, memamerkan Vespa modifikasi yang ia buat agar terlihat seperti hot rod. (Foto: Nivell Rayda|Channel News Asia).

Jakarta - Komunitas Vespa Indonesia menjadi  sorotan dunia karena kreativitasnya yang ekstrim. Ada sejumlah nama kreator yang terkenal karena memodifikasi vespa secara unik. Ada Nando Anjasmara Azani, dan Soleh Pujiantoro yang menyulap vespanya menjadi seperti hot rod (dimodifikasi seperti mobil dengan kecepatan yang lebih cepat).

Bila Nando Anjasmara Azani melaju dengan vespanya yang sudah dimodifikasi, orang-orang baik tua maupun muda pasti penasaran ingin melihatnya. Vespanya sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampak unik dan ekstrim.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Skuter Matic Vespa 

Seperti diberitakan dari Channel News Asia, Sabtu, 18 Juli 2020, Nando menambah ban pada vespanya sehingga menjadi kendaraan roda tiga. Ia menambahkan kerangka dari lembaran kayu dan baja yang dilas menjadi satu, terlihat kasar dan buruk.

Setiap kali saya melihat kreasi gila orang lain, itu membuat saya ingin menjadi lebih gila.

Sepeda motor roda tiga ini telah menyimpang jauh dari bentuk aslinya, Vespa klasik. Yang tersisa hanya kerangka asli Vespa, suspensi, roda dan mesin. Nando menyimpan bodi yang barangkali akan dipakai untuk modifikasi berikutnya.

Nando membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyulap vespa menjadi sepeda motor roda tiga. Mulai dari membuat rangka logam lima sisi, memperpanjang kolom kemudi hingga menurunkan posisinya sehingga sasis berada hanya beberapa sentimeter dari permukaan tanah.

Terlepas dari tampilannya yang unik, modifikasi Vespa Nando boleh dibilang cukup ringan dibandingkan dengan kreasi lain di Indonesia. Ada penggemar Vespa yang memakai batang pohon ke dalam modifikasinya. Bahkan yang lebih gila lagi, motor disulap dengan panjang hingga 5 meter.

Vespa ModifikasiPenggemar Vespa ekstrem hasil modifikasi, Nando Anjasmara Azani. (Foto: Nivell Rayda|Channel News Asia).

Saya berpikir, cara yang hebat untuk membawa semua teman saya. Itulah mengapa saya ingin sepeda motor saya menjadi besar dan panjang.

Sementara itu, ada Vespa yang diubah menjadi becak, beberapa diubah menjadi skuter berdiri. Yang lain menyulap menjadi terlihat seperti hot rod, dune buggy atau tank.

"Setiap kali saya melihat kreasi gila orang lain, itu membuat saya ingin menjadi lebih gila," kata Nando yang berusia 24 tahun.

"Anda tidak akan pernah merasa puas ketika setelah memodifikasi Vespa. Hanya ketika Anda berpikir bahwa perjalanan Anda gila, akan ada satu lagi di luar sana yang bahkan lebih gila, ” tutur Nando lagi.

Pemilik Vespa ekstrim lainnya, Ahmad Fadilla, 29 tahun mengatakan mulai melakukan modifikasi pada tujuh tahun terakhir. “Saya suka Vespa ekstrim. Jika saya menjaga Vespa saya apa adanya, lalu apa perbedaan antara saya dan sepeda motor lain di luar sana? ” katanya pada CNA.

Ahmad Fadilla menuturkan, sejak kecil ia terobsesi dengan mobil dan limusin serta kendaraan besar seperti truk trailer. ""Saya berpikir, cara yang hebat untuk membawa semua teman saya. Itulah mengapa saya ingin sepeda motor saya menjadi besar dan panjang," katanya.

Ahmad Fadila kemudian memotong Vespa-nya menjadi dua bagian dan jika direntangkan panjangnya menjadi 5 meter. Selama bertahun-tahun ia menambah jumlah roda, dan sebuah trailer 6 meter. Dengan tambahan itu, panjang Vespa menjadi 12 meter.

Banyak orang Indonesia yang memandang miring dengan modifikasi Vespa. Mereka menyebutnya dengan istilah "Vespa rongsok, atau Vespa gembel."

Sejarah Panjang Vespa

Vespa memiliki sejarah panjang di Indonesia, mulai populer pada tahun 1970-an. Publik tertarik oleh desain skuter yang ramping dan tampilan yang khas.

Vespa ModifikasiSeorang penggemar Vespa memamerkan kreasi terbarunya, sebuah Vespa yang dimodifikasi dalam bentuk kereta dune. (Foto: Nivell Rayda|CNA).

Dulu orang belum berani melakukan modifikasi macam-macam. Mereka hanya menambahkan stiker, bendera, pelindung angin dan lampu utama sambil mempertahankan bentuk Vespa asli.

Skuter menjadi pemandangan umum di jalanan Indonesia dan komunitas penggemar Vespa semakin berkembang. Beberapa penggemar tetap mempertahankan Vespa seperti aslinya, sementara yang lain senang memodifikasi dengan sentuhan pribadi.

"Dulu orang belum berani melakukan modifikasi macam-macam. Mereka hanya menambahkan stiker, bendera, pelindung angin dan lampu utama sambil mempertahankan bentuk Vespa asli," kata penggemar Vespa Yoyok Pratomo, 49 tahun kepada CNA.

Yoyok mencatat bahwa modifikasi Vespa yang ekstrem baru berlangsung akhir 1990-an dan awal 2000-an. Ini terjadi etika skuter berusia tua puluhan tahun mulai menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Menurut Yoyok, orang bisa membeli Vespa bekas dengan harga Ro 700.000 rupiah, bahkan mungkin lebih murah jika mendapatkannya dari tempat pembuangan sampah. Vespa diproduksi untuk tahan lama, tidak seperti jenis sepeda motor lainnya.

"Vespa memiliki bodi dan sasis yang kuat yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Suku cadangnya berlimpah sehingga Anda dapat menghidupkan kembali mesinnya, ” ucap Yoyok.

"Dengan sedikit uang, Anda dapat membangun perjalanan impian selama Anda bersedia meluangkan waktu dan upaya untuk mewujudkannya,".

Simak Pula: Rumah Mode Mewah Dior Luncurkan Vespa Dior

Para penggemar Vespa saat diwawancara CNA menyebutkan bahwa pendanaan untuk modifikasi Vespa mereka cari dari pekerjaan sampingan. []

Berita terkait
Rumah Mode Mewah Dior Luncurkan Vespa Dior
Rumah mode mewah Dior bekerja sama dengan Piaggio meluncurkan skuter Vespa 946 Christian Dior.
5 Cara Merawat Skuter Matic Vespa
Sepeda motor yang terlalu lama terparkir di garasi dan tidak digunakan dalam waktu yang lama akan membuat kondisi motor menjadi tidak baik.
Promo Spesial Vespa di IIMS Motobike 2019
Perhelatan IIMS Motobike 2019 banyak memberikan promo spesial bagi para pengunjung.
0
Kekerasan Seksual Terhadap Lansia di Panti Jompo Australia
Diperkirakan setiap minggu terjadi 50 kali serangan seksual terhadap lansia (orang lanjut usia) di panti-panti jompo di wilayah Australia