Sleman - Minat generasi muda untuk menjadi petani semakin berkurang. Salah satu penyebabnya karena profesi tersebut diasumsikan minim dari segi penghasilan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Panitia Pekan Daerah (Peda) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI 2019, Tarto, yang ditemui di lokasi Peda KTNA XVI 2019, Lapangan Desa Purwobinangun, Pakem, Selasa, 9 Juli 2019.

Tarto menjelaskan, salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah  meningkatkan minat generasi muda untuk menjadi petani.

"Tujuannya jelas untuk mengangkat anak muda supaya senang jadi petani. Berkurang sama sekali (generasi muda yang mau jadi petani), sekarang kita nyari misalnya tukang tanam manual itu sudah susah sekali. Apalagi pekerjaan lain, sekarang kan sudah semi mesin," paparnya.

Ada tiga faktor yang menyebabkan generasi muda enggan menjadi petani, yakni, karena profesi petani dianggap sebagai provesi level terbawah, kedua karena kotor dan ke tiga karena penghasilannya minim.

Padahal asumsi-asumsi tersebut kata dia, sudah tidak relevan. Karena, jika sektor pertanian digeluti secara serius dan tekun, mampu memberikan penghasilan yang tidak sedikit.

Artikel lainnya: Polres Sleman Amankan Pelaku Prostitusi Online

Meski diakuinya, jika petani masih menggunakan cara tradisional, memang sulit untuk meningkatkan perekonomiannya. Yang dibutuhkan menurutnya adalah inovasi pada sektor pertanian.

"Sebetulnya kalau dunia pertanian ditekuni, itu lebih secara ekonomi lebih tinggi, selama kita berinovasi," tuturnya.

Selain menggelar kegiatan semacam itu, untuk meningkatkan minat pemuda menjadi petani, KTNA juga sering menggelar seminar atau penyuluhan, dan memperkenalkan dunia pertanian yang lebih menarik.

"Makanya kita coba juga perkenalkan wisata pertanian, karena di situ tidak harus tiap hari harus bergelut di tanah, tapi kita juga bisa secara managerial seperti apa, supaya mereka tertarik," paparnya.

Artikel lainnya: Yogyakarta Kirim Tenaga Kerja Pertama Kali ke Jepang

Upaya yang dilakukan oleh KTNA kata dia, juga didukung penuh oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan. Termasuk dengan memberikan penyuluhan.

"Nanti hasil dari Peda ini ada rembug-rembug, nanti kita akan bawa ke tingkat nasional, kaitannya dengan lahan pertanian khususnya di Sleman. Di Sleman kita jual inovasi untuk merekrut anak muda," imbuhnya.

Kegiatan tersebut dikatakannya  melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan pertanian, mulai dari penyalur benih dan pupuk, juga kelompok wanita tani, dan UMKM. "Total stand 50-an ke atas," pungkasnya. []