UNTUK INDONESIA
Pameran Tunggal Seniman Yogyakarta Timbul Raharjo
Seniman asal Bantul, Yogyakarta, Tumbul Raharjo menggelar pameran di tengah pandemi secara daring dan luring
Seniman Yogyakarta Timbul Raharjo dengan salah satu karya yang akan dipamerkan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Bantul - Pandemi virus Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir. Hal ini mengakibatkan sejumlah agenda kegiatan harus batal atau tertunda. Salah satunya seperti di sektor kesenian.

Seorang seniman asal Yogyakarta, Timbul Raharjo, terpaksa harus menunda pagelaran seninya akibat pandemi tersebut. Mulanya, Pameran bertajuk Me, Myself, & I #3 tersebut akan digelar pada 25 Maret 2020 lalu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menunda pameran tunggalnya tersebut.

"Awalnya pameran ini mau digelar pada Maret lalu, tapi gara-gara pandemi akhirnya diundur sampai bulan ini," kata Timbul ketika dihubungi pada Selasa, 25 Agustus 2020.

Di sisi lain, pandemi juga membuat Timbul Raharjo memiliki sebuah ide yakni memadukan pameran seni secara luring dan daring. Hal ini tentu saja menjadi warna baru bagi dunia seni.

Seniman Yogyakarta Timbul RaharjoSeniman Yogyakarta Timbul Raharjo dengan salah satu karya yang akan dipamerkan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

"Jadi pameran ini memadukan antara pameran online dan tidak online, pameran ini diharapkan menjadi setitik cahaya untuk ikut serta dalam menarik kunjungan wisata ke Yogyakarta," ujarnya.

Menurut Timbul pameran ini sebagai bagian dalam memerangi pandemi korona karena akibat yang ditimbulkan telah menjalar pada sendi sistem ekonomi dan psikologi. Yogyakarta sebagai tujuan wisata, sektor ini memberi pengaruh ekonomi yang signifikan.

Pameran ini diharapkan menjadi setitik cahaya untuk ikut serta dalam menarik kunjungan wisata ke Yogyakarta.

"Pameran tunggal ini akan berlangsung pada 30 Agustus hingga 13 September mendatang, di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, secara online dan tidak," ucapnya.

Lebih lanjut untuk pengunjung yang ingin datang langsung di tempat pameran harus sesuai dengan protokol kesehatan. Pameran akan dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Menurut Timbul Raharjo, Pameran secara luring dan daring kali ini akan menggunakan konsep transvestite arts atau seni yang mengasosiasikan antar gender.

Selain itu, karya-karya yang akan dipamerkan juga cukup berbeda dari biasanya, karena diciptakan berdasarkan tren dan perkembangan seni rupa dunia. Adapun karya seni yang akan ditampilkan pada pameran kali ini ialah sebanyak kurang lebih 50 karya. []

Berita terkait
Polemik Danais untuk Seniman Terdampak Corona di DIY
Seniman dan budayawan di Yogyakarta yang terdampak Corona akan mendapat bantuan yang bersumber dari Danais.
Sosok Seniman yang Melarang Berwisata di Yogyakarta
Seoarang pelukis di Yogyakarta membentangkan spanduk yang dianggap membuat wisatawan tidak nyaman. Dia pun ditegur. Siapa si pelukis itu?
Cara Seniman Melawan Covid-19 di Yogyakarta
Seniman memilih tidak berekspresi saat pandemi Corona. Namun jiwa seninya tetap ada, seperti yang ditunjukkan pematung Yusman di Yogyakarta.
0
Bagaimana Cara Mempopulerkan Citra Kuliner ala Thailand?
Indonesia perlu banyak mempelajari langkah-langkah yang dilakukan Thailand dalam menaikkan citra kuliner khas negaranya.