Menparekraf Sandiaga: Tren Wisata Selama Pandemi Berubah

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa tren pariwisata semasa pandemi Covid-19 telah berubah kepada kearifan lokal sesuai kebutuhan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Tagar/Dok Kemenparekraf)

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa tren pariwisata semasa pandemi Covid-19 telah berubah. Saat ini, lebih mengedepankan wisata yang aman dari penyebaran virus dan lebih pribadi.

Ia mengatakan tren wisata pasca Covid-19, yaitu wisata yang bisa disesuaikan atau customize dengan kebutuhan wisatawan secara spesifik.

Tren wisata pasca Covid-19 juga lebih menjurus kepada kearifan lokal atau localize. Ada juga wisata yang dilakukan bersama dengan keluarga atau personalize, dan dilakukan tidak berbondong-bondong atau dalam jumlah yang lebih sedikit atau smaller size,” kata Sandiaga, Selasa, 14 Juni 2021.

Sandiaga mengedepankan agar pelaku industri pariwisata di Indonesia mengubah cara-cara penawaran paket wisata sesuai dengan tren yang terjadi selama pandemi Covid-19.


Tren wisata pasca Covid-19 juga lebih menjurus kepada kearifan lokal.


Ia juga mengatakan untuk memberikan perhatian pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE). Di samping itu juga terdapat pemanfaatan teknologi secara maksimal dalam penyediaan jasa wisata

Optimasi teknologi, cashless payment, informasi digital, dan difokuskan pada aspek kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan," kata Sandiaga.

Pemerintah Indonesia saat ini, kata Sandiaga berfokus mengembangkan lima destinasi wisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Selain itu, Kemenparekraf juga memiliki program andalan yaitu desa wisata di seluruh Indonesia guna mengangkat kearifan lokal masyarakat Indonesia.

Beberapa desa wisata yang menjadi andalan sebagai destinasi adalah Desa Wisata Panglipuran Bali, Desa Wisata Lerep Semarang, Desa Wisata Sade Nusa Tenggara Barat, Desa Wisata Osing Kemiren Banyuwangi, dan Desa Wisata Liang Ndara di Flores Nusa Tenggara Timur. []

Berita terkait
Sandiaga Uno: Daya Tarik Wisata Bima Bernilai Sejarah
Sandiaga Salahuddin Uno melihat destinasi wisata Bima memiliki nilai sejarah yang langka oleh karena itu ia optimis pariwisatanya bisa bersaing.
Sandiaga Uno Upayakan Kuta Kembali Dikunjungi Wisatawan
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengupayakan Kuta kembali dikunjungi wisatawan mancanegara agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sejumlah Upaya Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata Bali
Menparekraf Sandiaga Uno membahas langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Bali.
0
Menparekraf Sandiaga: Tren Wisata Selama Pandemi Berubah
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa tren pariwisata semasa pandemi Covid-19 telah berubah kepada kearifan lokal sesuai kebutuhan.