UNTUK INDONESIA
Lima Jubir Partai Gerindra Pilihan Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah memilih nama-nama jubir untuk partainya.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad bin Sabu (ketiga kiri) saat melakukan kunjungan ke Kementrian Pertahanan Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis 14 November 2019. (foto: Antara/Agus Setiawan).

Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menunjuk lima nama sebagai juru bicara (jubir) Partai Gerindra. Pemilihan ini berdasarkan kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang juru bicara sebuah partai politik, seperti menguasai hukum, politik dan ekonomi.

Berikut kelima juru bicara Partai Gerindra

1. Sufmi Dasco Ahmad

Sufmi Dasco AhmadDirektur Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Tagar/Nuranisa HN)

Sufmi Dasco Ahmad atau biasa disapa dengan sebutan Dasco dipilih Prabowo Subianto menjadi salah satu jubir khusus partai. Dasco juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum). 

Selain itu, di DPR Dasco juga memegang jabatan sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024. Pada periode lalu, 2014-2019, Dasco sempat menduduki kursi Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

2. Sugiono

SugionoJubir Gerindra Sugiono (Foto: Instagram/@sugiono_56).

Sugiono merupakan salah satu nama sosok muda yang berada di sekitar Prabowo Subianto. Sugiono merupakan lulusan Norwich Military Academy, Amerika Serikat. Dia dapat dikatakan anak ideologis Prabowo. Walau tak banyak disoroti media, Sugiono memiliki peran besar dalam Partai Gerindra.

3. Ahmad Muzani

Wakil Ketua MPR yang baru Ahmad MuzaniWakil Ketua MPR yang baru, Ahmad Muzani akui, setiap pejabat yang bertambah juga akan menambah beban keuangan negara. Hari ini, MPR melantik tiga Wakil Ketuanya yang baru, dari PDIP Ahmad Basarah, Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Gilang)

Nama Ahmad Muzani melekat dengan nama Gerindra. Namun, mengawali kariernya, dia tak langsung masuk ke dunia politik. Muzani dikenal sebagai seorang pengusaha dan kerap memimpin banyak perusahaan besar.

Muzani masuk dalam lima nama yang dipilih oleh Prabowo sebagai jubir Partai Gerindra.

4. Ahmad Riza Patria

Ahmad Riza PatriaKetua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, mengklaim dirinya lolos menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Riza merupakan calon legislatif (caleg) untuk daerah pemilihan Jawa Barat III. (Foto : Instagram/@sahabatahmadrizapatria)

Selain menjadi seorang politikus, namanya juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Riza memang sudah aktif dalam organisasi sejak dulu. Dia tercatat pernah menjadi Ketua DPP KNPI periode 1999- 2002 dan periode 2002-2005.

Selain itu nama Riza Patria juga pernah menjadi pengurus DPP GEMA MKGR, Wasekjen KAHMI DKI Jakarta, Wakil Kepala Humas PBSI, Sekjen DPP Persatuan Anak Guru Indonesia, dan beberapa organisasi lainnya. 

Karena rekam jejaknya yang berpengalaman di organisasi, faktor itulah yang menjadikan dirinya dipilih Prabowo untuk menjadi jubir partai.

5. Habiburokhman

Habiburokhman(Foto: Facebook/Habiburokhman).

Berbeda dengan jubir lainnya, Habiburokhman memang terbilang aktif di sosial media. Selain itu, dia juga cukup aktif dalam menyampaikan suatu kritik. 

Habiburokhman memiliki latar belakang pendidikan hukum. Diketahui seorang jubir diutamakan mengetahui dan mendalami bidang politik, hukum, dan ekonomi. []

Berita terkait
Hasrat Prabowo Kembalikan Indonesia Macan Asia
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mendapat anggaran pertahanan Rp 131 triliun. Upaya mengembalikan Indonesia sebagai macan Asia?
Arief Poyuono: Modal Saya Tenaga Cuma Angkat Karung
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan beberapa alasan mengapa dia tidak terpilih menjadi juru bicara khusus partai.
Menhan Prabowo Subianto Meresmikan Patung Soedirman
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan berdirinya patung Panglima Besar Jenderal Soedirman di Sleman.
0
Soal Berita Hasto, Repdem Minta RMOL.id Minta Maaf
Organisasi sayap PDIP, Repdem menyampaikan tuntutan dugaan pemberitaan yang tidak akurat ke Dewan Pers.