UNTUK INDONESIA
Makna Ucapan Salam Lintas Agama oleh Pejabat Negara
Assalamualaikum. Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan. Salam lintas agama yang diucap pejabat.
Ilustrasi Kebhinnekaan Agama yang ada di Indonesia (grafis: yuporia.com).

Jakarta - Dalam pidato kenegaraan, pejabat negara biasa mengucapkan salam lintas agama untuk menghormati kebhinnekaan yang ada di Indonesia. 

Terdapat beberapa agama yang diakui di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Agama Islam, Kristen, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Umumnya pejabat negara sebelum berpidato atau mengakhirinya akan mengucap Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya, Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan.

Salam memiliki makna yang substansial, esensial dan mendalam bagi umat beragama di Indonesia.

Berikut makna kata di atas:

1. Asalamualaikum

Asalamualaikum adalah salam Islam yang diajarkan kepada pemeluknya. Kalimat ini menjadi doa dan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yang sudah turun temurun dipraktikkan umat muslim. Salam dapat merekatkan persaudaraan di antara umat Islam.

Budayawan Ehma Ainun Nadjib atau Cak Nun pernah mengemukakan, kalimat salam memiliki arti dan makna yang mengikat, umat manusia sebagai pengucap salam berjanji tidak akan memusuhi atau melukai baik dalam perkataan maupun perbuatan kepada seseorang yang diberikan salam.

Menurut KBBI V, Asalamualaikum dapat diartikan keselamatan (kesejahteraan, kedamaian) untukmu (biasanya diucapkan pada awal dan akhir pidato, saat bertemu dengan seseorang, dan sebagainya).

2. Salam Sejahtera bagi Kita Semua (Shalom)

Bagi umat Nasrani, kata Shalom sudah jadi sapaan yang lazim didengar. Kata ini biasanya akan diucapkan sewaktu bertemu dengan orang lain atau berkunjung ke suatu tempat.

Shalom merupakan kata yang berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki arti sejahtera, tidak ada yang hilang, tidak ada perpecahan, kesehatan, dan kelengkapan. 

Di Israel, saat seseorang menyapa atau mengucapkan selamat tinggal, mereka biasanya akan mengatakan Shalom, dengan harapan ‘Semoga kamu dipenuhi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang sempurna’ atau ‘semoga kesehatan, kemakmuran, dan kedamaian pikiran menyertaimu’.

3. Om Swastiastu

Om Swastiastu merupakan salam umat Hindu Bali yang biasanya dikemukakan sebagai salam pembuka, biasa diberikan orang Bali kepada seseorang yang dijumpainya.

Salam ini bermakna mendoakan lawan bicara agar selalu diberkahi kerahayuan, kebahagiaan selama hidupnya. Ucapan salam Om Swastiastu sudah biasa digunakan pejabat negara untuk menyampaikan salam pada awal ataupun untuk mengakhiri acara kenegaraan.

4. Namo Buddhaya

Ini merupakan cara umat Buddha memberikan salam. Namo Buddhaya berasal dari bahasa Sansekerta, dan sudah menjadi pertanda bahwa ajaran Buddha memperkaya toleransi dan pengertian. Namo Buddhaya juga dapat diartikan terpujilah semua Buddha.

Y.M. Uttamo Thera berpendapat, arti Namo Buddhaya adalah 'Terpujilah semua Buddha'. Hal ini adalah merupakan suatu ajakan kita kepada orang lain untuk memuji para Buddha, yang dijadikan sebagai salam Buddhis.

Uttamo adalah salah seorang Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia (STI) yang sangat aktif dalam memberikan ceramah Dhamma pada setiap kesempatan. 

5. Salam Kebajikan

Salam Kebajikan merupakan salam yang ada dalam agama Konghucu, seperti yang terdapat dalam buku keimanan agama Konghucu.

Salam ini dalam bahasa China, sering diucapkan Wei De Dong Tian yang dapat diartikan ‘hanya kebajikan Tuhan berkenan, atau hanya orang yang hidupnya menjalankan Kebajikan saja yang berkenan kepada Tuhan. []

Berita terkait
Menag Fachrul Razi Belum Mendengar Imbauan MUI Jatim
Menteri Agama Fachrul Razi memilih tidak menanggapi surat imbauan MUI Jawa Timur soal pejabat Islam dilarang mengucapkan salam ke agama lain,
Tri Rismaharini Bingung Soal Imbauan MUI Jatim
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bingung jika ingin menjalan surat imbauan MUI Jatim terkait tidak menggunakan salam agama lain.
MUI Jatim Minta Pejabat Tak Ucap Salam Agama Lain
MUI Jawa Timur menerbitkan surat imbauan agar pejabat muslim tidak mengucapkan salam agama lain saat membuka atau sambutan acara resmi.
0
Nadiem Makarim Sebut Guru Honorer Kewenangan Pemda
Jujur saya terkejut bagaikan disambar petir, mendengar Mendikbud Nadiem Makarim bilang guru honorer kewenangan Pemda. Masalahnya bukan di situ.