Jakarta, (Tagar 27/4/2018) - Novi Wahyuningsih milenial kelahiran 6 November 1991, asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah.

Ia pencipta produk aplikasi komunikasi pada telepon pintar yang ia beri nama Callind, singkatan dari Calling Indonesia. Aplikasi karyanya ini menawarkan fitur lebih lengkap dari WhatsApp.

Tepat di Hari Kartini, Sabtu 21 April 2018 ia merilis Callind di Hotel Borobudur, Jakarta.

Dengan slogan mempercepat komunikasi, transaksi dan informasi, aplikasi Callind ini memungkinkan penggunanya melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Melalui Callind, pengguna juga mendapat info lalu lintas dari beberapa titik secara online sehingga dapat memantau kondisi arus lalu lintas secara real time.

Dibanding WhatsApp, kelebihan lain Callind adalah bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung dalam daftar kontak.

Selain sebagai media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak grup yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

Novi mengatakan, ia sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional.

"Harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia," katanya.

Aplikasi Callind ini sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store.

Callind sudah diunduh 350 ribu pengguna dalam sehari setelah diluncurkan.

Novi mengaku banyak perusahaan menawar Callind, satu di antaranya menawarkan untuk membelinya dengan harga Rp200 miliar, namun ia menolaknya. Ia tidak menjelaskan siapa yang menawar aplikasi ciptaannya ini.

Ia ingin menjadikan Callind produk anak bangsa yang mendunia, juga berharap pemerintah Indonesia lebih memperhatikan karya anak bangsa.

Novi Wahyuningsih seorang lulusan Universitas Gadjah Mada, mengembangkan karier dari usia 18 tahun hingga mampu menjadi direktur utama di beberapa perusahaan berbasis IT di Malaysia dan Indonesia. Di antaranya Direktur Utama PT Wahyu Global Abadi, Direktur Utama PT Callind Network International, Direktur Utama PT Rise Solution International, dan Komisaris PT Rise Halcyon Solution. (af)