UNTUK INDONESIA
Over Gawai Anak-anak Hong Kong ‘Gegar’ Mental Fisik
Temua peneliti memperlihatkan, untuk setiap jam per hari yang digunakan untuk bermain video games, risiko gangguan mental dan fisik meningkat secara dramatis.
Ilustrasi terlalu banyak main gawai. (Gambar: Ist)

Hong Kong, (Tagar 8/10/2017) – Para peneliti dari University of Hong Kong (HKU) melaporkan, anak-anak di wilayah Tiongkok, Hong Kong, menghabiskan "terlalu banyak waktu" pada alat elektronik dibandingkan dengan sebaya mereka di tempat lain.

Laporan terbaru tersebut sekaligus sebagai peringatan terhadap para orang tua. Para peneliti menyarankan agar orang tua membatasi waktu yang digunakan anak mereka untuk "berkutat" dengan gawai demi kesehatan fisik dan mental mereka.

Satu studi yang dilakukan para peneliti HKU tahun sebelumnya, yang meneliti 7.585 siswa sekolah dasar, memperlihatkan hampir 75 persen anak-anak yang diteliti menghabiskan lebih dari dua jam per hari pada perangkat digital. Sementara itu anak di Beijing yang menghabiskan waktu pada gawai berjumlah 47 persen dan di Amerika Serikat 20 persen.

Dalam satu studi lain, para peneliti dari Fakultas Kedokteran HKU mempelajari penggunaan peralatan digital oleh 681 anak pada 2011, ketika mereka berusia lima tahun. Lalu para peneliti itu mengikuti perkembangan mereka ketika mereka berusia sembilan tahun.

Temua mereka memperlihatkan, untuk setiap jam per hari yang digunakan untuk nonton televisi atau bermain "video games".

“Risiko gangguan mental dan fisik meningkat secara dramatis,” kata para peneliti sebagaimana dikutip radio RTHK.

Anak-anak yang berusia sembilan tahun hampir 20 persen lebih mungkin untuk kelebihan berat untuk setiap jam yang ia habiskan untuk nonton televisi setiap hari dalam usia lima tahun.

“Setiap tambahan jam untuk nonton televisi juga meningkatkan kemungkinan gangguan perilaku sebanyak 44 persen, sementara kemungkinan gangguan emosi naik sampai 38 persen,” kata para peneliti.

Anak yang main "video games" juga memperlihatkan bahwa peluang mereka untuk mengalami gangguan emosi naik sebanyak 23 persen.

“Risiko hiperaktir juga lebih tinggi,” kata mereka.

Bagaimana dengan anak-anak Indonesia? (ant/yps)

Berita terkait
0
25 Bal Ganja Aceh, Gagal Beredar di Palembang
Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat berhasil menggagalkan peredaran 25 bal ganja asal Aceh ke Palembang.