UNTUK INDONESIA
Pakai Bom, Tiga Nelayan di Pangkep Diciduk Polisi
Tiga nelayan di Pangkep Sulawesi Selatan ditangkap polisi karena tanggap ikan menggunakan bom.
Bom Ikan. (Foto: Ilustrasi)

Pangkep - Satuan Polisi Air Udara (Satpolairud) Polres Pangkep menangkap tiga nelayan berinisial HN, S dan MR, yang diduga menangkap ikan menggunakan bom di Pulau Jangang-jangang, Desa Mattiro Walie, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

"Kami menggeledah mereka di atas perahu tradisional Jolloro. Dari geledah tersebut kami menemukan bahan peledak yang diduga bom ikan siap pakai," ujar Kasatpolairud Polres Pangkep, AKP Ridwan Saenong.

Saat ini ke tiga pelaku sudah ditahan di Satpolairud Polres Pangkep untuk penyelidikan lebih lanjut. "Kami sementara melakukan penyelidikan terhadap mereka" katanya.

Apa yang dilakukan ke tiga nelayan tersebut bisa merusak terumbu karang dan merusak lingkungan di bawah laut.

"Pengeboman ikan di laut itu melanggar karena merusak biota laut. Sudah banyak juga nelayan yang menjadi korban mulai dari kehilangan salah satu anggota tubuh bahkan meninggal dunia," terangnya.

Barang bukti yang di sita dari ke tiga terduga pelaku adalah, satu unit perahu Jolloro, satu unit mesin kompresor, dua roll selang warna putih dengan panjang masing-masing kurang lebih 100 meter, dua buah kecamata selam dan dua buah sepatu katak.

kemudian ada dua buah regulator, satu buah jerigen ukuran lima liter yan berisikan bahan baku bom ikan yang sudah dicampur dengan minyak. Empat buah jerigen ukuran dua liter berisikan bahan baku bom ikan, dua buah jerigen berukuran satu liter berisikan butiran putih yang diduga pupuk amonium nitrate yang sudah dicampur dengaan minyak.

Bukan hanya itu polisi juga menemukan satu buah botol plastik berisikan butiran putih yang diduga pupuk amonium nitrate yang sudah dicampur dengan minyak, satu buah tempat obat nyamuk yang terbuat dari kayu, satu buah korek, dua batang obat nyamuk, satu buah pisau, satu buah alat tusuk yang terbuat dari kayu, satu batang sumbu api warna merah dengan panjang 21 cm, dua buah detonator yang sudah tersambung dengan sumbu api dan lima biji detonator. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Jatim Akan Lebih Represif dalam Penerapan PSBB
Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim akan lebih agresif dalam melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).