UNTUK INDONESIA
Martua Nainggolan, Anak Penambal Ban Jadi DPRD Banten
Lindung Nainggolan tak pernah menyangka anaknya, Martua Nainggolan, 26 tahun, bisa meraih kursi DPRD Provinsi Banten.
Martua Nainggolan (Foto: Dok. Pribadi)

Tangerang - Lindung Nainggolan, 58 tahun, tak pernah menyangka jika anaknya, Martua Nainggolan, 26 tahun, bisa meraih kursi DPRD Provinsi Banten. Apalagi, latar belakang kehidupannya yang lama menjadi penambal ban di jalanan, Lindung tak pernah berpikir salah seorang anaknya akan sukses menjadi seorang wakil rakyat.

Ia berjanji tak akan mengecewakan amanah yang diberikan rakyat kepadanya, terutama tak akan mengecewakan ayahnya. 

Ia berharap kepercayaan yang diberikan masyarakat Kabupaten Tangerang kepada Martua bisa digunakan sebaik mungkin dan tidak mengingkari amanah.

"Puji Tuhan, anak saya bisa jadi anggota DPRD Provinsi Banten. Semoga dia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak mengecewakan masyarakat. Dia diberikan kesempatan dan harus dia gunakan sebaik mungkin," katanya.

Lindung bercerita, datang merantau ke Jakarta tahun 1981 dari kampungnya di Humbang Hasundutan. Untuk menyambung hidup, pekerjaan yang dia lakoni adalah usaha tambal ban.

"Saya pertama sekali buka tambal ban di daerah Kebun Jeruk, Jakarta Barat, setelah itu pindah ke Tangerang sampai kemudian saya berumah tangga dan punya 5 anak," kata Lindung.

Lindung NainggolanLindung Nainggolan (Foto: Dok. Pribadi)

Bekerja hanya sebagai penambal ban, cita-cita Lindung tak terlalu tinggi. Bisa menyekolahkan anaknya semampunya, menurutnya itu sudah cukup.

"Kalau kemudian ada yang memberi kebanggaan seperti Martua yang jadi anggota DPRD Banten, ini menjadi anugrah yang luar biasa lagi bagi saya," kata Lindung yang telah pensiun sebagai penambal ban dan kini punya usaha angkutan dan karoseri itu.  

Sementara itu, Martua mengatakan  akan berusaha menjaga amanah yang dipercayakan rakyat kepadanya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan 3 Kabupaten Tangerang dari Partai Hanura

Ia mengatakan sejak awal yakin bisa lolos jadi anggota DPRD Banten karena terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat dengan baik. 

"Yang membuat saya bangga dan terharu, masyarakat Kabupaten Tangerang tidak pernah melihat latar belakang suku atau agama. Meski saya Kristen dan Batak tapi mereka tetap memilih saya. Mereka melihatnya lebih pada kedekatan," katanya.

Lulusan dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini menambahkan targetnya tidak muluk-muluk, hanya berupaya memberi lapangan kerja seluas mungkin kepada masyarakat di Kabupaten Tangerang.

"Saya akan melakukan pendekatan dan berkoordinasi dengan pabrik-pabrik yang ada di Tangerang agar memprioritaskan penduduk setempat sebagai pekerja," kata suami dari Nica Permata Aritonang ini. 

Martua juga mengatakan keberhasilnya meraih kursi DPRD Banten dia persembahkan untuk ayahnya yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras menghidupi dan menyekolahkan mereka. 

Martua NainggolanMartua Nainggolan bersama istri dan anaknya. (Foto: Dok. Pribadi)

Ia berjanji tak akan mengecewakan amanah yang diberikan rakyat kepadanya, terutama tak akan mengecewakan ayahnya. 

85 anggota DPRD Provinsi Banten akan dilantik pada Senin, 2 September 2019 di Gedung DPRD di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten, Serang. 

Uniknya, Martua menjadi satu-satunya anggota DPRD Provinsi Banten yang dilantik dari Partai Hanura. []

Berita terkait
Reka Adegan Pembunuhan di Banten Pakai Peran Pengganti
Ada yang unik dalam 28 reka adegan pencurian yang berujung pembunuhan satu keluarga di Banten yang memakai peran pengganti.
Foto: Gempa Banten Hancurkan 112 Rumah
112 rumah rusak akibat gempa yang mengguncang Banten dengan kekuatan 6,9 skala richter, satu juga orang meninggal akibat kejadian itu.
Gempa 5.2 SR Guncang Banten
Terjadi gempa bumi di Banten, dengan kekuatan 5.2 SR pada Minggu 28 Juli 201919 sekitar pukul 21.25 WIB.
0
ESDM Sebut Eksplorasi Tambang di Jatim Masih Minim
Eksplorasi tambang di Jawa Timur masih minim baru sekitar 15-20 persen, padahal masih banyak potnsi yang bisa digarap.