Melihat Kharisma PDIP Setelah Megawati Tidak Memimpin

Direktur Eksekutif IPR Ujang Komarudin mengatakan nampaknya regenerasi tidak berjalan dalam organisasi PDIP apalagi saat Megawati mempimpin.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (Foto: Tagar/PDIP)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan nampaknya regenerasi tidak berjalan dalam organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Megawati Soekarnoputri seperti menjadi Ketua Umum seumur hidup. 

PDIP, kata Ujang,  juga sepertinya menutup diri terhadap calon ketua umum dari luar trah Soekarno. Ketua Umum PDIP seperti harus berdarah Soekarno. Kendati begitu, rasanya tidak mungkin Jokowi kelak bakal menjadi Ketua Umum PDIP menggantikan Megawati. 

"Kemungkinan bukan Jokowi. Kemungkinan masih sekitar trah Soekarno. Bisa Puan Maharani atau Prananda Prabowo. Tergantung Megawati sendiri, akan diberikan kepada siapa," ujar Ujang dalam wawancara di kanal YouTube Tagar TV, Kamis, 9 September 2021.


Faksi-faksi di PDIP itu banyak namun enggak muncul kepermukaan karena kuatnya kepemimpinan Megawati di PDIP dan akan bergerak melakukan aksinya.


Ujang KomarudinUjang Komarudin saat diwawancarai Cory Olivia di kanal YouTube Tagar TV. (Foto: Tagar/Azzahrah)

"Kalau ke Jokowi, nanti trah Soekarno akan habis. Tak akan berkuasa lagi di PDIP. Kalau ke Puan itu, PDIP sedikit goyang di internal, karena Puan tak sekuat Megawati," ujar Ujang.

Pengamat politik ini melanjutkan, di internal PDIP sendiri terdapat faksi-faksi  namun gerakan mereka tidak tampak lantaran masih menghormati Megawati sebagai ketua umum.

“Faksi-faksi di PDIP itu banyak. Namun enggak muncul kepermukaan. Karena kuatnya kepemimpinan Megawati di PDIP dan akan bergerak dan melakukan aksinya, jika PDIP sudah tak dipegang Megawati lagi,” ujarnya. 

Menurutnya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo tidak cukup kuat membendung  gelombang faksi yang saat ini ada di internal PDIP, sehingga perpecahan itu tak akan terhindarkan. 

Menurutnya seandainya PDIP jatuh estafetnya jatuh ke Puan atau Prananda, mereka berdua tidak cukup kuat utuk menjaga perpecahan itu dan perpecahan itu tak akan terhindarkan.

Ujang memprediksi setelah Megawati lengser dari jabatan ketua umum, PDIP akan pecah kubu, yaitu kubu trah Soekarno dan kubu Jokowi. 

Selain pecah kubu, apa lagi kemungkinan bakal terjadi dengan PDIP setelah Megawati tidak lagi memimpin, akankah tenggelam, bagaimana agar PDIP selalu menjadi parpol nomor satu di Indonesia, apakah sebaiknya mengubah partai bercita rasa keluarga menjadi partai terbuka. 

(Azzahrah Dzakiyah Nur Azizah)

Berita terkait
Pengamat: Pernyataan Megawati Terlalu Blunder dan Berlebihan
Pengamat Politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan Institute) Muhammad Mualimin mengatakan Megawati terlalu blunder dan berlebihan.
Megawati: Negara Akan Ambruk Jika Ideologi Pancasila Diubah
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan negara Indonesia akan ambruk jika ideologi Pancasila diubah menjadi ideologi lain.
Megawati Ingatkan Kader PDIP Tinggalkan Zona Nyaman
Penyataan itu diungkapkan Megawati dalam upacara bendera Peringatan HUT ke-76 RI, Selasa, 17 Agustus 2021.
0
Melihat Kharisma PDIP Setelah Megawati Tidak Memimpin
Direktur Eksekutif IPR Ujang Komarudin mengatakan nampaknya regenerasi tidak berjalan dalam organisasi PDIP apalagi saat Megawati mempimpin.