UNTUK INDONESIA
Mulai Dari Gudeg Hingga Oseng-oseng Mercon Kaleng, Yogyakarta Pesta Kuliner
Beragam kuliner khas Yogyakarta menjadi buruan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satu stand festival kuliner Bakso Klenger, ukuran bakso jumbo hingga 2 kilogram (Kg) di Area Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (30/3). (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta, (Tagar 30/3/1019) - Yogyakarta memiliki daya tarik bagi wisatawan, salah satu tentang kulinernya. Beragam kuliner menjadi buruan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam dua hari ini, Sabtu-Minggu (30/3), sebanyak 100 jenis kuliner favorit Yogyakarta difestivalkan di area parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Festival kuliner bertajuk Temukan Rasa Favoritmu ini diprakarsai oleh Teh Pucuk Harum.

Brand Manajer Teh Pucuk Harum Yustina Amelia mengatakan, dalam festival kuliner ini, pengunjung khususnya foodies bebas menjelajahi kuliner favorit Yogyakarta. "Lebih dari 100 tenant kuliner dihadirkan. Terbagi dalam tiga zona rasa; gurih, manis, dan pedas," katanya, Sabtu (30/3).

Sederet kuliner favorit Yogyakarta dari yang legendaris sampai yang tengah hits di kalangan foodies ada di festival ini. Kuliner favorit itu seperti Gudeg Yu Djum, Oseng Mercon Bu Narti, Sate Klathak Pak Jede, Jejamuran, Ceker Huhah, Bakmi Kadin, Mie Setan, Bakpia Kukus Tugu, Martabak Markobar dan Mangkok Kelapa.

Para foodies bisa menemukan semua rasa favoritnya langsung dalam satu tempat tanpa perlu menempuh jarak yang jauh dari satu lokasi ke lokasi lainnya. "Harga kulinernya terjangkau, lokasi festival strategis dan tidak perlu membeli tiket masuk alias free entry," tegasnya.

Food Influencer Arief Budiman mengatakan, kuliner Yogyakarta luar biasa. Beragam kuliner dari legendaris sampai hits ada di kota ini. Inovasi kuliner juga dilakukan untuk memanjakan selera foodies maupun sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. "Yogyakarta identik dengan gudeg, sudah ada yang dikemas dalam kaleng, begitu juga Oseng-oseng Mercon Bu Narti versi kaleng. Inovasi itu cocok untuk oleh-oleh," jelasnya.

Arief menjelaskan, Yogyakarta terkenal dengan kulinernya karena beberapa hal. Salah satunya Yogyakarya sudah seperti miniatur Indonesia. Berbagai suku tinggal di sini sehingga semua jenis kuliner Nusantara pun ada di sini. Di situlah muncul inovasi kuliner.

"Banyak orang beranggapan kuliner Yogyakarta itu identik rasa manis. Itu tidak selamanya benar. Kuliner rasa pedas sudah sangat banyak di sini seperti gudeg mercon, oseng-oseng mercon. Mercon itu menandakan karena super pedas," paparnya.

Di ajang festival kuliner ini, berlaku happy hour. Pada jam-jam tertentu ada diskon Rp 10.000 di semua tenan. Selain itu, brand teh kemasan yang menyelenggarakan acara ini bagi-bagi 10,000 tusuk Sate Klathak secara gratis hanya dengan menukarkan dua botol teh kemasan tersebut.

Menurut Yustina, festival kuliner ini menjadi ruang dan mendorong perkembangan bisnis kuliner lokal agar semakin dikenal masyarakat khususnya pecinta kuliner. "Otomatis itu mendorong menggerakkan ekonomi, menumbuhkan UMKM kuliner serta mempromosikan kuliner favorit yang akhirnya menjadi ikon kuliner di Yogyakarta," jelasnya.

Baca juga: Humanity Food Truck, Dapur Umum Mobile yang Sanggup Memasak 1.500 Porsi Makanan Siap Santap

Berita terkait
0
Polisi Sita Kayu Tak Bertuan di Aliran Sungai Pessel
Polisi mengamankan kayu tak bertuan dari aliran Sungai Air Haji, Nagari Air Haji Tenggara, Kecamatan Linggosari Baganti, Pesisir Selatan, Sumbar.