UNTUK INDONESIA
Mencari Petunjuk Kasus Serangan Polsek Ciracas
'Foto dan video yang beredar di media itu nanti akan diverifikasi dari sumbernya, nanti bisa dijadikan petunjuk.'
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen (kiri) menunjukkan kepada wartawan, foto Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pengeroyokan anggota TNI, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/12/2018). Pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka pengeroyokan anggota TNI di Ciracas, Jakarta Timur yaitu Iwan Hutapea (31 tahun), Depi (35 tahun), Suci Ramdani (23 tahun). (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta, (Tagar 14/12/2018) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan kepolisian akan menelusuri video pengrusakan Polsek Ciracas untuk mengungkap kasus tersebut.

"Foto dan video yang beredar di media itu nanti akan diverifikasi dari sumbernya, nanti bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut," kata Dedi Prasetyo saat berkunjung ke Kantor LKBN Antara, Jakarta, Kamis (13/12).

Selain video, pihaknya hingga kini mengumpulkan alat bukti dan menganalisis barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di Mapolsek Ciracas.

Barang bukti kasus penyerangan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh massa yang telah terkumpul antara lain mobil terbakar dan rusak serta kantor dalam kondisi porak poranda.

Selanjutnya semua barang bukti tersebut sedang dianalisis untuk menemukan jejak pelaku pengrusakan dan mengungkap peristiwa yang terjadi pada Rabu (12/12) dini hari itu.

"Apabila sudah jelas, penyidik mampu mengungkap lengkap kemudian pembuktian ilmiah sampai kesimpulan siapa orang terlibat aktif melakukan pengrusakan dan pembakaran secara sistematis," ucap Dedi.

Terkait penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang terhadap korban anggota TNI, empat orang tersangka telah ditangkap dan satu tersangka berinisial D masih dinyatakan buron.

Tersangka berinisial D itu memiliki ciri-ciri kulit berwarna kuning langsat, rambut berwarna hitam, pendek dan lurus serta mata cenderung sipit.

Kasus penyerangan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh massa diduga dipicu sekelompok orang yang tidak puas dengan penanganan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di halaman parkir ruko Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, beberapa hari sebelumnya.

Sekelompok orang berjumlah sekitar 200 orang merangsek markas Polsek Ciracas untuk mencari tahanan yang diamankan karena diduga mengeroyok rekannya.

Polsek Ciracas Sudah Aktif Kembali

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa layanan publik di Polsek Ciracas, Jakarta Timur telah kembali aktif pascaperistiwa penyerangan massa terhadap polsek ini pada Rabu (12/12) dini hari.

Namun untuk sementara waktu, pelayanan publik tidak dilakukan di kantor polsek, melainkan dilakukan di sekitaran area polsek tersebut.

"Pelayanan publik di sekitaran area Polsek Ciracas," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, saat ini penyidik Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Timur masih bekerja untuk mengungkap para pelaku pembakaran polsek.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar bersabar menunggu hasil penyelidikan tim gabungan Polri. "Tim dari Polri masih memeriksa saksi-saksi dan menganalisis semua alat bukti untuk mengidentifikasi pelaku," tuturnya.

Kasus penyerangan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh massa diduga dipicu sekelompok orang yang tidak puas dengan penanganan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di halaman parkir ruko Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, beberapa hari sebelumnya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis pun memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur memburu pelaku perusakan Polsek Ciracas. []

Berita terkait
0
Kabar WhatsApp Bisa Aktif di Dua Perangkat
WhatsApp tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan aplikasi berjalan di dua perangkat yang berbeda atau aktif bersamaanan.