Manfaat dan Risiko Jamur Buluk Terhadap Kesehatan Manusia

Fakta menarik terkait kegunaan dan bahaya jamur buluk (KBBI: kotor karena debu) serta saran umum bagi konsumen
Dibuang Sebagian Atau Seluruhnya? (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Fakta menarik terkait kegunaan dan bahaya jamur buluk (KBBI: kotor karena debu) serta saran umum bagi konsumen. Laporan dw.com/id menyebutkan bahwa sejumlah pasien Covid-19 di India terinfeksi "jamur hitam" yang langka tapi fatal. Dimulai dari saluran pernafasan, jamur menyebar ke seluruh tubuh, menghancurkan jaringan dan tulang. Kathrin Witsch melaporkannya untuk dw.com/id.

Apa Jamur Buluk ItuApa Jamur Buluk Itu? (Foto: dw.com/id)

Apa Jamur Buluk Itu? - Jamur dalam biologi memiliki kerajaan sendiri. Jamur dikelompokkan berdasarkan asal usul serta kedekatan genetisnya. Seringkali kenampakannya mirip, tapi sebetulnya jamurnya tidak sekeluarga.

Dari Mana AsalnyaDari Mana Asalnya? (Foto: dw.com/id)

Dari Mana Asalnya? - Jamur buluk pada prinsipnya terdapat di mana-mana di planet bumi. Baik dalam tanah, humus, tanaman serta makanan. Syaratnya : ada air, oksigen atau atau rantai unsur karbon seperti gula. Tapi sama seperti organisme lainnya, jamur buluk juga ada kegunaannya.

Apa KegunaannyaApa Kegunaannya? (Foto: dw.com/id)

Apa Kegunaannya? - Kebanyakan jamur buluk adalah keluarga Saprophyt. Jamur ini menguraikan materi organik menjadi materi anorganik yang penting bagi organisme lainnya. Selain itu, jamur buluk juga menjadi makanan untuk beragam serangga dan keluarga arachnida.

Jamur Buluk Sebagai ParasitJamur Buluk Sebagai Parasit (Foto: dw.com/id)

Jamur Buluk Sebagai Parasit - Jamur buluk dalam fungsinya sebagai parasit bisa menyerang dan menyebabkan sakit pada tanaman, binatang maupun manusia. Pada bahan makanan terutama terdapat jamur buluk yang tahan kering, tahan panas dan resisten terhadap bahan pengawet. Jamur buluk itu dapat memicu dampak merugikan pada manusia.

Risiko Bagi Kesehatan ManusiaRisiko Bagi Kesehatan Manusia (Foto: dw.com/id)

Risiko Terhadap Kesehatan Manusia - Jamur buluk jarang memicu infeksi. Kebanyakan paparan jangka panjang memicu alergi. Selain itu gangguan pernafasan, asthma, neurodermitis, migren dan sakit kepala menjadi keluhan umum paparan jamur buluk dalam jangka lama. Terutama yang harus diperhatikan adalah Mykotoxin.

Apa Myxotoxin ituApa Myxotoxin itu? (Foto: dw.com/id)

Apa Myxotoxin itu? - Mykotoxin adalah racun yang diproduksi jamur. Dikenal terdapat 200 jenis jamur yang dapat membentuk 500 macam racun pada bahan makanan atau pakan ternak serta di dalam ruangan tertutup. Racun memasuki tubuh lewat makanan atau terhisap melalui jalan pernafasan lewat spora yang ditempeli racun. Karena itu menyangkut bahan pangan disarankan lebih hati-hati.

Dibuang Sebagian Atau SeluruhnyaDibuang Sebagian Atau Seluruhnya? (Foto: dw.com/id)

Dibuang Sebagian Atau Seluruhnya? - Jika sebuah Apel menunjukkan bagian berwarna kecoklatan, apakah cukup dipotong bagian yang bulukan atau dibuang seluruhnya. Disarankan, jangan mengkonsumsi bahan makanan yang tercemar jamur buluk. Jika selai, roti, kacang atau keju menunjukkan tanda bulukan akibat serangan jamur buluk, sebaiknya semua dibuang.

Saran Bagi KonsumenSaran Bagi Konsumen (Foto: dw.com/id)

Saran Bagi Konsumen - Agar tidak terserang jamur buluk, bahan makanan sebaiknya disimpan di tempat kering dan dingin. Setelah kemasan dibuka, disarankan segera dikonsumsi sampai habis. Selain itu sampah rumah tangga jangan terlalu lama berada di dapur, juga timbunan kompos jangan sampai disimpan terlalu dekat pintu rumah (dw.com/id). []

Berita terkait
Pasien Covid-19 India Disergap Infeksi Jamur yang Mematikan
Sejumlah pasien Covid-19 di India disergap infeksi "jamur hitam" yang langka tapi fatal karena mematikan
Belum Ada Regulasi Penyebab Masuknya Jamur Enoki
Badan Karantina Pertanian mengungkapkan alasan mengapa produk jamur enoki asal Korea Selatan bisa masuk ke Indonesia.
0
Dugaan Penipuan Jumlah Tes Covid-19 di Jerman
Dugaan penipuan jumlah tes Covid-19 di Jerman meningkat, otoritas keseharan Jerman membahas mekanisme kontrol jumlah tes