Adaptasi Metode Belajar Sekolah SPK di Tengah Pandemi

Pandemi virus corona memaksa sejumlah sekolah termasuk Pendidikan Kerja sama (SPK) untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode daring.
Ilustrasi - seorang anak usia sekolah sedang melakukan metode belajar daring. (Foto: Antara/shuterstock)

Jakarta - Pandemi virus corona yang saat ini tengah melanda dunia memaksa sejumlah sekolah untuk melaksanakan proses belajar-mengajar dengan metode daring atau online, tak terkecuali bagi siswa-siswi Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK).

Sekolah Kallista misalnya, seluruh murid dan tenaga pengajar melakukan proses belajar-mengajar melalui aplikasi Ms Teams sejak bulan Maret 2020 lalu, menyusul kebijakan Pemerintah Pusat untuk menutup sekolah di tengah pandemi.

"Sejak bulan Maret 2020 lalu, saat diumumkan bahwa sekolah harus ditutup karena pandemi Covid 19, Sekolah Kallista sudah menerapkan metode daring," kata Kepala Sekolah di Sekolah Kallista, Megawati, saat dihubungi Tagar pada Senin, 27 Juli 2020.

"Saat ini Sekolah Kallista menggunakan Microsoft Teams, Microsoft Forms, Zoom, Quizziz, Kahoot!, Mentimeter, Youtube, dan fitur-fitur lainnya di dalam Microsoft Teams itu sendiri," ujar dia.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan jika Sekolah Kallista yang merupakan bagian dari SPK tidak banyak menemui kendala dalam proses belajar daring. Masalah yang kerap ditemui justru dari koneksi dan kecepatan internet yang masih belum stabil dan beberapa hal teknis lain.

"Tidak banyak kesulitan yang dialami, hanya jaringan internet yang terkadang tidak stabil di beberapa area, dan untuk mata pelajaran yang membutuhkan gerakan fisik, jadi dibatasi oleh jangkauan tangkap kamera ataupun ruang belajar siswa," kata dia.

Selain itu, pihak manajemen sekolah yang terletak di Kompleks Costarica, Jl. Engku Putri Batam Centre, Batam, ini juga mengikutsertakan orang tua murid dalam proses belajar mengajar daring, mulai dari mendampingi siswa-siswi dalam teknis pembelajaran dan tugas-tugas sekolah, hingga melakukan pengawasan.

"Kami mengirimkan email sekolah dan password daring kepada orang tua. Kami membuat dan mengirimkan tutorial cara menggunakan Microsoft Teams pada orang tua. Begitu juga dengan Whatsapp Group yang berisikan whatsapp anak dan orang tua," tutur Megawati.

"Untuk jenjang Kindergaten (TK). orang tua mendampingi siswa saat daring, mengerjakan dan meng-upload tugas yang diberikan melalui Ms Teams. Untuk jenjang Primary (SD), Memonitor pembelajaran melalui recording dan tugas-tugas yang diposting di Ms teams, serta jenjang Secondary (SMP/SMA), memonitor anak-anaknya dalam belajar," ujarnya.

Sekolah SPK SIS Bona VistaStaf SPK Singapore Intercultural School Bona Vista berpose bersama tim asesor saat proses akreditasi pada November 2019. (Foto: Tagar/Istimewa)

Lain halnya dengan Sekolah Kallista, sekolah SPK Singapore Intercultural School Bona Vista yang berada di bilangan Lebak Bulus, Jakarta, menerapkan metode belajar daring menggunakan banyak aplikasi virtual.

Kepada TagarManajemen SPK Singapore Intercultural School Bona Vista, Fitriani, mengatakan jika kemampuan tenaga pengajar yang telah mengenal dengan baik penggunaan berbagai aplikasi virtual tersebut, terbilang memudahkan proses kegiatan belajar-mengajar.

"Kami menggunakan Seesaw, Googleclassroom, Managebag, Zoom, WA grup, Quizizz, dan lain-lain," kata Fitriani. "Sebelum pandemi, PTK sudah mengetahui penggunaan beberapa aplikasi pembelajaran, hanya menambahkan saja aplikasi vicon lain seperti Zoom," ujar dia.

Fitriani menuturkan, pihak sekolah juga mengikutsertakan peran orang tua murid dalam kegiatan belajar-mengajar daring, mulai dari pendampingan belajar hingga pengawasan.

Meski proses belajar-mengajar melalui metode daring merupakan hal yang terbilang baru, tenaga pengajar di berbagai SPK terbilang cepat beradaptasi, sehingga tidak menemukan kendala yang berarti.

Namun begitu, baik Megawati maupun Fitriani berharap agar pandemi virus corona (Covid-19) lekas berlalu sehingga proses belajar-mengajar dan aktivitas sekolah dapat dilakukan seperti sebelumnya.

"Kami guru sudah sangat rindu untuk bisa berkumpul dan berkomunikasi langsung dengan para siswa. Guru dan orang tua harus lebih merapatkan barisan dari sebelumnya demi pendidikan dan masa depan anak," kata Megawati.

"Diharapkan komunikasi dari orang tua selalu lancar, karena kami selalu siap membantu dan semoga pandemi ini segera berlalu," kata dia. []


Berita terkait
Tunjangan Sertifikasi Bukan untuk Guru Satuan Pendidikan Kerja Sama Asing
Tunjangan sertifikasi guru bukan PNS hanya berhak untuk guru-guru dari sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Kemendikbud Gelar Beragam Kegiatan Sambut HAN 2020
Kemendikbud menggelar beragam kegiatan dalam rangka merayakan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional (HAN) 2020.
Sejarah Hari Anak Nasional di Google Doodle
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 yang jatuh pada hari ini, Kamis, 23 Juli 2020, turut dirayakan oleh Google melalui Doodle.
0
DPR RI: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Indonesia tidak mendapat kuota haji 2021 dari Pemerintah Arab Saudi.