UNTUK INDONESIA
Mengupas Belajar Daring Bersama Kak Seto dan Pakar
Belajar online saat pandemi menemui banyak keluhan. Tak hanya guru, siswa maupun wali murid, tapi juga masalah jaringan internet. Apa solusinya?
Anak-anak Kampung Bintaran Kidul RT 08 / RW 03 Wirogunan, Mergangsan Kota Yogyakarta memanfaatkan wifi secara berjamaah. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Sektor pendidikan Indonesia sedang mengalami persoalan serius di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Tidak semua pendidik dan siswa juga orang tua benar benar siap dalam menghadapi era new normal dalam berjuang belajar dan mengajar.

Penggiat literasi dan pendidikan Elly Tumiwa. H,S.ST.Par mengatakan, pembelajaran daring yang mewarani ajaran baru 2020-2021 di semester awal pertengahan Juli 2020 ini sudah berjalan namun menyisakan banyak kegelisahan di masyarakat. "Ada banyak persoalan muncul di masyarakat terkait pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2020.

CEO Markom DKG Grup - perusahaan yang mengelola sejumlah museum modern di Indonesia seperti History of Java (HoJ) di Yogyakarta ini menuturkan keluhan yang muncul terkait pembelajaran daring beragam. Seperti bagaimana cara memahami karakter psikologis siswa dan pendidiknya agar pola pengajaran Learn From Home (BDR) yang diberikan dapat tepat guna.

Selain itu, bagaimana pula persiapan para pendidik guna menyiasati kesulitan siswa belajar dari rumah yang notabene banyak gangguan dengan segala permasalahannya. "Bagaimana pula dengan pola belajar dari rumah jika posisi rumah siswa dan rumah pendidik yang susah signal, minim perangkat komputer, gawai, laptop yang tidak mendukung," kata dia.

Ada banyak persoalan muncul di masyarakat terkait pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya itu, pertanyaan yang juga kerap muncul bagaimana pula seorang pendidik harus sigap dan kreatif dalam membuat sebuah virtual classroom yang menarik agar siswa tetap terfokus dan tidak bosan pada layar kaca nya PC atau gadget/ gawainya dalam 6-7 jam proses belajar seharian.

Elly mengutip sejumlah riset, seperti temuan sumber SDGS 2020 yang menyebut akibat bencana dunia tersebut penutupan sekolah menghambat akses pendidikan, sehingga sebanyak kurang lebih 1,5 miliar siswa tidak ke sekolah dan kurang lebih hampir 500 juta siswa tidak bisa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sumber Statistik Potensi Desa Indonesia 2018 (BPS) mencatat sebanyak 13.720 desa (16.3%) di Indonesia yang masih tidak ada sinyal internet atau sinyal telepon seluler.

Belajar Jarak JauhIlustrasi belajar jara jauh atau online (Foto: Istimewa)

Berkaca dari berbagai persoalan itu, Yayasan Dtopeng Kingdom Museum Grup menggandeng Mata Rajawali Media Network Surabaya bakal mengadakan webinar dan workshop via zoom skala nasional pada 7 Agustus 2020 dan 28 Agustus 2020 yang dapat bermanfaat bagi para pendidik di era new normal dan edukasi millenial 4.0 tersebut.

Event ini juga diproyeksikan memberikan solusi dari berbagai pertanyaan dan keluhan umum seputar pembelajaran daring.

Kedua event akbar daring tersebut akan digelar via zoom bersama tokoh nasional Dr.Seto Mulyadi, Psi, MSi atau Kak Seto selaku Ketua Umum LPAI dan psikolog anak dan Ibu Weilin Han,M.Sc selaku konsultan Kemendikbud Jakarta dan praktisi pendidikan.

Ada pula narasumber lain yakni Reno Halsamer selaku CEO dan Founder DKG Grup dan penggiat pendidikan, Dr.C.Musiana Y,M.Hum selaku founder Komunitas Jelajah Jakarta yang juga pendidik dan penggiat literasi.

Tak cukup itu. Ada pula narasumber lain sebut saja seperti Faisol Hakam selaku Project Director Animator serial TV Jakarta, Mikhael M.Khosasih,S.Kom selaku IT consultant DKG Museum Grup & praktisi multimedia Universitas Surabaya, dan Elly Tumiwa. H,S.ST.Par ( CEO Markom DKG Grup-penggiat literasi dan pendidikan yang juga merupakan pakar berpengalaman di bidang edukasi.

Fasilitas yang didapatkan peserta dari acara ini pun melimpah. Seperti ringkasan materi via pdf juga e- sertifikat, cashback tiket masuk salah satu pilihan ke museum modern yang dilengkapi dengan teknologi IT di kota Batu, Lamongan (Jawa Timur), Yogyakarta, Jawa Tengah dan di Kota Kerawang Jawa Barat (e-Tiket letter berlaku untuk 8 bulan ke depan) dan dapat dipindahtangankan.

Dan yang menarik peserta bakal mendapatkan doorprice T Shirt menarik untuk lima penanya interaktif. Untuk dapat mengikuti event ini peserta bisa menghubungi layanan melalui 0857.4840.5800 atau mengunjungi situs: https://historyofjavamuseum.com/ 

Dari terselenggaranya kedua event daring tersebut diharapkan sedikit banyak dapat mengurai permasalahan yang ada saat ini di dunia pendidikan tanah air yang sedang krusial. Diharapkan setelah itu, tidak lagi terlalu banyak teori melainkan lebih banyak contoh yang akan disampaikan oleh para pakar pada saat webinar pelatihan berlangsung juga tips dan beberapa solusi akan dipaparkan di acara tersebut. []

Berita terkait
Belajar Daring dengan Internet Murah di Yogyakarta
Kuota internet mahal saat belajar online kini sudah tidak dikeluhkan warga Bintaran, Kota Yogyakarta.
Denny Siregar: Nadiem Makarim, Sudahi Belajar di Rumah
Denny Siregar meminta Nadiem Makarim menyudahi belajar di rumah, mengembalikan anak-anak ke sekolah dengan protokol, menjaga dengan tangan besi.
Adaptasi Metode Belajar Sekolah SPK di Tengah Pandemi
Pandemi virus corona memaksa sejumlah sekolah termasuk Pendidikan Kerja sama (SPK) untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode daring.
0
Mengupas Belajar Daring Bersama Kak Seto dan Pakar
Belajar online saat pandemi menemui banyak keluhan. Tak hanya guru, siswa maupun wali murid, tapi juga masalah jaringan internet. Apa solusinya?