UNTUK INDONESIA
Pak Edy Rahmayadi, Apa yang Salah dengan Babi
Media sosial diramaikan pemberitaan wacana Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, memusnahkan ternak babi.
Masakan tubis, campuran daging babi dengan rebung, tunas bambu (Foto: Tagar/tangkapan layar video di facebook)

Dairi - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan pemberitaan atas wacana yang dikemukakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, memusnahkan ternak babi di Sumatera Utara untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Di Kabupaten Dairi, wacana itu mendapat perlawanan dari warga. Salah satunya di media sosial Facebook, beredar video warga sedang makan di salah satu rumah makan khas Batak, dengan kalimat pembuka "Pak Gubernur, apa yang salah dengan babi?".

Sejak diunggah oleh akun Sarifuddin Siregar, Kamis 9 Januari 2020 pukul 16.55 WIB, video itu telah ditonton lebih dari 7.600 kali. Dalam video tampak beberapa warga sedang makan, dengan lauk tubis (daging babi dicampur dengan rebung, tunas bambu).

"Ini makanan tubis yang pakai daging babi. Tentunya daging babi harus punya piaraan babi. Daging ini enak bagi kami orang Batak Nasrani. Nah, dengar-dengar, dibaca-baca di media katanya babi mau dimusnahkan di Sumut. Kita mau bertanya kepada gubernur, apa yang salah dengan babi," sebut Sarifuddin pada awal video itu.

"Dan banyak masyarakat berbisnis mencari makan dari usaha B2 (babi) dan pasikkolahon gelleng na (menyekolahkan anaknya). Pak Gubernur, apa yang salah dengan babi," sambungnya, sembari mengarahkan video ke arah pengusaha rumah makan tersebut.

Sarifuddin mengkritisi, jika masalah penyakit, seharusnya dicari solusi, bukan memusnahkan. "Kalau itu masalah penyakit, sebaiknya gubernur mencari solusi bagaimana pengendalian penyakit, bukan memusnahkan. Tuhan menciptakan babi Pak Gubernur. Saya Sarifuddin Siregar dari Sidikalang," tutupnya.

Yang dinyatakan ternak babi dimusnahkan, itu sudah berlebihan

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian Dairi, Jhon F Manurung dikonfirmasi lewat WhatsApp, Jumat 10 Januari 2020 menyebut, Pemerintah Kabupaten Dairi tetap melakukan pendataan ternak babi mati.

Edy RahmayadiGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

"Tetap dilakukan. Sampai tanggal 30 Desember 2019 ternak babi mati sebanyak 12.669 ekor," sebutnya.

Terpisah, Jala Sidabariba, raja turpuk (pimpinan) marga Sidabariba Raja, diminta tanggapannya lewat WhatsApp, Jumat 10 Januari 2020 menyebut, pemusnahan babi dirasa berlebihan.

"Yang dinyatakan ternak babi dimusnahkan, itu sudah berlebihan. Yang namanya babi itu sangat penting dalam pelaksanaan adat, sebagai pelengkap adat bagi umat Kristiani, orang Batak. Sedangkan wisata halal kita tolak apalagi memusnakan ternak babi," katanya.

Ditambahkan Sidabariba, pemusnahan ternak babi yang diprogramkan Gubernur Sumatera Utara itu, secara tidak langsung, tidak menghargai keberagaman suku dan umat beragama.

Sekadar informasi, ada delapan turpuk marga Silalahi yaitu, Loho Raja (Sihaloho), Tungkir Raja (Situngkir), Sondi Raja (Rumasondi), Butar Raja (Sidabutar), Bariba Raja (Sidabariba), Debang Raja (Sidebang), Batu Raja (Pintu Batu) dan Tambun Raja (Tambunan).

Sebagaimana ramai pemberitaan media minggu ini, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berencana memusnahkan seluruh ternak babi untuk memutus rantai penyebaran virus.

Namun, Edy juga mengaku galau untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia tidak memungkiri bahwa butuh anggaran besar untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi. Termasuk, memikirkan biaya ganti rugi.[]

Berita terkait
Demam Babi Afrika, Rusak Perekonomian Warga Humbahas
Demam babi Afrika di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, berdampak luas terhadap sendi perekonomian masyarakat.
Edy Rahmayadi Kucurkan Rp 5 Miliar Tangani Babi
Edy Rahmayadi menganggarkan atau mengucurkan uang sebanyak Rp 5 miliar untuk menangani mewabahnya virus hog cholera.
Ketakutan Pemerintah Jokowi Soal Virus Flu Babi
PDHI menilai muncul ketakutan dari pemerintah Jokowi sehingga belum mendeklarasikan wabah flu babi Afrika.
0
Kanjeng yang Diduga Ratu Narkoba di Tobasa Ditangkap
Kanjeng alias RS, terduga bandar narkoba di Kabupaten Toba Samosir ditangkap terlibat penculikan.