Gowa - Sejumlah mega proyek  infrastruktur di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akan  dimulai pengerjaannya per tanggal 10 Juni 2019, hari ini. Begitupun dengan pembangunan infrastruktur lain yang tengah digenjot penyelesaiannya.

"Seluruh perencanaan pembangunan infrastruktur fisik tahun ini akan kita mulai kerja pada 10 Juni 2019 atau hari ini bertepatan saat masuk kerja pasca lebaran. Begitupun pembangunan yang telah kita kerjakan akan digenjot penyelesaiannya," ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Senin 10 Juni 2019.

Mengingat tahun ini merupakan tahun pembangunan infrastruktur fisik Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Baca juga: Empat Pelaku 3C di Gowa Dilumpuhkan

Proses pembangunan infrastruktur fisik yang akan digenjot penyelesaian yakni RSUD Syekh Yusuf, Lapangan Syekh Yusuf dan Syekh Yusuf Discovery. Ketiga pembangunan ini akan dimaksimalkan untuk diselesaikan tahun ini dan paling lambat pada 2020 mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyebutkan sejumlah pembangunan yang akan dimulai pada 2019 ini diantaranya pembangunan Bendungan Jenelata dengan anggaran Rp 3 Triliun, pengerjaan pelebaran jalan poros Gowa-Takalar dengan anggaran sebesar Rp 60 miliar serta perbaikan dan pelebaran jalan poros Malino dengan anggaran Rp 25 miliar.

"Tahun ini kita juga mendapat suntikan anggaran Rp 50 miliar untuk lanjutan perbaikan dan pelebaran poros Malino," rincinya.

Baca juga: Kecelakaan di Gowa, Enam Tewas Selama Ramadan

Selain itu, 2019 juga menjadi tahun dimana akan dimulai pengerjaan pasar rakyat atau Pasar Bontorea yang berlokasi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng dengan menggelontorkan anggaran Rp 15 miliar dari pemerintah pusat.

Begitupun dengan perencanaan pembangunan perpustakaan modern yang ramah ibu dan anak dengan anggaran Rp 12 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Selanjutnya, pembangunan Stadion Kalegowa yang berlokasi di Kecamatan Pallangga juga akan mulai dikerjakan. Tidak ketinggalan  pedestrian di Kota Sungguminasa, dimana pedestrian ini ramah penyandang disabilitas yang akan menggunakan saluran terbaru yakni U-Ditch atau saluran beton bertulang.

Selain itu, Pemkab Gowa juga akan merevitalisasi Balla Lompoa dan Istana Tamalate secara menyeluruh. Khusus untuk konsep revitalisasi masih dalam tahap pembahasan dengan melibatkan para pakar, budayawan maupun keluarga kerajaan.

Baca juga: Bupati Gowa Sanksi ASN yang Tambah Waktu Libur

"Revitalisasi Balla Lompoa dan Istana Balla Lompoa kita targetkan rampung pada 2020 karena memang pengerjaannya dipastikan memakan waktu yang lama. Pasalnya akan merubah total kawasan ini dengan tujuan untuk dijadikan icon pariwisata baru di Sulsel dan Gowa secara khusus," jelasnya.

Sebagai langkah pemerintah untuk memaksimalkan pengelolaan di Kawasan Balla Lompoa dan Lapangan Syekh Yusuf akan dibentuk badan pengelolaan khusus.

Hal ini bertujuan agar bangunan yang dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit dapat terawat dengan baik dan bertahan lama.

Akan disiapkan petugas kebersihan, petugas keamanan, dan lainnya dalam badan pengelolaan yang dibentuk. Dalam dua kawasan  ini akan dilengkapi dengan CCTV yang memantau langsung seluruh aktivitas.

"Kita harapkan seluruh petugas dari badan pengelola dapat bertanggung jawab penuh karena seluruh kinerja akan dinilai dengan maksimal, jika tidak maksimal akan diganti. Ini demi menjaga kelestarian bangunan dan demi jangka panjangnya bangunan," pungkasnya. []

Baca juga: Kementerian PUPR, 18 Miliar 10 Kelurahan di Gowa