Indonesia
Mengapa Prabowo-Titiek Soeharto Bercerai?
Mengapa Prabowo-Titiek Soeharto bercerai? Mereka pernah saling cinta atau semata pernikahan politik?
Mantan pasangan suami istri, Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto bersama putra semata wayang mereka yaitu Ragowo Hediprasetyo akrab disapa Didit. (Foto: Instagram/DPP Partai Berkarya 7)

Jakarta, (Tagar 12/3/2019) - Sebuah foto diunggah di akun Instagram DPP Partai Berkarya 7 tanggal 17 Agustus 2018. Dalam foto tersebut tampak Prabowo Subianto berpose dengan putra tunggalnya, Ragowo Hediprasetyo akrab disapa Didit, dan mantan istrinya yaitu Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau Titiek Soeharto.

Prabowo Subianto masih calon presiden tapi dalam keterangan foto tersebut disebut presiden. Titiek dan Prabowo sudah bercerai, namun dalam keterangan foto tersebut Titiek disebut ibu negara.

"Presiden dan Ibu Negara RI bersama putra, Bismillah," begitu bunyi keterangan foto tersebut.

Memanasnya hubungan Sumitro dan Soeharto berkembang menjadi urusan keluarga. Puncaknya, pada hari lengsernya Soeharto, 21 Mei 1998, Keluarga Cendana marah dan menuding Prabowo berkonspirasi untuk menjatuhkan Soeharto

Prabowo dan Mantan IstriFoto: Instagram/DPP Partai Berkarya 7

Hubungan percintaan Prabowo Subianto dan Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau Titiek Soeharto kembali menjadi perbincangan jelang Pilpres 2019. Capres nomor urut 02 itu menyimpan baik-baik kisah perceraian yang memisahkan keduanya.

Prabowo-Titiek menikah pada Mei 1983. Keduanya dikaruniai buah hati yang diberi nama Ragowo Hediprasetyo alias Didit.

Sayang, setelah 15 tahun hidup bersama, hubungan mereka kandas dengan perceraian. Kondisi politik pasca kerusuhan Mei 1998 disebut-sebut sebagai sebab perpisahan mereka.

Dalam buku biografi ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo yang berjudul Jejak Perlawanan Begawan Pejuang-Sumitro Djojohadikusumo, kisah cinta mantan Danjen Kopassus dan putri Presiden Soeharto itu sempat dibahas.

Dalam bab "Besanan dan Hubungan dengan Soeharto", diketahui bahwa hubungan keluarga Sumitro dan Soeharto pasca menjadi besan, berjalan seperti biasa. Sumitro bahkan berpandangan hubungan akrab dengan keluarga Soeharto sulit terjalin, lantaran perbedaan kultur antara dua keluarga.

Keluarga Sumitro yang memiliki tradisi terbuka dan modern hasil pendidikan ala Barat, tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang pas dengan tradisi keluarga Suharto yang kental dengan budaya Jawa.

Hubungan personal Sumitro dan Soeharto terbilang merenggang pada tahun 1995. Sumitro yang bersikap terbuka kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Soeharto.

Memanasnya hubungan Sumitro dan Soeharto berkembang menjadi urusan keluarga. Puncaknya, pada hari lengsernya Soeharto, 21 Mei 1998, Keluarga Cendana marah dan menuding Prabowo berkonspirasi untuk menjatuhkan Soeharto dengan membiarkan mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR.

Dalam buku itu dituliskan, bahwa kedua saudara perempuan Titiek, yakni Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut) dan Mamiek (Siti Hutami Endang Adiningsih) mempertanyakan keberadaan Prabowo, juga mempermasalahkan kenapa dirinya membiarkan mahasiswa menguasai gedung MPR/DPR. Pertanyaan dijawab Prabowo dengan pertanyaan, apakah dirinya harus menembaki para mahasiswa itu.

Prabowo Subianto kemudian diberhentikan atau dipecat dari dinas militer karena terbukti melakukan pelanggaran HAM berat atas kasus penculikan aktivis, sesuai hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Hubungan Prabowo dengan Titiek Soeharto pun pupus. Keduanya dikabarkan bercerai sebelum Prabowo bertolak ke Yordania untuk mengasingkan diri pada akhir tahun 1998. Namun, tidak diketahui secara pasti kapan tepatnya perceraian tersebut terjadi. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Warga Papua di Semarang Bawa Bendera Bintang Kejora
Bendera Bintang Kejora berkibar di aksi damai warga Papua di Kota Semarang, Jawa Tengah.