TAGAR.id, Kota Lhokseumawe, Aceh - Sejumlah unit Excavator PC 200, Excavator Long ARM, bulldozer, dump truck dan mobil penjernih air bantuan dari TNI AD segera beroperasi.
Kedatangan bantuan alat berat diangkut Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII, diterima langsung oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, di Pelabuhan Krueng Geukueh, Muara Satu, Kota Lhokseumawe, 14/1/2026, malam.
Pangdam Mayjen Joko Hadi Susilo didampingi Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, beserta sejumlah pejabat Kodam IM mengecek alat berat tersebut sebelum digunakan. Alat-alat berat tersebut dikirim oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, mengecek bantuan alat untuk penanggulangan bencana, di Pelabuhan Krueng Geukueh, Muara Satu, Lhokseumawe pada Rabu (14/1/2026) malam. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, mengatakan, alat-alat berat tersebut digunakan prajurit TNI untuk membersihkan material dan lumpur sisa banjir yang mengendap di pemukiman, bangunan dan jalan pasca bencana.
“Alat berat ini akan disebar ke empat daerah terdampak bencana, yaitu Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang,” ujar Pangdam.
Pangdam memastikan sejumlah bantuan alat berat dari TNI AD ini dikirim secepat mungkin. TNI berfokus untuk mendukung penanggulangan percepat pemulihan pasca bencana.
“Diharapkan dengan adanya bantuan alat berat tersebut, proses perbaikan Infrastruktur dan pemulihan wilayah terdampak bencana bisa menjadi lebih cepat,” ujar Pangdam.
Keterangan pers kepada sejumlah media oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo (tengah), didampingi Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran (kiri) dan Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, di Pelabuhan Krueng Geukueh, Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu (14/1/2026) malam. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).Selain itu, sambung Pangdam, kehadiran TNI bertujuan menguatkan harapan rakyat agar aktivitas masyarakat di Aceh kembali normal. “Khususnya di wilayah terdampak, maupun daerah yang masih terisolir dapat kembali membaik,” ujar Pangdam.
Pangdam menguraikan, TNI terus mengebut pembangunan jembatan di daerah terdampak. TNI hadir dalam aksi kemanusiaan penanggulangan bencana pemulihan di Aceh.
“Sebanyak 15 jembatan sudah selesai dibangun, dan delapan titik jembatan penghubung antar provinsi dan Kabupaten terus dikebut,” urainya.
“Sedangkan Pembangunan sebanyak 23 titik jembatan aramco dan delapan titik jembatan gantung dalam proses penyelesaian. Sehingga kebutuhan transportasi kebutuhan bagi masyarakat bisa segera selesai,” harapnya.
Pangdam mengimbau dan mengapresiasi sinergi para prajurit TNI dan seluruh instansi bersama elemen masyarakat semangkin kompak, “Saling bahu-membahu dan penuh keikhlasan dengan semangat tinggi bersatu dalam proses pemulihan bencana di Aceh,” ujar Pangdam. (Laung). []