UNTUK INDONESIA
Lima Fakta Psikopat Seperti Joker
Joker merupakan karakter psikopat yang tidak segan membuat kekacauan bahkan pembunuhan namun dengan wajah tanpa merasa berdosa. Berikut faktanya,
Jared Leto memerankan Joker dalam Suicide Squad. (foto: screenrant.com)

Jakarta - Psikopat adalah sebuah kepribadian palsu pada diri seseorang saat bertemu dengan orang lain. Dalam film dapat dijumpai dari karakter Joker yang menggunakan topeng penuh kelucuan dalam setiap tindakan kriminalnya.

Film tersebut disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper dan Emma Tillinger Koskoff. Untuk naskah ditulis oleh Todd Phillips dan Scott Silver berdasarkan karakter Joker karya DC Comics.

Jumlah psikopat di New Jersey hampir dua kalinya wilayah Connecticut.

Film ini dibintangi oleh Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck/Joker, Robert De Niro sebagai Murray Franklin, Zazie Beetz sebagai Sophie Dumond, dan Frances Conroy sebagai Penny Fleck, ibu Arthur. 

Joker ditayangkan secara perdana di Festival Film Venesia pada tanggal 31 Agustus 2019 dan ditayangkan di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2019 dan Indonesia dua hari sebelumnya.

Ada beberapa hal yang juga berkaitan dengan psikopat yang jarang diketahui oleh Banyak orang. Berikut Tagar rangkumkan sejumlah fakta tentang psikopat

1. Kebanyakan psikopat berada di Amerika

Menurut peneliti, biasanya para psikopat adalah orang yang menyukai lingkungan yang kental dengan politik. Tidak heran jika psikopat tersebar di beberapa wilayah Amerika. 

Seperti Washington DC, Connecticut, California dan New Jersey. Diketahui wilayah ini merupakan bagian penting dari pergerakan politik di Amerika. 

Jumlah psikopat di New Jersey hampir dua kalinya wilayah Connecticut.

2. Hubungan cinta psikopat mudah hancur

Kisah cinta psikopat bisa berubah menjadi sesuatu yang buruk atau mematikan. Sehingga seorang psikopat tak memiliki kesan serius dalam menjalin hubungan.

Kebanyakan psikopat memandang kekasihnya sebagai sebuah alat. Cinta yang mereka berikan kepada kekasihnya kebanyakan palsu.

3. Anti Tertular Rasa Empati

Kebanyakan orang akan cenderung bersimpati jika melihat orang lain menderita, yang berarti orang tersebut memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama.

Namun, tidak demikian dengan psikopat, biasanya mereka akan merasa kebal atau anti ketika melihat seseorang kesusahan.

4. Banyak Psikopat Menjadi Pebisnis

Kebanyakan pemimpin di perusahaan atau di sebuah bisnis adalah psikopat. Kebanyakan psikopat menjalankan hidupnya selayaknya orang biasa. Mereka juga memiliki keluarga dan pekerjaan. 

Dalam menjalankan bisnis, psikopat cenderung memiliki kharisma yang bagus, sehingga mampu membuat orang lain percaya terhadap produk yang dimiliki atau berinvestasi di perusahaannya. 

Hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang mereka lakukan di tempat kerja. Bos psikopat kerap menghancurkan kepercayaan diri karyawannya sendiri, membuat mereka panik dan tega merusak karier karyawannya.

5. Tidak Paham dengan Hukuman

Sejumlah peneliti menyebut psikopat tidak memproses sebuah hukuman dengan cara yang sama selayaknya yang dilakukan oleh orang normal.

Pada tahun 2015, dilakukan penelitian terhadap tawanan yang melakukan kejahatan seperti memperkosa, membunuh dan penyerangan secara sadis. Kemudian kepala mereka dipasangkan Magnetic resonance imaging (MRI) dan disuruh bermain game.

Dari alat itu diketahui bahwa tidak ditemukannya kelainan pada otak mereka saat menerima hal negatif (hukuman). Seperti tidak adanya gangguan pada saraf. []

Berita terkait
Sinopsis Film Joker, Gelap, Muram dan 'Berbahaya'
Joker merupakan film bergenre psikologi karya sutradara Todd Phillips. Kisah cenderung gelap dan muram dan dinilai dapat memengaruhi psikologi.
Tujuh Kata Bijak Arthur Fleck dalam Film Joker
Joker adalah film cerita seru psikologis Amerika Serikat yang tayang pada 2019. Berikut kata bijak yang bisa dipetik dari Arthur Fleck.
Perbedaan Target Penonton Film Gundala vs Joker
Selain perbedaan karakter baik dan jahat pada keduanya, Film Gundala dan Joker juga memiliki perbedaan pangsa pasar anak-anak dan dewasa.
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden