TAGAR MISTERI

jangan dibaca sendirian

← PESANAN TERAKHIR

episode 1 dari 7

Penumpang Pukul 00.17

Raka menerima pesanan terakhir malam itu dari sebuah halte tua di pinggir kota. Tarifnya cukup besar untuk jarak yang tercantum, jadi ia tidak berpikir panjang. Namun, begitu tiba, ia menemukan seorang perempuan berbaju putih berdiri sendirian di bawah lampu yang berkedip-kedip.

Penumpang Pukul 00.17
  1. 01

    Pesanan Tanpa Nama

    Hujan baru saja berhenti ketika ponsel di dashboard menyala. Raka menoleh sekilas. Layar itu menyala biru di dalam gelap kabin, memantulkan cahaya ke kaca spion, ke wajahnya yang lelah. Jam digital di motornya menunjukkan 00.17 . Ia sudah delapan jam di jalan. Punggungnya pegal, jaket ojeknya lemba…

    0 bergambar

  2. 02

    Perempuan yang Tidak Kehujanan

    Hujan turun lagi. Bukan gerimis. Bukan rintik pelan yang menyentuh aspal seperti kapas. Hujan yang turun tiba-tiba, deras, seperti tumpahan dari langit yang pecah. Raka merasakan air menembus jaketnya dalam hitungan detik, menetes dari ujung helm, membasahi sarung tangannya. Dan perempuan di jok be…

    0 bergambar

  3. 03

    Suara dari Jok Belakang

    Sepuluh menit pertama setelah papan nama Kalipandan, jalan itu masih bersahabat. Tanahnya padat, bukan lumpur. Pohon-pohon karet berdiri di kanan dan kiri dengan jarak yang teratur, dan di antara batang-batangnya, hujan tinggal gerimis yang malas. Raka bisa mendengar suara ban motornya sendiri lagi…

    0 bergambar

  4. 04

    Jembatan yang Tidak Ada di GPS

    GPS itu berbicara lagi. Bukan dengan suara — Raka sudah mematikan panduan suaranya sejak lama — tapi dengan panah biru yang berputar di layar. Panah itu menunjuk ke kanan. Ke sebuah jalan sempit yang bahkan tidak terlihat dari tempat Raka berhenti. Jalan itu tidak ada di peta yang ia hafal. Bukan j…

    0 bergambar

cerita berlanjut

Episode 2: Desa yang Tidak Mengenal Pendatang