UNTUK INDONESIA
Memahami TB dan Meningitis Lewat Ahlinya
Jumlah kasus TB yang tinggi di Indonesia jadi perhatian bagi kalangan milenial karena infeksi TB ada kaitannya dengqan infeksi otak meningitis
dr Darma Imran SpS (K) selaku Dokter Spesialis Saraf RSCM memaparkan materi tentang TB. (Foto: Tagar/Husen Mulachela)

Jakarta – Salah satu dokter Departemen Medik Penyakit Syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dr  Darma Imran SpS (K), berkesempatan untuk mengisi acara sebagai pemateri dalam Seminar Awam Bicara Sehat RSUI Ke-11 yang bertajuk “TBC dan Infeksi Otak di Era Millenials” yang digelar di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada Selasa, 14 Januari 2020.

Pada kesempatan itu, dr Darma memaparkan materi terkait infeksi otak dan meningitis TB.

Menurut Darma, ada empat penyebab infeksi yang terjadi pada otak di antaranya, bakteri, virus, parasit, dan jamur. Jika tidak segera mendapat penanganan, dikhawatirkan nyawa penderita tidak dapat tertolong. Begitupula dengan meningitis TB yang dapat menyerang melalui saluran pernafasan.

Gejala-gejala yang ditimbulkan dari meningitis TB tergantung dari bagian otak mana yang terserang kuman TB. Bila kuman TB menyerang Cerebellum (otak kecil yang terletak di belakang kepala, di bawah otak besar), maka pasien akan kehilangan keseimbangan. Bila kuman TB menyerang otak kanan, maka kemungkinan pasien akan mengalami kelumpuhan di tangan kirinya. Jika kuman TB menyerang otak kiri, pasien akan mengalami kelumpuhan pada tangan kanan, begitu seterusnya.

Untuk mendeteksi adanya infeksi otak dan meningitis TB pada tubuh pasien, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan fisik seperti, analisis darah, foto ronsen, CT scan kepala atau MRI otak, dan pungsi lumbal.

Tagar berkesempatan menemui dr Darma Imran untuk melakukan wawancara lebih lanjut terkait TB beberapa saat setelah acara seminar berakhir. Berikut hasil wawancara Tagar dengan dr Darma:

Tagar: Dok, jika kuman TB dapat masuk melalui saluran pernafasan, apakah polusi udara bisa menjadi penyebab TB?

Dr Darma: “Polusi udara berpengaruh, tapi bukan itu penyebab utamanya. Tetap penyebab utamanya kumannya,” jelas Darma.

“Penyebabnya karena kuman TB melalui saluran pernafasan. Dari saluran pernafasan dia masuk ke darah. Dari darah ke seluruh tubuh, bisa ke otak, dan ke ginjal,” Lanjutnya.

Tagar: Apa TBC dan meningitis TB ini penyakit yang saling berhubungan, Dok?

Dr Darma: “TBC di Indonesia sangat tinggi. indonesia ini angka penderita TB-nya tinggi. Nah infeksi otak yang paling banyak di Indonesia itu karena TBC. Jadi program TB di Indonesia harus juga memikirkan bahwa tidak cukup hanya TB paru saja tapi TB di otak harus ditangani juga,” jelas Darma.

Tagar: Siapa saja sih orang-orang yang paling rentan terkena atau tertular TBC dan meningitis TB ini?

Dr Darma: “TBC rentan menyerang anak kecil sekali, orang yang sudah sangat tua, orang diabetes, dan orang yang mengalami infeksi HIV,” jelas Darma.

Penderita HIV dapat dengan mudah terserang kuman TB karena sistem kekebalan tubuhnya yang menurun.

Tagar: Dengan tingginya angka penderita TBC di Indonesia, lalu apa yang bisa dilakuan agar penularan kuman TB dapat dicegah?

Dr Darma: “Pencegahannya adalah (dengan) hidup bersih, makan yang sehat, tidur yang cukup, jangan merokok. Ada vaksinasi TB, tapi sampai hari ini memang belum terlalu memuaskan, tapi dia bisa mencegah supaya tidak timbul TB yang berat. Vaksinnya gratis di puskemas,” terang Darma.

Tagar: Apakah ada kemungkinan orang yang terkena meningitis TB akan terkena penyakit lain yang menyerang organ yang sama di tempat kuman TB itu menetap, Dok?

Dr Darma: “Bisa! Tapi meningitis itu seringkali setelah kena, orang mengalami namanya kecacatan seperti, lumpuh, hilang kemampuan berbahasa setelah kena penyakit meningitis. Ini disebut dengan gejala sisa. Jadi dari kerusakan penyakitnya menimbulkan kerusakan di otak, yang kerusakan itu tidak semuanya bisa membaik, itu namanya gejala sisa. []

Berita terkait
Kenali Gejala dan Cara Pencegahan TBC
Kebanyak orang belum mengenal bagaimana tuberkulosis atau TBC bisa menyerang tubuh, berikut gejala dan cara pencegahannya.
Satu Calhaj Embarkasi Surabaya Positif Idap TBC
Penundaan pemberangkatan jemaah haji asal Nganjuk tersebut dilakukan karena positif mengidap tubercolosis (TBC).
0
Ricuh Eksekusi Lahan di Maluku Tengah
Eksekusi lahan di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis 5 Maret 2020, berakhir ricuh. Dua polisi luka terkena lemparan batu