UNTUK INDONESIA
Omega 3 Ikan Kembung Lebih Besar Daripada Ikan Salmon
Ada informasi yang tidak akurat tentang kandungan Omega 3 pada ikan kembung, sehingga banyak yang memilih ikan salmon karena promosi yang gencar
Ilustrasi daging ikan yang mengandung omega 3. (Foto: Pixabay/Robert-Owen-Wahl)

Jakarta – Banyak orang yang anggap remeh terhadap ikan kembung (marga Rastrelliger, suku Scombridae) karena dijual di pasar tradisional yang becek. Ikan pun dihamparkan begitu saja. Berbeda dengan ikan salmon (Oncorhynchus nerka) yang dijual di gerai-gerai ternama dan ikan impor pula.

Ada pula promosi besar-besaran terkait kandungan Omega 3 ikan salmon sehingga banyak yang berpaling dari ikan kembung. Padahal, kandungan Omega 3 justru paling banyak pada ikan kembung daripada di ikan salmon.

Orang Eskimo

Dalam paparan materi, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K), Poli Anak RSCM/FKUI Jakarta, juga melihat ada yang tidak pas dalam cara pikir terkait dengan kandungan Omega 3 pada ikan. "Banyak studi dan penelitian yang menunjukkan kandungan Omega 3 pada ikan kembung justru lebih tinggi daripada pada ikan salmon," kata Dr. Damayanti pada sebuah acara di Jakarta (3 November 2017).

Dr. Damayanti tentu tidak mengada-ada karena data menunjukkan kandungan asam lemak Omega 3 per 100 gram ikan kembung 2,2. Bandingkan dengan kandungan pada ikan salmon 1,6 (lakesma.fk.ub.ac.id, 12/6-2014).

Omega 3 ditemukan berawal dari masyarakat Eskimo di Kutub Utara yang tidak mengidap penyakit jantung, sedangkan warga Eskimo yang tinggal di luar kutub, seperti di negara-negara Skandinavia ternyata ada yang mengidap penyakit jantung.

Penelitian menunjukkan hal itu terkait dengan pola makan. Warga Eskimo di kutub menjadikan ikan mentah sebagai makanan utama. Hasil analisis menunjukkan ikan yang jadi makanan Eskimo di kutub mengandung asam lemak eikosatinpanoat (EPA). Belakangan asam lemak ini dikenal sebagai asam lemak Omega 3.

Penelitian terus dilakukan yang kemudian memunculkan beberapa manfaat asam lemak Omega 3, seperti mengatasi lemak, kesehatan otak bayi, tekanan darah, kesehatan jantung, dll. Disebutkan ada 17 manfaat asam lemak Omega 3 yang suda terbukti secara medis. Asam lemak ini tidak bisa diproduksi tubuh.

Yang jadi pertanyaan besar adalah: Mengapa banyak orang yang memalingkan muka dari ikan kembung sebagai sumber asam lemak Omega 3? Di beberapa daerah di Sumatera Utara ikan kembung dikenal dengan nama ikan gambolo.

Selain karena snobisme* mungkin saja karena posisi sosial ikan kembung yang tidak setinggi derajat ikan salmon. Ikan kembung dihamparkan di pasar tradisional yang becek, sedangkan ikan salmon dipajang di etalase pasar-pasar swalayan modern.

Dalam lomba-lomba memasak pun yang sering dijadikan bahan olahan adalah ikan salmon. Bayangkan harga ikan kembung di pasar tradisional Rp 35.000 - Rp 45.000 per kilogram, sedangkan ikan salmon yang dijual di gerai-gerai pasar swalayan antara Rp 120.000 -- Rp 230.00 per kg.

Fillet Kembung

Terkait dengan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) Dr Damayanti sebagai anggota Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia, juga menyangkan banyak orang tua yang memberikan makanan kepada bayi dan batita yang bukan makanan keluarga. Makanan itu adalah makanan-makanan yang ditawarkan dengan kemewahan skala internasional. "Berikan bayi dan batita dengan makanan yang jadi menu makanan keluarga," kata Dr. Damayanti.

Perlu juga dipertanyakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI terkait dengan promosi ikan-ikan lokal karena restoran-restoran tidak pernah mengiklankan ikan kembung sebaga menu. Ikan kembung pun hanya dijual per ekor, padahal nilai ekonomis bisa ditingkatkan kalau dijadikan fillet (sayatan daging ikan).

Tahun 2015 Indonesia mengimpor ikan salmon dari Swedia senilai 18 juta dola AS atau ketika itu setara dengan Rp 244,33 miliar. Jika kebutuhan ikan salmon bisa dikonversi dengan ikan kembung tentulah memperbaiki neraca perdagangan nasional.

Sudah saatnya menempatkan ikan kembung sebagai pilihan agar tidak terus dilirik dengan sebelah mata. Dengan menjadikan ikan kembung sebagai menu rutin, maka tidak perlu lagi meminum suplemen untuk mendapatkan Omega 3 (dari berbagai sumber).

*Dalam KBBI snobisme adalah orang yang senang meniru gaya hidup atau selera orang lain yang dianggap lebih daripadanya tanpa perasaan malu.

Berita terkait
Alergi Ikan Laut? Coba Gunakan Ini Saat Memasak
Penyuka sea food tak perlu lagi khawatir, hasil riset yang dilakukan mahasiswa FPIK telah menemukan penangkalnya.
Nelayan Kekinian, Cek Aplikasi Laut Nusantara untuk Tahu Titik Lokasi Banyak Ikan
Dalam aplikasi Laut Nusantara, fitur paling populer adalah peta sebaran ikan, di mana nelayan bisa melihat titik lokasi banyak ikan.
Kementerian Kelautan Asuransikan Seluruh Nelayan Indonesia
Susi menjelaskan nelayan yang menjadi peserta asuransi tidak dipungut biaya karena pemerintah sudah menjamin melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden