Mencegah Penyakit Kecacingan Pada Anak-anak

Penyakit kecacingan dikenal juga dengan nama latin Soil Transmitted Helminthiasi (STH) yang jadi salah satu penyakit tropis terabaikan di Indonesia
Beberapa petugas kesehatan Rumah Sakit Andhika yang turut menangani pasien Covid-19 (Foto: rsandhika.com)

Jakarta – Kecacingan pada anak merupakan penyakit yang sering kali dibiarkan oleh para orang tua. Hal ini menyebabkan lebih dari 500 ribu kematian akibat penyakit kecacingan setiap tahun. Hingga pada tahun 2019, sekitar 820 juta penduduk dunia terinfeksi penyakit ini, termasuk 28% anak-anak yang berada di Indonesia.

Penyakit Kecacingan dapat disebabkan oleh beberapa cacing dengan cara penularan yang berbeda-beda. Kebanyakan penderita tertular melalui cacing yang hidup di tanah. Beberapa cacing tersebut adalah cacing gelang, cacing tambuk, cacing tambang, cacing kremi. Status gizi para anak bisa terganggu, apabila cacing-cacing ini berada di dalam tubuhnya.

Biasanya, cacing akan masuk melalui pori-pori kulit, jika terlalu sering berjalan di tanah tanpa alas kaki. Selain itu, telur cacing dapat menempel pada tangan yang kotor atau berada di bawah kuku yang membuat cacing masuk ke dalam tubuh jika tidak segera mencuci tangan, baik sebelum ataupun sesudah makan.

rs andkhiaPotret suasana Rumah Sakit Andhika dari halaman depan (Foto: rsandhika.com)

Menurut salah seorang dokter umum di Rumah Sakit Ibu dan Anak Andhika, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dr Dinda Zahra, gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit kecacingan, diantaranya mengalami penurunan berat badan atau berat badan yang sulit naik, gatal pada area anus, terutama di malam hari.

Dokter lulusan Universitas Islam Sumatera Utara ini, juga menjelaskan penyebab terparah dari penyakit ini, yaitu keluhan muntah dan tersumbatnya usus sehingga menjadi sulit buang air besar (BAB), bahkan memiliki Riwayat keluar cacing dari lubang anus. “Untuk mengetahui sembuh atau tidaknya, harus dicek dulu anda benar kecacingan atau tidak. Cara ceknya dengan pemeriksaan langsung ke dokter umum, nanti diperiksa fesesnya di laboratorium,” ujar dr Dinda yang dihubungi Tagar via handphone.

Pasien yang pernah mengalami penyakit kecacingan bisa saja terkena kembali, jika orang tersebut tidak menjaga kebersihan diri maupun lingkungan dengan baik. Beberapa orang percaya bahwa tanaman petai cina bermanfaaat mencegah dan menyembuhkan penyakit kecacingan. Namun, ternyata fakta ini belum memiliki kejelasan yang pasti menurut jurnal kesehatan.

“Mengenai petai cina untuk mencegah kecacingan atau mengobati kecacingan hingga saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyatakan hal tersebut ya, jadi secara medis pendapat ini belum bisa dipastikan kebenarannya” tangkas dokter cantik satu ini. Ia lebih menyarankan kepada pasien untuk meminum obat cacing daripada mengonsumsi petai cina untuk mencegah atau mengobati kecacingan.

penananganan covid di andhikaBeberapa petugas kesehatan Rumah Sakit Andhika yang turut menangani pasien Covid-19 (Foto: rsandhika.com)

Tanaman petai cina memiliki nama latin Leucaena Leucocephala. Sebagian orang mengenalnya dengan sebutan lamtoro, mlanding, maupun petai jawa (sebutan yang diberikan warga Malaysia). Bagian dari biji tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk bahan baku membuat Bothok, makana khas Jawa karena kandungan yang memiliki berbagai nilai kimia, seperti kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin A, B1, dan C.

Berdasarkan pernyataan dr Dinda, bahwa belum ada jurnal ilmiah yang mengatakan petai cina sebagai pencegah atau obat penyakit kecacingan. Tanaman ini justru bisa mengobati penyakit lain atau kondisi buruk seperti depresi, PMS (mens), anemia, tekanan darah tinggi, sembelit, obat mabuk, gigitan nyamuk, luka lambung, mengatur suhu tubuh, dan lain sebagainya.

Sebagai dokter umum yang lebih banyak menangani pasien anak-anak, dr Dinda juga memberikan beberapa cara untuk mencegah penyakit kecacingan, diantaranya menjaga kebersihan tangan dan kuku, selalu cuci tangan sebelum makan, hindari berjalan di tanah tampa alas kaki, serta rutin minum obat cacing tiap enam bulan sekali.

- Sabian Vega Arwi

Menkes Sebut Cacing dalam Makarel Berprotein

Penyebab Cacing Keluar dari Tanah di Solo dan Klaten

Ada Fosil Cacing Purba, Akademisi Gemar ke Gunungkidul

Enam Penyakit Ditularkan Hewan Peliharaan

Berita terkait
Tingkat Kecacingan Pada Anak-anak di Indonesia
Kecacingan pada anak merupakan penyakit tropis terabaikan dan masih menjadi topik permasalahan yang serius, terutama di Indonesia
0
Mencegah Penyakit Kecacingan Pada Anak-anak
Penyakit kecacingan dikenal juga dengan nama latin Soil Transmitted Helminthiasi (STH) yang jadi salah satu penyakit tropis terabaikan di Indonesia