UNTUK INDONESIA
Merry Riana: Inilah Ciri Orang Sukses Versus Orang Gagal
Tiap orang bisa mendeteksi diri sendiri termasuk orang gagal atau orang sukses. Ini caranya.
Merry Riana. (Foto: Instagram/Merry Riana)

Jakarta, (Tagar 27/4/2018) - Merry Riana seorang perempuan asal Indonesia yang berhasil meraih satu juta dollar pertamanya di Singapura pada usia 26 tahun.

Kisah hidupnya sudah dibukukan juga sudah difilmkan. Ia yang kini berusia 37 tahun dikenal sebagai pengusaha dan telah menginspirasi banyak orang.

Merry menyampaikan pandangan tentang orang sukses versus orang gagal. Menurutnya orang sukses selalu mencari jalan, sedangkan orang gagal selalu mencari alasan.

Tanda-tanda orang gagal bisa dideteksi melalui pola tuturnya, seperti, "Bukannya saya nggak mau, tapi keluarga yang nggak ngasih restu."

Atau, "Bukannya saya nggak bisa kerja, tapi atasan saya tuh yang kasih target seenaknya."

Bisa juga, "Bukannya saya menunda-nunda, tapi memang waktunya yang nggak ada."

Kadang seperti ini, "Bukannya saya nggak mau bahagia, tapi bagaimana mungkin saya bisa bahagia, pasangan di rumah selalu marah-marah."

Yang begini juga, "Hari ini saya belum sukses, soalnya enggak ada kesempatan, enggak ada uang, enggak ada waktu, enggak ada dukungan, enggak ada keterampilan."

Versinya mungkin berbeda-beda, kata Mery, tapi ujungnya sama saja, yaitu alasan.

Merry mengatakan bahwa semua orang bisa mendeteksi diri sendiri untuk mengetahui dirinya ini termasuk orang gagal atau orang sukses. Caranya yaitu dengan mendengarkan apa yang baru saja diucapkan diri sendiri. Terutama bagi yang selalu menyalahkan apa pun di luar dirinya.

Ia mengatakan, "Apa tidak bosan setiap kali selalu menyalahkan keadaan, setiap kali selalu memberikan alasan, seakan-akan diri sendiri adalah korban, padahal semua hal terjadi karena diri masing-masing."

"Alasan itu hanyalah untuk orang lemah, alasan itu hanyalah untuk orang yang tidak bisa menerima realita," lanjutnya.

Orang gagal, kata Merry, selalu menyalahkan segalanya, salah customer-nya, salah atasannya, salah keadaannya, salah keluarganya, istrinya, anaknya, tetangganya, semua salah, kecuali dirinya.

Selama seseorang terus bersembunyi di balik alasan, katanya, seseorang itu tidak akan bisa mengubah masa depan.

Kalaupun bersikap selalu menyalahkan hal lain di luar diri itu pernah terjadi, lanjutnya, sekarang saatnya membangun kesadaran diri.

"Bahwa hari ini akan berbeda, berhenti menyalahkan keadaan, berhenti mengasihani diri sendiri, siap menghadapi kenyataan, siap mengubah masa depan," ujarnya.

Ia menjelaskan, kesuksesan seseorang adalah tanggung jawab seseorang itu sendiri. Kegagalan seseorang juga adalah tanggung jawab seseorang itu sendiri.

Dengan kesadaran bahwa segala sesuatu terjadi karena diri sendiri, lanjutnya, artinya setiap orang bisa mengubah posisi, mau tetap jadi orang gagal atau mau jadi orang sukses.

Merry menegaskan, kalau seseorang sudah memiliki kesadaran bahwa dirinya yang menyebabkan sesuatu terjadi, artinya seseorang itu sudah memegang kendali atas dirinya sendiri. 

Ia mengajak siapa pun yang ingin menjadi bagian dari orang sukses untuk bertekad dan memutuskan bahwa tidak ada lagi alasan, tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi penyesalan.

Apa pun yang terjadi, kata Merry, orang sukses akan selalu mencari jalan, karena hidupnya adalah tanggung jawabnya. (af

Berita terkait
0
Pujian Juri Pop Akademy untuk Chelsea asal Ruteng NTT
Keysilia Dwisulandi Ndagung tampil memukau nyanyikan lagu "Hanya Rindu" saat tampil di grup delapan top 40 pop Akademy Indosiar.