UNTUK INDONESIA
Libur Panjang, Epidemolog Minta Pemprov Sumbar Kontrol Warga
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta untuk mengontrol mobilitas masyarakat di masa libur panjang akhir Oktober 2020.
Tugu IQRO di Pantai Padang, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Tagar/Rina Akmal)

Padang - Akhir bulan ini merupakan masa libur panjang yang terhitung sejak tanggal 28 hingga 31 Oktober 2020. Waktu libur ini diyakini akan dimanfaatkan masyarakat untuk berliburan, meski masih berada di tengah pandemi corona.

Liburan bisa aman kalau pemerintah dapat mengontrolnya.

Apalagi di Sumatera Barat (Sumbar), tingkat kunjungan wisatawan lokal sudah kembali mulai tinggi. Padahal, angka warga positif corona di Sumbar terus mengalami peningkatan.

Pakar Epidemolog dari Universitas Andalas (Unand) Defriman Jafri mengatakan, Sumbar merupakan salah satu tujuan wisata bagi daerah tetangga seperti Riau, Jambi dan Bengkulu. Menurutnya, pandemi tidak akan menyurutkan niat sejumlah masyarakat daerah tetangga untuk berwisata.

Menghadapi masa liburan, kata Defriman, perlu dilakukan antisipasi penyebaran Covid-19. Pemerintah harus memastikan semua dalam kontrol dan jika tidak, akan berisiko terhadap penularan.

"Liburan bisa aman kalau pemerintah dapat mengontrolnya," katanya.

Dari hasil survei, masyarakat yang tidak percaya Covid-19 mencapai 39 persen. Atas kondisi itu, pemerintah harus dapat mengontrol orang, virusnya, dan lingkungan di daerah untuk mencegah penyebaran.

Meski objek wisata memiliki SOP jelas, mengubah perilaku masyarakat sangat tidak mudah. Hal inilah yang perlu diperhatikan pemerintah, karena sektor pariwisata juga mesti didukung agar tetap berjalan.

"Intervensi pemerintah diperlukan. Kalau dibatasi jumlah orang itu juga bagus, prilaku mengingatkan memakai masker tidak hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi juga bagaimana sesama mengedukasi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, pariwisata salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Saat ini, sudah banyak masyarakat yang juga ingin berwisata karena jenuh di rumah.

Agar aman berwisata tetap mengontrol serta melakukan tes swab di rumah makan, restoran, hotel dan lainnya sebagai bentuk pencegahan Covid-19 dan memberikan kenyamanan kepada wisatawan. "Hotel yang telah menemukan yang positif maka mereka aman, justru yang tidak melakukan tes swab yang bisa menularkan," katanya. []


Berita terkait
Sumbar Raih Penghargaan TPID Terbaik se-Sumatera
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meraih penghargaan TPID terbaik 2020.
Kronologi Kebakaran Tewaskan Nenek di Padang Sumbar
Polsek Lubuk Begalung, Padang belum mengetahui penyebab kebakaran yang menewaskan seorang nenek 90 tahun.
Mahasiswa Jambi Nyambi Edarkan Sabu di Dharmasraya Sumbar
Polres Dharmasraya menangkap seorang mahasiswa asal Jambi yang mengedarkan sabu. Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan warga.
0
Kementan Dorong Pemulihan Pangan di Asean dan Global
Kementan berperan aktif dalam pencapaian ketahanan pangan regional dan global untuk mendorong sektor pertanian menciptakan lapangan pekerjaan.