UNTUK INDONESIA
Menteri Kabinet Jokowi Dirombak, Moeldoko Bersuara
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat suara terkait menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf bakal dirombak.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, 3 Desember 2019. (Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang)

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah isu yang menyebut bakal ada perombakan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam waktu dekat. Menurutnya, Jokowi terus memotivasi jajaran menterinya dalam menjalankan tugas.

"Belum, belum, itu presiden masih memberikan dukungan penuh kepada kementerian untuk bekerja dengan baik, jadi itu fokusnya," kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Memang semuanya bekerja dengan keras masing-masing menteri bekerja dengan optimum jadi hasilnya cukup bagus begitu.

Moeldoko mengatakan hasil survei yang dilakukan terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf diawal masa kerja dapat dianggap sebagai motivasi untuk pemerintah ke depan agar lebih baik.

"Ya memang wajar bagus kan. Memang semuanya bekerja dengan keras masing-masing menteri bekerja dengan optimum jadi hasilnya cukup bagus begitu," ucapnya.

Diketahui, lembaga survei Indo Barometer menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi salah satu menteri terbaik dalam kabinet Indonesia Maju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Hal itu, diungkapkan dalam rilis temuan survei tentang tingkat popularitas dan kinerja para menteri dalam 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif M. Qodari mengatakan dalam survei tersebut, Indo Barometer meminta responden menyebut nama menteri yang mereka kenal. Hasilnya, 10 menteri yang paling banyak disebut adalah Prabowo Subianto dengan angka sebesar 18.4 persen.

Selanjutnya Sri Mulyani Indrawati 10.6 persen, Erick Thohir 8.2 persen, Mohammad Mahfud MD 7.9 persen, Nadiem Anwar Makarim 5.3 persen, Luhut B Panjaitan 5.2 persen, Tito Karnavian 5 persen, Moeldoko 3.2 persen, Edy Prabowo 2.5 persen dan Pramono Anung 2.2 persen.

Menurut Qodari, hasil survei menyimpulkan bergabungnya Partai Gerindra ke pemerintah, dengan masuknya Prabowo ke kabinet Jokowi menjadikan langkah tepat untuk bertahan dipanggung politik sampai 2024. []

Berita terkait
PA 212: Kolaborasi Jokowi dan Prabowo Hasilnya Nihil
PA 212 mengaku kecewa dengan pemerintahan Jokowi meski Prabowo sudah merapat, menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
5 Menteri Jokowi dan Ma'ruf Amin yang Kontroversial
Usia Kabinet Jilid II Jokowi belum lama 100 hari. Meski demikian, sejumlah langkah kontroversial telah lahir dari Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Demokrat Sindir Nadiem Makarim Bayar SPP Pakai GoPay
Demokrat sindir Mendikbud Nadiem Makarim mengenai layanan baru pembayaran SPP sekolah lewat fitur GoPay.
0
Fadli Zon Sebut Ahok Anak Emas Jokowi, Kenapa?
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Jokowi menganakemaskan Komisaris Utama Pertamina, Ahok. Kenapa?