UNTUK INDONESIA
Ojol Tertembak di Sleman Minta Klarifikasi Polisi
Ojol yang mengalami luka tembak pada kakinya pada saat bentrok dengan DC di Babarsari, Sleman, Yogyakarta, meminta klarfikasi kepada kepolisian.
Muhammad Nur Indra, 24 tahun, ojol yang menjadi korban penembakan saat ricuh dengan kelompok DC saat ditemui di rumahnya pada Minggu 8 Maret 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Empat orang driver ojek online (ojol) mengalami luka diduga akibat tembakan senjata saat ricuh massa ojol dengan kelompok debt collector (DC) di Sleman. Korban pun bertanya-tanya siapa pelaku penembakan. Karena menurut mereka, korban ojol ini mendapat luka yang sama yaitu tertembak di bagian paha.

Driver ojol Muhammad Nur Indra sebagai korban yang mengalami luka tembak, mengatakan tidak meminta pertanggungjawaban kepada kelompok DC. "Tapi mau minta klarifikasi pihak kepolisian, karena korbannya ojol semua," katanya kepada Tagar saat ditemui di rumahnya di Kalasan Sleman pada Minggu, 8 Maret 2020.

Indra sejauh ini belum tahu siapa yang menembak paha kirinya. "Jadi tembakan itu apakah dari pihak DC atau memang dari kepolisian yang prosedurnya seperti itu. Itu yang jadi pertanyaan," katanya.

Driver ojol yang masih berstatus mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini juga bertanya-tanya karena kemampuan penembak seperti seorang sniper atau penembak jitu. "Timbul pertanyaan, karena sang penembak ini sniper, jitu semua, yang kena tembak pas posisinya kaki semua," ujarnya.

Dia kembali menceritakan peristiwa yang menimpanya pada saat kericuhan massa ojol dengan kelompok DC di pertigaaan Babarsari, Depok, Sleman itu. Seingatnya, saat kericuhan terjadi sempat ada tembakan peringatan dua kali. "Tapi setelah itu udah gak karuan banyak tembakan. Setelah ditembak saya masih bisa gerak, masih bisa jalan sampai mundur," ujarnya.

Jadi tembakan itu apakah dari pihak DC atau memang dari kepolisian yang prosedurnya seperti itu.

Indra menduga orang yang menembak kakinya berada di barisan paling depan. "Saya tahu ada polisi yang sudah ambil posisi, jadi saya tidak bisa memastikan polisi atau DC karena kepolisian juga sudah banyak di sana. DC dan polisi yang berpenampilan biasa itu kan susah membedakannya," ujarnya.

Indra sapaanya telah menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di paha bagian kiri dengan ke dalaman 3 centimeter pada Jumat, 6 Maret 2020 di rumah sakit. Menurut informasi yang diterimanya, dalam waktu dekatt akan disampaikan peluru itu jenis apa.

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto saat jumpa pers pada Jumat, 6 Maret 2020 menegaskan benda asing tersebut berbentuk kecil sedikit memanjang dan bukan gotri. Poisi benda asing itu menempel di paha korban.

Polisi masih menyelidiki apakah benda tersebut diduga tembakan dari air softgun. "Kita melihat dulu benda asing itu apa. Karena polisi Belum melihat fisik dari benda asing tersebut. Akan ada ahli untuk memeriksa benda asing. Yang jelas kalau di luaran tersebar informasi senpi milik polri, Kita pastikan itu bukan senpi dari kami," katanya.

Dalam bentrok di Babarsari itu, diduga tembajan dari senjata api mengenai dua paha korban di bawah kulit bagian kanan, satu lainnya di kedalaman 3 centimeter di paha kiri dan mereka menjalani operasi. Satu tersisa terkena di bagian tulang kering tidak di operasi. []

Baca Juga:

Berita terkait
Heroik Polisi Bantu Ibu Bayi Saat Bentrok Ojol Vs DC
Dua polisi membantu ibu dan bayi yang terjebak kerumunan saat bentrok ojol dengan DC di Sleman, Yogyakarta. Aksinya terekam video.
Pengakuan Ojol Tertembak Saat Ricuh Vs DC di Sleman
Ojol yang tertembak saat bentrok kontra kelompok debt collector masih terkulai lemas. Dia belum bisa bekerja.
Keinginan Kuasa Hukum Ojol Usai Bentrok di Sleman
Kuasa hukum ojol Yogyakarta berharap korban dalam bentrok di Babarsari, Sleman, Yogyakarta mendapat perhatian dari pemerintah.
0
Dugaan Sistem IT Tokopedia Tak Tangguh, Gampang Diretas
Sistem teknologi informasi (IT) di Tokopedia diduga tak tangguh menyusul kabar dibobolnya data pribadi pengguna e-commerce itu.