UNTUK INDONESIA
Novel Baswedan dan 4 Tokoh Dirawat RS Luar Negeri
Masyarakat Indonesia masih banyak yang melakukan pengobatan ke luar negeri, tak terkecuali tokoh terkenal di Indonesia, siapa sajakah mereka?
Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan) berorasi bersama mahasiswa lintas universitas saat menggelar aksi mendukung KPK di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta - Rumah sakit memang sebagai salah satu fasilitas layanan kesehatan yang memiliki peranan penting dalam menangani segala keluhan penyakit yang diderita oleh masyarakat Indonesia. 

Namun, keadaan sekarang ini rumah sakit berada dalam iklim persaingan yang begitu ketat, karena begitu banyaknya pilihan pelayanan kesehatan yang bisa menjadi rekomendasi untuk masyarakat melakukan pengobatan. 

Memang untuk tetap eksis dan dipercaya masyarakat, rumah sakit harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan terampil. Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah mengenai pemberian pelayanan yang prima. 

Jika melihat kondisi saat ini, sayangnya rumah sakit di Indonesia belum dapat memberikan fasilitas kesehatan yang baik untuk masyarakat.  

Dengan begitu, masyarakat masih saja ada yang beranggapan rumah sakit yang terdapat di luar negeri jauh lebih "bagus" dibandingkan dengan yang ada di Indonesia.

Adanya opini seperti itu, tak bisa dipungkiri masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pengobatan ke rumah sakit luar negeri, tak terkecuali dengan para pejabat negara hingga tokoh terkenal Tanah Air. 

Berikut ini adalah tokoh Indonesia yang mendapatkan perawatan di rumah sakit luar negeri:

1. Ali Alatas

Ali AlatasMantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas. (Foto: Arsip Antara/AJF Makiwawu/hp/08)

Ali Alatas adalah seorang diplomat dan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia 1988-1999 di bawah kepemimpinan Soeharto dan B.J Habibie. 

Hingga menjelang ajalnya, ia masih menjabat sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB, Utusan Khusus Presiden RI untuk masalah Timur Tengah dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Ali menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 11 Desember 2008 pukul 07.30 waktu setempat. Dia menjalani perawatan di sana akibat serangan jantung pada 20 November 2008 silam.

Rumah sakit tempat Ali Alatas dirawat itu memang sebagai rumah sakit besar yang ada di Singapura. Reputasinya di Asia sudah tidak bisa dipungkiri lagi. 

Didirikan pada 8 Desember 1979 oleh perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha asal Singapura dan Indonesia, rumah sakit ini merupakan rumah sakit pertama yang memperoleh sertifikasi ISO 9000:2002. 

Selain itu, Rumah Sakit Mount Elizabeth merupakan anggota dari Parkway Holdings, sebuah kelompok yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan.

2. Ustaz Arifin Ilham

Ustaz Arifin IlhamUstaz Arifin Ilham (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)

K.H. Muhammad Arifin Ilham atau yang biasa dikenal dengan Ustadz Arifin Ilham juga salah satu tokoh Indonesia pernah menjalani perawatan di luar negeri. 

Namun sayang, nyawa Ustaz Arifin Ilham tidak terselamatkan akibat penyakit kanker getah bening, meski sudah menjalani rangkaian perawatan intensif di Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia pada 22 Mei 2019 silam.

3. Novel Baswedan

Novel BaswedanPenyidik KPK Novel Baswedan (kanan) berorasi bersama mahasiswa lintas universitas saat menggelar aksi mendukung KPK di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Kasus yang menimpa Novel Baswedan juga tidak luput dari perhatian. Bagaimana tidak, saat hendak pulang ke rumahnya sehabis melaksanakan salat subuh di Masjid Al Ikhsan yang hanya berjarak 30 meter, dia disiram air keras oleh orang yang tidak dikenalnya.

Penyidik Senior KPK itu sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading sebelum dipindahkan ke Jakarta Eye Center. Namun, merasa matanya harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif, akhirnya memutuskan menjalani perawatan lebih lanjut di Singapore General Hospital. 

Singapore General Hospital ini merupakan rumah sakit tertua yang ada di Singapura karena dasar dari bangunan pertama diletakkan pada tahun 1821. 

Pada tahun 2010, Singapore General Hospital yang menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil meraih penghargaan Magnet Recognition in Nursing Excellence dari American Nurses Credentialing Center.

Lalu penghargaan yang terbarunya adalah Award of Excellence dari APEX Awards tahun 2014.

4. BJ Habibie

BJ HabibieBJ Habibie menaiki motor gede. (Foto: Instagram/museum_mandiri)

Presiden Republik Indonesia ketiga ini sebelum menghembuskan nafas terakhir, sempat dirawat di Klinik Starnberg yang berada di dekat kota Munchen, Jerman, karena menderita kebocoran di katup jantung dan tekanan darahnya naik.

Rumah sakit itu dibangun pada 4 April 1960 oleh dewan kota distrik Starnberg dan mulai dioperasikan pada 1965.  Klinik ini menjadi salah satu rumah sakit yang cukup terkenal di negara pemenang piala dunia 2014 tersebut.

Sejak 1 Juli 2018 lalu, Klinik Starnberg telah menjadi bagian dari “Starnberger Kliniken gmbH” dan dengan demikian juga diperlengkapi dengan tugas-tugas yang semakin menuntut di sector kesehatan.

5. Ani Yudhoyono

Ani YudhoyonoKunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyon bersama Ani Yudhoyono di Kota Parepare tahun 2014 yang lalu. (Foto: Dokumen Pemerintah Kota Parepare)

Istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono juga pernah dirawat di rumah sakit yang terdapat di luar negeri.

Namun sayangnya, nyawa Ani tidak terselamatkan. Ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono ini menjalani perawatan di National University Hospital di Singapura akibat penyakit kanker darah yang dideritanya.

National University Hospital tersebut didirikan pada 1985 dan berfungsi sebagai rumah sakit tersier, pusat pelatihan klinis dan pusat penelitian untuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi dari National University of Singapore.

Rumah sakit ini telah mendapatkan akreditasi Joint Commission International pada 2004 dan penghargaan dari Singapore Service Class pada tahun yang sama. Selain itu National University Hospital juga telah mendapatkan tiga sertifikasi ISO. (Dimas Wijanarko)

Baca juga:

Berita terkait
Ajakan Tito Karnavian ke Ibu PKK Demi Kesehatan
Mendagri Tito Karnavian mengajak ibu-ibu PKK mengkampanyekan hidup sehat terutama mencegah stunting.
BPJS Kesehatan Naik, Jelaskan Alur dan Bersihkan Oknum
Presiden Joko Widodo meminta para menterinya memberikan penjelasan yang clear terkait skema kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan.
Dokter Terawan, Pengobat Stroke Calon Menteri Kesehatan
Kepala RSPAD, dokter Terawan, masuk jajaran kabinet Jokowi. Metode penyembuh stroke-nya ditentang IDI.
0
Presiden Venezuela Kecam Kudeta Bolivia
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengecam kudeta Bolivia.