UNTUK INDONESIA

Nahdlatul Ulama Tolak Kampanye Anti Vaksin

Tokoh Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin menyampaikan, pihaknya menolak adanya kampanye-kampanye menolak vaksin.
Tokoh PBNU KH Ahmad Ishomuddin. (Foto: Tagar/YouTube)

Jakarta - Sejak Rabu, 13 Januari 2021, pemerintah menggelar vaksinasi Covid-19. Presiden Jokowi yang pertama menerima vaksin. Tidak ditampik, masih banyak pihak yang menolak bahkan sampai melakukan kampanye anti vaksin.

Merespons itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Ishomuddin menyampaikan, pihaknya menolak adanya upaya atau kampanye-kampanye menolak vaksin.

"Kita tak perlu takut dan kita memang memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan kita masing-masing. Oleh karena itu marilah kita ikuti program pemerintah. Kita menolak dengan tegas kampanye-kampanye yang anti vaksin," kata Ishomuddin saat di Istana Merdeka, Jakarta, mengikuti vaksinasi perdana.

Dia mengatakan, vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan ikhtiar, merupakan upaya untuk melindungi jiwa.

Disebutnya, tujuan diturunkannya agama adalah untuk menjaga jiwa. Jangan sampai yang sehat tertimpa sakit dan jangan sampai yang sakit tidak sembuh.

"Oleh karena itu, vaksinasi sebagai sebuah upaya adalah merupakan kewajiban kita semua agar kita tercegah dari wabah yang sedang melanda dunia ini, yaitu serangan virus Covid-19," katanya.

Dia kemudian menganjurkan khususnya kepada seluruh warga NU di Indonesia untuk mengikuti vaksinasi yang digelar pemerintah.

Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga masyarakat Indonesia pulih

Upaya vaksinasi ini, menurut Ishomuddin, mudah-mudahan efektif membantu Indonesia keluar dari pandemi yang berdampak luar biasa terhadap segala sisi kehidupan termasuk di dalamnya ekonomi.

"Banyak para ulama, banyak para kiyai bahkan para dokter, tenaga kesehatan dan lain-lain yang telah mendahului kita. Oleh karena itu pecegahan melalui vaksinasi ini menjadi sesuatu yang penting," katanya.

Baca juga: 

Kata Ishomuddin, pihaknya akan terus berupaya meyakinakn seluruh masyarakat Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi dengan tanpa rasa takut, dan tidak perlu diragukan karena vaksin ini telah memperoleh sertifikasi halal.

"Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga masyarakat Indonesia pulih. Percayalah bahwa pemerintah Indonesia tidak akan menyengsarakan rakyatnya dan tidak akan mencelakakan rakyatnya. Mudah-mudahan dengan vaksin kita menjadi imun, mari kita patuhi prokes pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak," tandasnya. 

Dalam catatan Tagar, anggota DPR RI Komisi IX dari PDIP Ribka Tjiptaning salah satu tokoh yang menolak dirinya divaksin.

Ribka menyampaikan sikapnya itu dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny Lukito, dan Direktur PT Bio Farma Honesti Basyir.

"Kalau persoalan vaksin, saya tetap tidak mau divaksin. Maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin, mau semua usia boleh. Tetap!," tegas Ribka, Rabu, 13 Januari 2021.

Dia mengaku lebih memilih untuk membayar sanksi dari pada harus melakukan vaksin, termasuk anak cucunya.

"Misalnya hidup di DKI semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta, mending saya bayar," ujarnya.

Ribka Tjiptaning meragukan kejelasan vaksin Covid-19 ini. Sebab, berkaca dari pengalamannya dalam program-program vaksin sebelumnya.

Misalnya, vaksin anti polio mengakibatkan orang lumpuh di Sukabumi. Lalu, vaksin kaki gajah di Majalaya menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

"Karena di India ditolak, di Afrika ditolak. Masuk di Indonesia dengan 1,3 triliun waktu saya ketua komisi. Saya ingat betul vaksin ini," jelasnya.[]

Berita terkait
Sertifikat Halal Vaksin Sinovac, Wamenag Ajak Vaksinasi
Zainut Tauhid Sa’adi serahkan sertifikat halal vaksin Sinovac kepada Direktur Utama PT Bio Farma serta ajak masyarakat ikut vaksinasi.
Loka POM Belitung Ikuti Rakor Kesiapan Vaksinasi Covid-19
Kepala Loka POM di Kabupaten Belitung mengatakan aspek yang menjadi sasaran penjagaan Badan POM di daerah merupakan penjagaan mutu vaksin.
Inggris Siap Buka Pusat Vaksinasi Virus Corona Massal
Para pejabat Inggris mengatakan ribuan warga lansia yang berusia 80 tahun dan lebih sepuh telah terima undangan untuk divaksinasi virus corona
0
Pria di Pinrang Ditikam Badik karena Tak Bayar Utang
Pemuda berusia 18 tahun di Kabupaten Pinrang Sulsel ditangkap polisi karena menikam temannya yang tak membayar utang.