UNTUK INDONESIA
Pantaskah Sandiaga Uno Jadi Ketua Umum Partai Gerindra?
Pengamat politik UAI Ujang Komarudin mengatakan isu Sandiaga Uno menggantikan posisi Ketua Umum Partai Gerindra bukan hal asing.
Prabowo bertemu Sandiaga saat Rapimnas di Hambalang. (Foto: Instagram/@sandiuno)

Jakarta - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan isu Sandiaga Uno menggantikan posisi Ketua Umum Partai Gerindra sebenarnya bukan hal asing. Sebab, isu sudah berembus sebelum pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Nah, saat ini Sandi sudah masuk Gerindra kembali. Bisa saja Sandi memang dipersiapkan untuk menjadi Ketum Gerindra," ujar Ujang kepada Tagar, Jumat, 18 Oktober 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menilai bagus saja jika akhirnya Sandi menggantikan posisi Prabowo di partai. Mengingat, Sandi sudah memenuhi salah syarat sebagai ketua umum yakni kuat secara finansial.

"Syarat pertama itu, banyak uang atau kaya dan Sandi punya itu. Untuk membesarkan partai butuh uang besar, dan Sandi punya sumber daya finansial yang melimpah," tuturnya.

Sandi Kembali ke Gerindra

Isu pergantian posisi Ketua Umum Partai Gerindra mencuat karena adanya isu Prabowo Subianto akan menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemudian, Partai Gerindra mengadakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) di kediaman Prabowo Subianto, Bukit Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 16 Oktober 2019.

Rapat digelar, sehari seusai Sandiaga Uno mengumumkan bahwa ia kembali ke Partai Gerindra, melalui Instagram pribadinya @sandiuno, Selasa, 15 Oktober 2019.

Rapimnas pun menyisakan tanda tanya publik, ketika dia kembali ke Partai Gerindra apa jabatan yang akan diembannya. Apakah kembali ke jabatan semula sebagai wakil ketua dewan pembina atau menggantikan posisi Prabowo Subianto sebagai ketua umum.

Sandiaga mengaku tidak akan mematok posisinya saat diterima kembali di partai yang telah membesarkannya sejak tiga tahun yang lalu.

"Saya serahkan ke Pak Prabowo semua. Saya serahkan semua keputusannya ke Pak Prabowo," ujar eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah dalam rapimnas, partainya resmi mengangkat Sandi menjadi Ketua Umum Gerindra.

"Untuk berita yang beredar di media mau pun WhatsApp grup yang menyatakan dalam Rapimnas Gerindra telah resmi menetapkan Sandiaga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, itu tidak benar alias hoaks," ucap Dasco di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019 seperti dilansir dari Antara.

Menurut Dasco rapimnas membahas sikap politik dari Prabowo dan agenda yang direncanakan partai dalam jangka pendek dan panjang. Karena, penentuan kursi ketua umum, tidak dibahas dalam rapimnas. Tapi, dibahas dalam agenda kongres atau kongres luar biasa partai.

"Gambar yang disematkan [kepada Sandiaga] yang beredar adalah tanda diterima kembali Sandiaga sebagai kader Gerindra," tuturnya. []

Berita terkait
Sikap Gerindra Perihal Isu Jatah Menteri Jokowi
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan tidak pernah meminta dan menawarkan jatah menteri Jokowi.
Gerindra Ingin Prabowo Bersama Jokowi
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengharapkan Prabowo Subianto bisa bersama di pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sandiaga Uno Umumkan Kembali ke Partai Gerindra
Sandiaga Uno, wakil presiden 2019-2024 kembali ke Partai Gerindra. Pengumuman kembalinya Sandi diunggah melalui video di Instagram @sandiuno.
0
Respons Anak Buah, CEO Amartha Jadi Stafsus Presiden
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto memberi tanggapan terhadap Andi Taufan yang ditunjuk jadi Stafsus Presiden.