UNTUK INDONESIA

Nasdem dan PDIP Jakarta Enggan Interpelasi Anies Baswedan

Soal kerumunan Rizieq Shihab, Fraksi Partai Nasdem dan PDI-Perjuangan di DPRD DKI tidak gunakan hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diapresiasi pesepeda dari negara-negara Nordik. (Foto: Tagar/Twitter Anies Baswedan)

Jakarta - Terkait kerumunan Rizieq Shihab, Fraksi Partai Nasdem dan PDI-Perjuangan di DPRD DKI tidak akan menggunakan hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan sebagaimana yang akan digulirkan Fraksi PSI. Nasdem menilai Anies tidak bersalah, sementara PDIP ingin fokus membahas anggaran APBD tahun 2021.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Wibi Andrino menyebutkan pihaknya tak sejalan dengan Fraksi PSI yang akan menggulirkan hak Interpelasi untuk meminta keterangan Gubernur Anies Baswedan terkait pembiaran kerumunan kegiatan Maulid Nabi dan resepsi pernikahan putri Pimpinan FPI Rizieq Shihab.

"Tidak (akan menggulirkan hak interpelasi)," kata Wibi Andrino saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Menurut Wibi, dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan di Pertamburan, posisi Anies tak bersalah karena sudah melakukan imbauan bahkan telah memberikan sanksi denda administratif pada Rizieq sebesar Rp50 juta.

"Kami memandang bahwa pak gubernur sudah menjalankan apa yang dia tulis dalam pergub, sudah mengimbau, sudah melakukan denda, jadi mau apa lagi," ujar anggota Komisi A ini.

Wibi menilai Anies sudah bekerja baik dengan memberikan imbauan keramaian dan telah menerjunkan anak buahnya untuk memantau protokol kesehatan di acara tersebut.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan dalam kasus ini ialah Rizieq Shihab yang sudah mengundang kerumunan dengan menggelar kegiatan tersebut.

"Pak Anies kan juga punya aparatur perangkat daerah yang bekerja di bawahnya, sudah ada satpol PP, wali kota jakarta pusat, bagian-bagian itu sudah bekerja, agar acara itu tidak melanggar protokol," ucapnya.

Ia juga mempertanyakan Fraksi PSI yang berniat menggunakan hak interpelasi untuk meminta keterangan Anies terkait pelanggaran protokol ini. Sebab menurutnya Anies tidak bersalah dalam kegiatan Rizieq Shihab ini.

"Terus mau penjelasan apa lagi ke Pak Gubernur? Saya rasa sudah clear, di sini kita objektif aja," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengaku pihaknya belum berencana menggulirkan hak interpelasi terhadap Anies untuk menjelaskan pelanggaran protokol kesehatan di Pertamburan.

Alasan Gembong tak memikirkan hal itu, karena saat ini pihaknya tengah fokus membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021.

"Belum ada niatan itu, karena kita masih fokus pada pembahasan APBD 2021 jadi kita belum sampai ke tahapan itu," katanya.

Menurut Gembong, hal itu boleh saja dilakukan Fraksi PSI, karena sikap politik PSI dalam memandang kasus ini.

"Itu kan soal sikap politik, tapi PDIP sekarang lagi fokus bekerja pembahasan APBD 2021 intinya itu," tuturnya dilansir Antara.[]

Berita terkait
Pakar Minta Polisi Buktikan Pasal yang Dilanggar Anies - Rizieq
Luthfi Yazid menyinggung pasal yang dipakai kepolisian untuk memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kerumunan massa Rizieq Shihab.
PSI DKI Akan Panggil Anies Baswedan, Apa Itu Hak Interpelasi?
Mengenal hak interpelasi yang akan digunakan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta keterangan Gubernur Anies Baswedan terkait pelanggaran protkes.
Pakar Bandingkan Kasus Anies - Rizieq dengan Pilkada
Pilkada serentak yang akan dilakukan pada Desember 2020 nanti akan diadakan di 270 daerah.
0
Nasdem dan PDIP Jakarta Enggan Interpelasi Anies Baswedan
Soal kerumunan Rizieq Shihab, Fraksi Partai Nasdem dan PDI-Perjuangan di DPRD DKI tidak gunakan hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan.