Indonesia
Mimpi Buruk Bila Liverpool Kalah di Liga Champions
Liverpool terbebani saat menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Champions, Minggu pukul 02.00 dini hari nanti.
Liverpool terbebani saat menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu pukul 02.00 dini hari nanti. Manajer Juergen Klopp diharapkan bisa menghapus kegagalan Liverpool di liga dengan menjadi juara Liga Champions. (Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Liverpool terbebani di pertandingan final Liga Champions. Dalam all English final melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu 2 Juni 2019 pukul 02.00 WIB, Liverpool justru mendapat tekanan lebih besar untuk menjadi juara. 

Mantan penyerang tim nasional Inggris Alan Shearer mengungkapkan Liverpool akan mengalami mimpi buruk bila gagal menjadi juara. Pasalnya musim ini The Reds menjalaninya secara luar biasa, baik di Liga Premier Inggris dan Liga Champions. 

Perjalanan Liverpool menuju Madrid memang luar biasa. Mereka secara dramatis lolos ke final setelah menyingkirkan Barcelona. Kalah 0-3 di laga pertama, Liverpool mampu membalikkan keadaan dengan membantai Barca 4-0 di Anfield. 

Siapa mengira tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino Liverpool bisa menghabisi Blaugrana sampai mencetak empat gol tanpa balas.  Dan apa akibat dari pembantaian itu? Barca tak pernah bangkit kembali sampai akhir musim karena secara mental mereka langsung ambruk. Bahkan di final Copa del Rey, Barca akhirnya dipaksa menyerah 1-2 oleh Valencia. 

Bila sampai mengakhiri musim ini tanpa memenangi trofi, ini bisa berpengaruh pada kepercayaan diri pemain dan mentalitas mereka

Gagal Total 

Nasib sama bisa dialami Liverpool bila gagal total saat tim mencapai performa terbaik. Apalagi mereka sudah gagal secara menyakitkan di Liga Premier. Liverpool hanya kalah satu poin dari Manchester City yang kemudian tampil sebagai juara. 

Menurut Shearer Liverpool benar-benar menjalani kompetisi yang panjang dan melelahkan. Bila sampai gagal di puncak, maka ini bisa berpengaruh pada mental pemain, terutama saat mereka memasuki kompetisi musim baru. 

"Mereka meraih 97 poin di kompetisi yang diperkirakan dimenangkan oleh mereka. Begitu pula di luar prediksi, Liverpool bisa mencapai final Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut," kata Shearer. 

Dilanjutkannya, "Bila sampai mengakhiri musim ini tanpa memenangi trofi, ini bisa berpengaruh pada kepercayaan diri pemain dan mentalitas mereka." 

Situasi hampir mirip pernah dialami klub Bundesliga Jerman, Bayer Leverkusen. Di musim 2002, Leverkusen nyaris meraih treble. Ya, mereka hanya nyaris juara. Mereka mencapai final Liga Champions dan Piala Jerman. Di kompetisi, Leverkusen sempat menduduki puncak klasemen dan sudah unggul cukup jauh dengan Bayern Munich. 

Di penghujung musim, Leverkusen harus menerima kenyataan diledek dengan sebutan 'neverkusen' karena tiga trofi gagal diraih. Di final Piala Jerman, mereka kalah dari Schalke. Begitu pula di Bundesliga, Bayern berhasil merebut gelar juara di laga terakhir. 

Bagaimana dengan final Liga Champions? Leverkusen ditaklukkan Real Madrid 1-2. Dan gol penentuan Madrid dicetak Zinedine Zidane lewat tendangan first time yang spektakuler. 

Bagi pemain Leverkusen yang memperkuat Jerman di Piala Dunia 2002 seperti Michael Ballack, penderitaan mereka kian komplet. Pasalnya di final Piala Dunia, Jerman dipaksa menyerah oleh Brasil

Itu cerita soal Leverkusen yang sampai kini sulit bangkit dan tak pernah memenangi trofi. Beruntung klub itu masih bertahan di kasta tertinggi Jerman. 

Shearer memperkirakan Liverpool tidak akan mengulangi kesalahan saat menghadapi Tottenham. Manajer Jurgen Klopp diyakini mampu menghapus kegagalan itu dengan memenangi Liga Champions untuk keenam kalinya. 

"Klopp butuh trofi untuk menunjukkan kinerjanya yang brilian di Anfield," kata Shearer. Persoalannya di enam final, Klopp tak pernah beruntung. Dia selalu gagal di tiga final bersama Borussia Dortmund dan tiga kali saat bersama Liverpool, termasuk di final Liga Champions musim lalu. 

Ini yang menjadi handicap Liverpool menjelang duel melawan Tottenham. Mampukah Klopp menghapus kegagalan dengan meraih trofi kuping besar? Kita lihat saja nanti. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Tuding FPI, Tagar Tangkap Abu Janda Trending
Buntut kicauannya yang menuding FPI ikut menyerbu asrama mahasiswa Papua di Surabaya, tagar tangkap Abu Janda trending di media sosial.