UNTUK INDONESIA
Mutasi di Polri Sesuai Kebutuhan Organisasi
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini melakukan mutasi besar-besaran terhadap sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono. (Foto: Tagar/Dok. Polisi)

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini melakukan mutasi besar-besaran terhadap sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Polisi sebut, mutasi ini penilaian objektif berbasis kinerja dan juga kebutuhan organisasi Polri.

"Mutasi dan promosi adalah Pamen dan Pati Polri sudah melalui proses penilaian obyektif dan sesuai kebutuhan organisasi," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, Sabtu 2 Mei 2020.

Kapolri Jenderal Idham Azis merotasi total 217 pati dan pamen kepolisian. Sejumlah jenderal dimutasi dan mendapat jabatan baru. Mereka ini di mutasi ke tempat yang baru atas kinerja mereka masing-masing. Bukan karena mereka menghadap atau sowan kepada pimpinan.

Mutasi dan promosi adalah Pamen dan Pati Polri sudah melalui proses penilaian obyektif dan sesuai kebutuhan organisasi.

"Seluruh anggota korps Bhayangkara kebiasaan menghadap atau sowan kepada pimpinan untuk meminta atau mendapatkan jabatan itu, sudah tidak berlaku. Tapi tunjukan prestasimu karena kelak Polri yang mencarimu," tegas Argo saat menyampaikan pesan Kapolri.

Argo menegaskan, seluruh anggota Polri dari mulai pangkat bintara hingga jenderal, selalu berpedoman dan memegang teguh semangat profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Apalagi dalam situasi dan kondisi Pandemik Covid-19 sekarang, anggota Polri harus bahu membahu dalam menangani wabah corona.

“Mari kita fokus pada hal-hal yang produktif demi Indonesia Jaya,” pungkas Argo.

Diketahui, Kapolri melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran melalui Surat Telegram bernomor ST/1377/V/KEP/2020, ST/1378/KEP/2020, ST/1379/V/KEP/2020, ST/1380/V/KEP/2020, ST/1381/V/KEP/2020, ST/1382/V/KEP/2020, ST/1383/V/KEP/2020. Seluruhnya TR ini ditandatangani langsung Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Sejumlah nama jenderal dimutasi ke jabatan baru. Misalnya Irjen Boy Rafli Amar diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Lemdiklat Polri.

Ada juga Irjen Mohammad Iqbal, dari Kadiv Humas kini menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Jabatan Kadiv Humas kemudian diisi oleh Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Karopenmas Mabes Polri.

Kemudian Kapolda Kalsel yang sebelumnya dijabat Irjen Yazid Fanani kini dijabat oleh Irjen Nico Afinta yang sebelumnya menjabat sebagai Sahlisospol Kapolri. Sementara Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto pun demikian. Kini posisinya digantikan Irjen Aris Budiman yang dulunya menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri. []

Berita terkait
Mutasi Besar Polri, IPW: Orangnya Jokowi dan Kapolri
IPW menuding mutasi besar-besaran yang dilakukan Polri merupakan langkah untuk menaikkan orang-orangnya Presiden Jokowi dan Kapolri Idham Azis.
Mutasi Polri: M Iqbal Kapolda NTB, Argo Kadiv Humas
Irjen Pol Mohammad Iqbal mendapatkan promosi menjadi Kapolda NTB. Sedangkan Brigjen Argo menempati Kadiv Humas Polri.
Perwira Pemilik Senpi Tewaskan Polisi Medan Dimutasi
Perwira Polda Sumatera Utara pemilik senpi yang menewaskan polisi di Medan dimutasi.
0
KLHK: Padat Karya Penanaman Mangrove Pulihkan Perekonomian
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperluas cakupan Kegiatan Padat Karya di 34 provinsi.