Megawati: Kalian Petugas Partai Bukan? Jangan Hanya Jual Nama PDIP

Megawati Soekarnoputri menekankan kader PDIP adalah petugas partai, harus patuh, meneladani para Nabi, jangan malas, jangan hanya jual nama partai.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Tagar/Kompas/Roderick Adrian Mozes)

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kader PDIP adalah petugas partai, harus mematuhi setiap tugas yang diberikan partai. Ia meminta para petugas partai belajar dari kisah para nabi yang ajarannya diingat pengikutnya sepanjang zaman.

Istilah 'petugas partai' ini juga disematkan Megawati kepada Presiden Joko Widodo. Pada saat pemilihan presiden 2014, istilah petugas partai ini menjadi bahan bully-an rival politik kepada Jokowi, tapi Megawati tidak peduli, ia tetap pada pendiriannya, kader PDIP, anggota PDIP, ia sebut petugas partai.

Megawati menekankan petugas partai harus patuh kepada partai yang memberikan tugas kepadanya itu saat menyampaikan sambutan dalam peresmian 25 kantor baru PDI-Perjuangan secara daring di akun YouTube partai, Minggu, 30 Mei 2021.

"Petugas partai harus menurut apa yang ditugaskan partai kepadanya," kata Mega.

Para kader dan petugas partai harus memiliki pandangan dan sikap visioner, kata Mega. Ia meminta para kader belajar dari kisah para nabi yang ajarannya tetap diingat pengikutnya sepanjang zaman.


Kalian petugas partai atau bukan? Jangan hanya jual nama partai. Hanya bisa berpakaian seragam partai, kalau disuruh kerja, enggak mau.


Petugas yang mampu seperti itu, kata Mega, kerja mereka bisa dilihat dan dirasakan masyarakat luas. Mega menyebut itulah yang ia lakukan dalam memimpin PDIP. 

"Mereka akan lihat nanti saya kalau terus bekerja keras, sebagai pemimpin memang harus begitu. Maka ini akan saya bisa bawa, yang namanya pengikut saya," ujar Mega.

Mega mengatakan tidak semua kadernya telah memenuhi kualifikasi tersebut. Ia masih sering melihat kader partainya malas saat diberi tugas turun ke lapangan. Ia menegur kadernya jangan hanya numpang dan jual nama partai.

"Saya melihat mereka enggan ditugaskan turun ke bawah," kata Mega. "Kalian petugas partai atau bukan? Jangan hanya jual nama partai. Hanya bisa berpakaian seragam partai, kalau disuruh kerja, enggak mau."

Megawati ingin para kadernya memiliki karakter yang kuat, yang dari sorot matanya saja orang bisa melihat identitasnya sebagai kader PDI Perjuangan.  Ia merasa seperti itulah dirinya. Orang tak perlu bertemu Megawati, sudah tahu bahwa ia adalah Ketua Umum PDIP.

"Semua sudah pasti tahu. Ibu Mega itu, yang senyam senyum. Itu memang ketua umum PDIP kok. Orang luar negeri tahu. Saya inginnya begitu," ujar Mega. 

Ia juga meneguhkan kader PDI Perjuangan adalah mereka yang meyakini ideologi Pancasila sebagai dasar negara. []


Baca juga: Ganjar Pranowo di Antara Megawati dan Puan Maharani






Berita terkait
Ganjar Pranowo Serahkan Lukisan Karya Djoko Susilo Pada Megawati
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyerahkan lukisan berjudul Ibu Megawati Bersama Anak-anak Indonesia karya Djoko Susilo kepada yang bersangkutan.
Video: Megawati dan Para Perempuan Dunia yang Pernah Jadi Presiden
Nonton video di sini, kisah Megawati Soekarnoputri dan para perempuan dunia yang sedang dan pernah menjadi presiden atau pemimpin negara.
Megawati Mengaku Sering Mengomel ke Wali Kota Hendi
Megawati meminta seluruh Kader PDI-Perjuangan agar aktif tanpa perlu menunggu komando dari Ketua Umum seperti Wali Kota Hendi.
0
Amerika Dibantu Denmark Memata-matai Merkel dan Sekutu Eropa
Sejumlah media Denmark dan Uni Eropa laporkan AS memata-matai beberapa politisi tertinggi Eropa, termasuk Kanselir Jerman, Angela Merkel