UNTUK INDONESIA
Lebaran 2019, Traffic Komunikasi Meningkat
Mobilitas warga di Lebaran 2019 meningkatkan layanan data komunikasi berbasis teknologi informasi.
Pelanggan memadati counter Smartfren di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, di masa Ramadan hingga jelang Lebaran 2019. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang – Meningkatnya mobilitas masyarakat di masa Lebaran 2019 berbanding lurus dengan pemanfaatan layanan data komunikasi berbasis teknologi informasi.

Smartfren Telecom, salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air mencatat ada kenaikan traffic komunikasi, khususnya di layanan streaming dan aplikasi sosial media.

"Sudah lumrah, bahwa setiap bulan Ramadan dan Lebaran operator telekomunikasi selalu mengalami kenaikan traffic data. Tidak terkecuali PT Smartfren Telecom Tbk," ungkap Head of Customer Experience and Analytic Smartfren, Sharizan Zaki Pondren kepada Tagar, Jumat 21 Juni 2019.

Sharizan menyebut, kenaikan penggunaan layanan streaming dan aplikasi sosial media ini tidak melebihi kapasitas jaringan yang telah disiapkan sebelumnya.

Jauh sebelum masa libur Lebaran, pihaknya sudah melakukan peningkatan hingga 30 persen dari kapasitas yang biasa disediakan di hari biasa.

"Langkah peningkatan kapasitas ini menjadikan pelanggan Smartfren tetap mendapatkan layanan yang optimal," ujar dia. "Kami bersyukur bahwa sepanjang Ramadan hingga selesainya hari raya Lebaran 2019, Smartfren sukses melayani dan memberikan kelancaran komunikasi bagi setiap pelanggannya," sambung Sharizan.

Peningkatan ini menyesuaikan dengan tren peningkatan traffic komunikasi yang biasa terjadi di masa libur Lebaran

Dikatakan, berdasarkan data yang dimiliki, mobilitas pelanggan Smartfren selama mudik dan hari raya Lebaran paling banyak terjadi di kawasan yang memang menjadi langganan peningkatan arus mudik dan balik. Seperti di Semarang, Medan, Makassar dan Palembang.

Smartfren juga mencatat adanya fenomena baru di Lebaran 2019 kemarin, terjadinya peningkatan arus komunikasi dan data di sepanjang jalan tol Trans Jawa.

Kondisi tersebut juga sudah diprediksi sedari awal mengingat ruas tol Trans Jawa pada Lebaran 2019 sudah terhubung dari barat hingga timur Pulau Jawa.

"Dan kami telah lakukan antisipasi dengan menurunkan 180 mobile base transceiver station (BTS) dan 76 kontainer di sepanjang jalur tersebut. Kami juga melakukan monitoring 24 jam x 7 hari dari NOC di seluruh jalur mudik, lokasi publik dan kota tujuan," tutur dia.

Regional Head Smartfren North Central Java Litoco Gunawan menambahkan upaya antisipasi peningkatan ini tidak lepas dari pengalaman di masa Lebaran sebelumnya.

"Berdasarkan data kami, Ramadan dan Lebaran tahun lalu di sepanjang jalur mudik dan kota singgah maupun tujuan, lalu lintas komunikasi mengalami tren peningkatan. Bukan hanya dari H-3 tapi sejak seminggu menjelang hari raya Idul Fitri. Dan itu terjadi di Lebaran 2019," beber dia.

Karena itu, lanjut Gunawan, khusus di wilayah Jawa Tengah bagian utara telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

"Peningkatan ini menyesuaikan dengan tren peningkatan traffic komunikasi yang biasa terjadi di masa libur Lebaran," ujar dia.

Peningkatan di masa Lebaran 2019 terjadi di jalur yang dilalui pemudik, yakni jalur pantai utara (pantura) dan dan jalur selatan Jawa Tengah. Di jalur pantura, spot antara Tegal –Brebes hingga menuju jalur selatan ada peningkatan data maupun voice cukup signifikan.

"Di jalur pantura lain mulai Semarang hingga perbatasan Jawa Timur seperti Pati dan Rembang, juga naik. Di sepanjang jalur itu, di hari biasa sudah cukup padat dan yang dominan untuk Jawa Tengah bagian utara," tukas dia.

Sepanjang Ramadan hingga Lebaran, Smartfren juga menghadirkan beragam pilihan paket kuota internet mulai dari unlimited hingga kuota super besar. Mulai dari paket Worry Free Super 4G Unlimited hingga pilihan kuota super besar dari paket Super 4G Kuota.

Serta beragam layanan digital mulai dari layanan Super 4G Video bagi para movie lovers, Super 4G Music bagi para penikmat lagu, hingga Super 4G Games, bagi para gamers.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Plesiran ke Eropa, Raffi Ahmad Disebut Corona Man
Presenter Raffi Ahmad mendapatkan perlakuan rasis dengan sebutan Corona Man saat berada di Eropa