UNTUK INDONESIA
Menikmati Kuliner Pinggir Sungai Opak Yogyakarta
Di Kopi Opak Yogyakarta pengunjung bisa ngopi dan makan sambil menikmati pemandangan alam dan gemercik air Sungai Opak yang mengalir.
Pengunjung Kopi Sungai Opak #29 Cafe & Resto menikmati kuliner di pinggir Sungai Opak Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nurafiah)

Yogyakarta - Tidak berlebihan jika Yogyakarta menyandang predikat Kota Wisata Kuliner. Semakin menjamurnya tempat wisata kuliner yang memanjakan para penikmat makanan dan minuman di Kota Gudeg ini.

Beragam menu dan konsep dari tiap-tiap tempat kuliner ditawarkan kepada pengunjung. Ada yang menyajikan menu makanan dan minuman ala barat dengan konsep kekinian, ada juga yang memilih sajian menu tradisional dengan konsep klasik atau tempo dulu.

Tidak sedikit juga tempat kuliner yang menawarkan ragam menu ala barat bercampur menu tradisonal, dengan konsep warung yang memadukan keindahan alam sekitar. Seperti Kopi Opak #29 Cafe & Resto, tempat kuliner baru yang berada di pinggir Sungai Opak. 

Untuk ke Kopi Opak #29 Cafe & Resto tak terlalu susah. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, tepatnya berada di bawah Jembatan Kali Opak, Jalan Yogyakarta-Wonosari Km. 11,5, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY. Atau persis di tepi jalan utama dari Kota Yogyakarta ke arah objek-objek wisata di Gunungkidul.

Suasana tempat nongkrong Kopi Opak ini memang sangat nyaman karena langsung berbaur dengan keindahan alam.

Di tempat ini pengunjung bisa ngopi dan makan sambil menikmati pemandangan alam dan gemercik air Sungai Opak yang mengalir. Tempat kuliner satu ini jika diperhatikan memang tampak menonjolkan konsep tradisional atau orang kerap menyebutnya heritage. 

Bangunan-bangunan didominasi kayu seperti joglo dan gazebo. Dengan tambahan ornamen lampu-lampu hias di beberapa sudut. Tapi jika mengamati dari titik lain, tempat ini juga seperti cafe-cafe kekinian. 

Sehingga, perpaduan pemandangan Sungai Opak, konsep tradisional dan kekinian bisa memberikan nuansa yang berbeda bagi para pengunjung. Dari namanya Kopi Opak #29, maka bisa ditebak menu andalan di sini adalah kopi. 

Dari kopi original sampai mix dengan rasa lain bisa menjadi pilihan. Apalagi hingga kini kopi masih menjadi tren dan gaya hidup masyarakat khususnya para anak-anak muda nongkrong.

Tapi jangan salah, di sini kamu juga bisa mencicipi menu lain yang tak kalah menggugah selera. Ada makanan ringan dan berat, dengan varian komplit nan enak. 

Menu-menu yang ditawarkan bagi pengunjung untuk bisa coba misalnya ayam, seafood, nasi goreng dan juga aneka sayuran dan snack. Konsepnya pun bisa prasmanan, Pengunjung bisa ambil porsi makanan sesuai selera masing-masing.

Kamu juga bisa menikmati aneka minuman, juice, milkshake, hingga squash. Harga menu di Kopi Opak #29 ini juga ramah di kantong alias relatif terjangkau, mulai dari yang Rp 4 ribu sampai dengan Rp 20 ribuan.

Nah, ini yang menarik dari kuliner Kopi Opak #29 Sembari menunggu menu pesanan datang ke meja, di sisi bawah tempat ini menyediakan tempat yang asyik. Kamu bisa menunggu sambil berswafoto di ayunan cantik dan spot-spot foto instagramable di tengah Sungai Opak. 

Kopi Sungai OpakPelanggan Kopi Sungai Opak #29 Cafe & Resto menikmati kuliner pinggir sungai. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Kalau foto di tengah sungai, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi derasnya aliran sungai. Jika tidak hujan hingga berhari-hari, aliran sungai aman untuk pengunjung.

Tempat ini memang berbeda dengan tempat kuliner dan minum kopi pada umunya, misalnya di sini kamu bisa duduk manis di atas aliran Sungai Opak. Tempatnya bersih dan nyaman untuk dijadikan lokasi tongkrongan. Pengunjung juga bisa duduk lesehan di tepi sungai dengan merasakan suasana adem, tenang dan nyaman.

Yang pasti, pengunjung akan merasakan suasana kulineran yang tidak bisa dijumpai tempat lain. Momen seperti ini menjadi hal yang paling berkesan oleh pengunjung Kopi Opak #29 Cafe & Resto.

Pemilik Kopi Opak #29 Cafe & Resto, Dwi Sukarni berbagi sedikit cerita terkait tempat kuliner yang dikelolanya bersama sang suami ini. Dwi dan suami bisa disebut jeli melihat potensi tempat dan peluang membuka usaha ini. 

Meski Kota Yogyakarta menjamur wisata kuliner, namun untuk wilayah di sekitar lokasi Kopi Opak #29 ini masih tergolong sedikit tempat kuliner.

"Suasana tempat nongkrong Kopi Opak ini memang sangat nyaman karena langsung berbaur dengan keindahan alam dari Sungai Opak," kata Dwi Sukarni, saat ditemui tagar Sabtu, 30 November 2019.

Dwi Sukarni mengatakan pengunjung tempat ini dari berbagai kalangan. Ada rombongan keluarga, remaja, juga ada wisatawan yang mampir hingga dari kalangan mahasiswa. Kopi Opak #29 sendiri ramah bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil.

Mereka bisa menjajal keseruan bermain air di sungai dan melihat ikan di dalam air. Aliran air di Sungai Opak pun tidak begitu deras. Kendati demikian, pengunjung tetap harus berhati-hati jika membawa anak kecil ya.

Kopi Sungai OpakPengunjung Kopi Sungai Opak #29 Cafe & Resto menikmati pemandangan pinggir Sungai Opak Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Punya Spot Foto Cantik

Beberapa pengunjung, kata Dwi, mereka mengaku penasaran dan ingin mencoba berfoto di spot foto yang berada di aliran Sungai Opak yang ada di bawah jembatan.

Dwi mengaku, spot foto itu tergolong fasilitas anyar. Sebelumnya tidak terbesit rencana penambahan spot foto di bawah jembatan Sungai Opak. Lokasi yang menjadi tempat favorit pengunjung itu berawal dari sebuah talud yang rusak. Untuk memperindah pemandangan, saluran air yang rusak itu diperbaiki dan dicor lalu diratakan.

"Sudah menjadi tempat favorit bagi pengunjung yang datang ke sini. Daya tarik yang kuat dari Kopi Opak #29 ada di sini. Sehingga beda dari yang lain," ucap Dwi.

Kopi Opak #29 terinspirasi dari wisata kuliner yang gemar sekali dikunjungi oleh Dwi dan suami. Saat kulineran, tempat tersebut menghipnotis mereka untuk membuka usaha kuliner. Karena tempatnya nyaman, enak dan ramai pengunjung.

"Saya juga pengen punya rumah makan. Kebetulan saya ada lahan di dekat Sungai Opak. Kayaknya buat di sana terus bayangan saya ada tempat duduk di pinggir kali, kira-kira nanti responnya seperti apa. Bersyukur sudah banyak yang respon baik dari pengunjung. Tidak sia-sia," ujarnya.

Butuh waktu yang cukup lama, kiranya sekitar satu tahun lebih tempat kuliner ini rampung dibangun. Hingga akhirnya, Kopi Opak #29 mulai dibuka pada 15 Agustus 2019 lalu. Belum ada satu tahun, Kopi Opak #29 sudah banyak dikenal oleh pengunjung lokal maupun luar daerah. Terlebih banyak yang memposting di media sosial.

Kendati demikian, Dwi mengatakan tidak sedikit pengunjung yang mengaku kesulitan menuju lokasi tempat ini meskipun letaknya cukup strategis. Ia pun menyarankan pengunjung memakai aplikasi peta digital untuk menuntun arah jika masih kebingungan.

"Lokasinya strategis, cuma jalan masuknya saja masih pada bingung carinya lewat mana. Dari atas jembatan saja padahal sudah kelihatan, tapi mau ke sininya itu kadang bingung," katanya.

Kopi Opak #29 setiap harinya buka mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Khusus pada hari libur, biasanya pengunjung lebih membludak. Adapun rekomendasi waktu yang paling cocok adalah di luar weekend atau hari biasa. 

Dan lebih tepatnya datang pada sore hari. Untuk semakin memanjakan pengunjung, Kopi Opak #29 akan menyiapkan hiburan atau live musik di setiap akhir pekan.

Jadi, apakah tempat ini cocok buat kalian yang ingin menikmati kopi, makanan, minuman, dipadukan suasana tradisional dan keindahan alam nan asri? Jika cocok, tidak ada salahnya kalian langsung mengunjungi Kopi Opak #29 Cafe & Resto ini. Yuk cuss!. []

Berita terkait
Pesona Bunga Matahari di Taman Lonrong Bantaeng
Kabupaten Bantaeng, Sul-Sel, kini memiliki sebuah taman bunga Mataahari. Taman yang lahir di atas cemooh dan rasa tidak percaya masyarakat.
Kenikmatan Kopi Turaya Bantaeng Diakui Jokowi
Brand Turaya Coffe mulai dikenal di Kabupaten Bantaeng setelah Presiden Jokowi mencicipi Kopi Turaya saat APKASI Otonomi Expo 2018.
Kereta MRT, Wisata Murah dan Nyaman Keliling Jakarta
Gedung-gedung tinggi nan megah Jakarta bisa dirasakan dengan mata tenang dan takjub saat menikmati perjalanan menggunakan MRT.
0
Main Layang-layang, Pemain Brasil Tewas Kesetrum
Pemain lokal Brasil, Kaio Felipe Santos Silva, mengalami nasib tragis. Dia meninggal karena kesetrum listrik saat bermain layang-layang.