UNTUK INDONESIA
Nelayan Asahan Tenggelam Ditemukan Tewas Mengapung
Seorang nelayan warga Kabupaten Asahan, Sumut, tenggelam di perairan Tanjung Balai-Asahan, ditemukan setelah tiga hari dinyatakan menghilang.
Nelayan tenggelam di perairan Tanjung Balai-Asahan ditemukan meninggal dunia dievakuasi tim SAR gabungan.(Foto: Tagar/Istimewa)

Medan - Rizal, 32 tahun, warga Dusun XI, Desa Silo Baru, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumut, tenggelam di perairan Tanjung Balai-Asahan. Setelah tiga hari dinyatakan menghilang, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Medan Toto Mulyono membenarkan adanya temuan korban tenggelam, dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

"Sudah tiga hari tim SAR dan gabungan dari BPBD dan lainnya melakukan pencarian korban tenggelam. Seorang nelayan yang setiap harinya pergi melaut. Dia dinyatakan tenggelam dan hilang Kamis, 20 Agustus 2020. Telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Toto.

Bersyukur tim SAR gabungan di lapangan berhasil menemukan korban sekitar pukul 12.00 WIB

Selama tiga hari, Tim SAR dan gabungan terus melakukan pencarian. Mereka menggunakan perahu boat dan dibantu perahu LCR milik BPBD Kaupaten Asahan.

Tim menyisir sepanjang area sesuai rencana operasi SAR. Untungnya di saat pencarian hari ke tiga situasi cuaca tidak begitu menyulitkan.

"Pencarian hari ini memasuki hari ke tiga dilakukan dengan memperluas area pencarian sekitar 60 nanometer dari lokasi kejadian. Akhirnya membuahkan hasil. Bersyukur tim SAR gabungan di lapangan berhasil menemukan korban sekitar pukul 12.00 WIB, sejauh sekitar 12 nanometer ke arah utara barat laut dari lokasi korban tenggelam," ungkapnya.

Rizal ditemukan mengapung tanpa menggunakan baju. Kondisi badannya sudah membengkak. Tim SAR langsung mengangkat jasad Rizal dengan menggunakan tas plastik.

"Setelah korban ditemukan, langsung dievakuasi ke daratan dan diserahkan ke pihak keluarga. Korban tenggelam disebabkan cuaca buruk, angin kencang dan gelombang laut yang tinggi," terangnya.

Semula Rizal berangkat melaut bersama dengan Wagino, 32 tahun. Mereka menggunakan kapal motor dengan panjang 3,5 meter. Sesampainya di laut cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang laut yang tinggi, sehingga mereka berniat kembali pulang.

Namun nahas, saat di perjalanan pulang, ombak yang tinggi menggulung kapal motor mereka dan tenggelam.

Wagino berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi dan Rizal menghilang dan akhirnya ditemukan meninggal dunia.[]

Berita terkait
Warga Asahan Tewas Tabrakan di Simalungun
Seorang pengendara sepeda motor asal Kabupaten Asahan tewas di Simalungun.
Wanita asal Simalungun Tewas di Sungai Asahan
Seorang wanita asal Kabupaten Simalungun, ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Silau, Kabupaten Asahan.
Edy Rahmayadi Angkat Pejabat Bermasalah dari Asahan
Edy Rahmayadi mengangkat eks Kadis Kesehatan Asahan, dr Aris Yudhariansyah menjadi Sekretaris Dinas Sumatera Utara.
0
Gara-gara Handphone Suami Tega Bunuh Istri di Bandung
Hanya masalah handphone, seorang suami di Bandung tega membunuh istrinya yang sedang hamil tujuh bulan.