Pandemi Covid-19 di Israel dan Bangladesh

Pandemi Covid-19 di Israel membuat jumlah kasus melewati China, sedangkan jumlah kasus di Bangladesh melampaui Italia
Warga Bangladesh yang berpenghasilan rendah dan tidak punya pekerjaan, terutama yang tinggal di permukiman kumuh, di tengah penguncian karena pandemi Covid-19 duduk-duduk di persimpangan jalan berharap dapat bahkan makanan atau bantuan, Minggu, 5 April 2020. (Foto: unb.com.bd).

Oleh: Syaiful W. Harahap*

Pandemi atau wabah virus corona baru (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) membukan lembaran-lembaran sejarah baru tentang penyebaran penyakit di dunia. Beberapa hari yang lalu jumlah positif Covid-19 di dunia tembus jumlah 20 juta. Begitu juga tentang beberapa negara yang selama ini adem-ayem di ‘papan bawah’ pandemi global tiba-tiba menyodok ke ‘papan tengah’ atau ‘papan atas’. Laporan situs independen, worldometer, tangggal 11 Agustus 2020, menunjukkan Israel menyalip China, sedangkan Bangladesh melampaui jumlah kasus di Italia.

Di awal pandemi yang ditandai dengan laporan ke Organisasi Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) tanggal 31 Desember 2019 tentang virus yang belum teridentifikasi di Wuhan, China, banyak kalangan yang memperkirakan China akan jadi ‘neraka’ pandemi Covid-19 (nama yang kemudian diberikan oleh WHO terhadap virus tersebut). Tapi, dengan langkah-langkah yang cepat dan sistematis China bisa mengendalikan penyebaran virus. Laporan terakhir menunjukkan kasus Covid-19 di China 84.668 dengan 4.634 kematian. Secara global China ada di peringkat ke-31 dunia.

Dengan jumlah kasus 84.668, China disalip 30 negara termasuk Israel yang melewati jumlah kasus China tanggal 11 Agustus 2020 dengan jumlah kasus 84.722 dan 613 kematian. Laporan kasus harian China antara 2 dan 3 digit, sedangkan Israel 4 digit.

ilus covid israelWarga Israel memakai masker di Pasar Carmel di Tel Aviv, 8 Mei 2020 (Foto: timesofisrael.com/Miriam Alster/FLASH90)

Sedangkan Bangladesh yang di awal pandemi ada di ‘papan bawah’ sekarang meroket ke ‘papan atas’ pandemi Covid-19 global menyalip Italia dengan jumlah kasus 260.507 dengan 3.438 kematian. Jumlah ini menempatkan Bangladesh di peringkat ke-15 dunia. Jumlah kasus di Italia sebanyak 250.825 dengan 35.209 kematian. Italia di peringkat ke-16 dunia.

Italia merupakan negara pertama di dunia yang mengalami episentrum Covid-19 pada rentang waktu 14 Maret - 5 April 2020. Ketika itu Bangladesh ada di ‘papan bawah’ pandemi Covid-19 dunia. Bangladesh menerapkan lockdown tanggal 26 Maret 2020 tapi dilonggarkan sejak 30 Mei 2020.

Jika diambil patokan jumlah kasus berkisar 100.000-an di Italia itu tercatat pada tanggal 30 Maret 2020 yaitu sebanyak 101.723. Pada tanggal yang sama jumlah kasus di Bangladesh dilaporkan 49. Laporan kasus harian terbanyak di Bangladesh tercatat pada 2 Juli 2020 sebanyak 4.019. Kasus harian tertinggi di Italia pada 21 Maret 2020 sebanyak 6.554.

Pada tanggal 11 Agustus 2020 jumlah kasus di Italia sebanyak 250.825, sementara di Bangladesh 260.507. Itu artinya dari tanggal 30 Maret 2020 sampai 11 Agustus 2020 jumlah kasus di Italia bertambah 149.129, sedangkan di Bangladesh pada rentang waktu yang sama kasus bertambah 260.458.

Jika dipukul rata maka di Italia seorang yang positif Covid-19 pada rentang waktu 30 Maret 2020 sampai 11 Agustus 2020 menularkan ke 1,47 orang. Bandingkan dengan Bangladesh 1 orang menularkan ke 5.315,47 orang.

Maka, amat pantas kalau kemudian WHO mengatakan Italia bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 setelah mengalami puncak pandemi, sedangkan banyak negara justru sebaliknya jadi ‘neraka’ pandemi Covid-19 tanpa bisa berbuat banyak dengan jumlah kasus yang terus membengkak. []

* Syaiful W. Harahap, Redaktur di Tagar.id

Berita terkait
Covid-19 Bangladesh Jumlah Kasus Tembus 100.000
Bangladesh jadi negara yang ke-17 secara global naik ke ‘papan atas’ dengan kasus positif Covid-19 di atas 100.000 yaitu 102.292
Covid-19 di Bangladesh Lampaui Korea Selatan
Setelah Indonesia menyalib China dalam jumlah kasus positif Covid-19 kini jumlah kasus Covid-19 di Bangladesh lampaui jumlah kasus Covid-19 China
0
Perkembangan Kasus Covid-19 di Setiap Daerah Terus Awasi
Pemerintah terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di seluruh daerah di Tanah Air untuk memastikan tidak terjadi lonjakan kasus