Jakarta - Pemain depan Barcelona Philippe Coutinho sudah memberi sinyal ingin segera meninggalkan Nou Camp. Peluang itu bakal dimanfaatkan Manchester United dan Chelsea yang bersaing memperebutkan pemain berjuluk 'Little Magician' alias 'si Tukang Sihir Kecil' ini. 

Saat masih menjadi pemain kesayangan Liverpool selama lima musim, Coutinho mendapat julukan tersebut karena umpan-umpannya yang akurat dan seperti menipu lawan. Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino yang pernah menanganinya di Espanyol menyebut Coutinho sebagai pemain yang seperti punya sihir di kakinya. 

Berbeda dengan eks striker Brasil Careca yang pernah bermain bersama Diego Maradona di Napoli pada era 1980-an. Dia menilai Coutinho tak ubahnya sebagai Zico baru karena umpan ciamik dan kreativitasnya. 

Sayangnya, Barcelona seperti tak mampu memaksimalkan kemampuan Coutinho yang sesungguhnya bisa menenggelamkan Lionel Messi. Sejak direkrut dari Liverpool pada Januari 2018, pemain berusia 26 tak pernah mencapai performa terbaik. 

Duit dari mana untuk membelinya? Klub juga tak mampu membayar gaji dia. PSG tak merencanakan membeli Coutinho

Padahal Barca membelinya dengan harga mahal, yaitu 105 juta poundsterling atau Rp 1,8 triliun. Transfer itu menduduki peringkat ketiga sebagai yang tertinggi setelah Neymar dan Kylian Mbappe. Kedua transfer tertinggi itu dilakukan hanya oleh satu klub, Paris Saint-Germain. 

Ironisnya, harga mahal itu tak sebanding dengan pencapaian Coutinho. Kreativitas dan keajaiban umpan dari seorang Coutinho seperti ditelan angin. Di musim sebelumnya, pemain yang memperkuat Brasil di Copa America ini hanya tampil 54 kali di berbagai kompetisi. Coutinho cuma bisa mencetak 11 gol dan lima assists

Tak hanya gagal tampil impresif, Coutinho juga menjadi sasaran ejekan suporter Barca. Hubungan tak bagus dengan suporter membuat Coutinho ingin segera meninggalkan Nou Camp. Apalagi, suporter memang menghendaki dan mendesak manajemen agar melepas suami dari Aine Coutinho ini. 

Coutinho, di tengah persiapan Brasil berlaga di Copa America, sudah menyatakan ingin mendapatkan klub baru saat memulai kompetisi musim depan. Keinginan pemain yang tekniknya disejajarkan dengan Messi dan Ronaldinho ini tampaknya menjadi perhatian Manchester United, Chelsea dan PSG

Berharap Memboyong Coutinho

Menurut Express, manajer Man United Ole Gunnar Solskjaer berharap bisa memboyong Coutinho. Kehadirannya bisa menjadikan lini depan lebih kreatif. Apalagi bila dia mampu menopang Marcus Rashford yang ditempatkan sebagai ujung tombak tunggal. 

Meski masih berharap bisa mempertahankan pemainnya, namun Barca sudah siap rugi saat melepas Coutinho dengan mematok harga 80 juta poundsterling atau Rp 1,4 triliun. Meski sudah menurunkan harga penawaran, angka itu masih tetap tinggi. 

Meski demikian, Solskjaer akan berusaha mendapatkan pemain itu. Apalagi Chelsea belum mengambil langkah penting untuk perekrutan Coutinho. Sementara, eks klubnya, Liverpool, masih adem-ayem. Padahal, Liverpool mengaku kehilangan Coutinho dan fans menghendaki agar pemain itu dibawa kembali ke Anfield. 

Sebaliknya, PSG diragukan ingin membeli Coutinho karena harganya yang tidak murah. Kecuali bila raksasa Ligue 1 Prancis ini bersedia menukarnya dengan Neymar. Selain mendapatkan Coutinho, PSG masih bisa mengantongi dana transfer Neymar. Persoalannya, petinggi klub memastikan tidak akan menjual Neymar. 

Pandit sepak bola Eropa asal Prancis, Julien Laurens, menyebut kecil peluang PSG membeli Coutinho. Meski juga menjadi pendukung PSG, namun Laurens tak yakin klub itu bakal mendatangkan pemain itu. 

"Duit dari mana untuk membelinya? Klub juga tak mampu membayar gaji dia. PSG tak merencanakan membeli Coutinho. Ini bukan soal kebutuhan pemain di satu posisi tetapi lebih pada soal prioritas," kata Laurens yang juga menjadi jurnalis di berbagai media papan atas di Prancis dan Inggris. []

Berita terkait Philippe Coutinho: