UNTUK INDONESIA
Papan Reklame Bertuliskan 'Sinergitas TNI-Polri' Itu Ambruk
Polsek Ciracas diserang massa tak dikenal, bangunan dibakar, papan reklame bertuliskan 'Sinergitas TNI-Polri' ambruk.
Polsek Ciracas Jakarta Timur dibakar dan dirusak sekelompok orang tidak dikenal diduga terkait pengeroyokan beberapa warga terhadap aparat di kawasan Cibubur kemudian ditangani Polsek Ciracas, Senin (10/12/2018). (Foto: Warta Ekonomi)

Jakarta, (Tagar 12/12/2018) - Bangunan Polsek Ciracas, Jakarta Timur ditutup triplek dan dilapisi dengan seng pasca insiden pengrusakan dan pembakaran.

Terpantau di lokasi pada Rabu, triplek yang dilapisi dengan seng dipasang sebagai pengganti pagar yang telah rusak. Sementara pagar Mapolsek Ciracas ringsek hingga terlepas dari posisinya.

Pagar buatan yang terpasang hanya dibuka ketika petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membersihkan puing-puing bekas pengrusakan di lokasi kejadian.

Sementara, bekas-bekas pengrusakan seperti pagar dan beberapa baliho yang rusak di depan Polsek masih belum dibuang atau dievakuasi.

Petugas PPSU mengerahkan dua truk sampah untuh mengangkut puing-puing pasca insiden tersebut.

Selain bangunan yang rusak akibat dibakar massa, gerbang Mapolsek Ciracas pun mengalami kerusakan. Begitu juga papan reklame bertuliskan "Sinergitas TNI-Polri" yang berada di depan Mapolsek ambruk dirusak massa.

Bahkan, sejumlah mobil, termasuk kendaraan dinas yang di parkir di halaman Mapolsek juga menjadi sasaran amukan massa.

Arus lalu lintas di depan Mapolsek pun sedikit tersendat karena banyak pengendara yang mengurangi laju kendaraannya karena ingin melihat kondisi Mapolsek pascapembakaran.

Sejumlah petugas kepolisian diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas.

Akibat pembakaran itu, pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dilakukan karena pintu gerbang ditutup dengan menggunakan triplek.

Sebelumnya, Polsek Ciracas Jakarta Timur dibakar dan dirusak sekelompok orang tidak dikenal diduga terkait pengeroyokan beberapa warga terhadap aparat di kawasan Cibubur kemudian ditangani Polsek Ciracas, Senin (10/12).

Usai pengeroyokan itu diduga sekelompok orang mendatangi Polsek Ciracas guna memastikan warga yang terlibat pengeroyokan tersebut menjalani penahanan atau tidak.

Namun secara mendadak, sekelompok massa tersebut merusak markas Polsek Ciracas dan sejumlah kendaraan operasional kepolisian.

Kapolda Metro Minta Polsek Ciracas Steril Kembali

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis meminta Polsek Ciracas Jakarta Timur disterilkan kembali dan dibersihkan usai perusakan yang dilakukan sekelompok massa pada Rabu dini hari.

"Saya minta Mapolsek Ciracas disterilisasikan dan dibersihkan, kemudian pelayanan masyarakat bisa berjalan seperti biasa," kata Irjen Polisi Idham Azis di Jakarta Rabu 912/12) mengutip kantor berita Antara.

Idham juga memerintahkan tujuh tahanan di Polsek Ciracas dievakuasi ke Rumah Tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Idham menduga perusakan Polsek Ciracas terkait dengan pengeroyokan sejumlah juru parkir terhadap anggota TNI Angkatan Laut di kawasan Cibubur Jakarta Timur, Senin (10/12).

Pengeroyokan tersebut sempat berdamai antara pelaku pengeroyokan dengan korbannya yang dari unsur aparat.

Namun massa mendatangi Polsek Ciracas guna memastikan keberadaan juru parkir yang terlibat pengeroyokan itu menjalani penahanan atau tidak.

Berdasarkan informasi kronologis kejadian sekelompok massa mendatangi Polsek Ciracas Selasa (11/12)/malam, guna mengonfirmasi kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI AL yang terjadi di kawasan Cibubur Jakarta Timur pada Senin (10/12).

Saat itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Yoyon Tony S bersama pejabat Korem, Dandim Jaktim, Dan Den Pom Jaya, serta pejabat Paminal Polda Metro Jaya tiba di Polsek Ciracas untuk menenangkan massa sekitar pukul 22.30 WIB.

Namun massa yang mencapai ratusan itu memaksa masuk ke Polsek Ciracas untuk memastikan keberadaan pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI.

Kemudian beberapa anggota Polsek Ciracas dan dua pengendara motor menjadi korban pemukulan saat sekelompok massa itu sudah mulai anarkis.

Sekitar pukul 00.30 WIB, massa tersebut mulai menghancurkan dan membakar bangunan Polsek Ciracas termasuk kendaraan operasional kepolisian maupun Denpom Jaya.

Pukul 01.10 WIB, Danrem tiba kembali ke Polsek Ciracas dan sejumlah mobil pemadam kebakaran merapat guna mematikan kobaran api.

Kemudian Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Joni Supriyanto mendatangi Polsek Ciracas untuk menyampaikan keterangan terkait rentetan kejadian tersebut. []

Berita terkait
0
Kabar Baik, 47 Warga Sumsel Sembuh dari Covid-19
Sebanyak 47 orang warga Sumatera Selatan dinyatakan sembuh dari Covid-19.