Jakarta, (Tagar 13/2/2019) - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan tampannya calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak mempengaruhi suara calon presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Ia mengatakan fisik bukanlah ukuran dalam memenangkan suara di Pilpres. Sekalipun, Sandiaga memiliki wajah yang tampan, bukan berarti itu menjadi kriteria calon pemimpin negara yang bisa membangun Indonesia.

"Fisik bukan segalanya untuk dipilih. Karena yang dilihat adalah political will dan semangat untuk mengubah bangsa," kata Adi Prayitno saat dihubungi Tagar News, Selasa (12/2).

"Sandi punya modal muda dan ganteng. Tapi untuk mengalahkan Jokowi, ganteng saja tidak cukup," ucap dia.

Adi mengatakan, kriteria pemilih terhadap capres atau cawapres yang tampan hanya menjadi penilaian sebagian kaum milenial saja.

"Mungkin hanya sebagian milenial saja yang minat (memilih yang ganteng). Tapi segmen pemilih lainnya punya preferensi memilih yang berbeda," ujarnya.

Ia menegaskan capres-cawapres yang dipastikan akan menang dalam Pilpres 2019 ini, jika memiliki visi dan misi yang baik untuk Indonesia. Bahkan cara berkampanye paslon juga bisa mempengaruhi kemenangan di Pemilu.

"Ya pasti visi misi dan cara berkampanye yang baiklah yang menentukan kemenangan," ungkapnya.

Menurut dia, masyarakat sekarang ini sudah cerdas dalam menentukan pilihannya di Pilpres nanti. Bahkan tentunya masyarakat akan melihat kinerja yang sudah pernah dijalankan oleh calon presiden-wakil presidennya dalam membangun negara Indonesia.  

"Ya. Yang memilih karena fisik itu zaman dahulu. Sekarang yang dilihat kinerja dan kemauan membangun negara," pungkasnya. []

Baca juga: