Bogor, Jawa Barat, (Tagar 11/1/2019) - Rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik pelaku menghabisi nyawa Andriana Yubelia Noven Cahya.

Pelaku itu seorang laki-laki berkaos warna gelap, awalnya ia berdiri  di ujung gang yang sepi, bersandar ke dinding, terlihat sedang menunggu. 

Melintas seorang remaja laki-laki berseragam putih abu-abu, tampak tidak curiga pada laki-laki yang berdiri itu.

Tak lama kemudian muncul Andriana yang menyadari adanya laki-laki itu, berusaha menghindar ke sisi pinggir arah tembok. 

Baca juga: Andriana, Pacar Misterius dan Gaun Desain Pertama

Laki-laki itu mendekatinya, secara tiba-tiba menusukkan pisau ke dada kiri Andriana, mendorongnya hingga dara berusia 18 tahun itu jatuh. Laki-laki itu kemudian melarikan diri.

Andriana dengan pisau tertancap di dada kiri berada dalam posisi duduk, mencoba berdiri namun detik berikutnya tumbang dalam posisi tertelungkup. Ia terlihat menahan kesakitan.

Tragedi ini terjadi di sebuah gang sempit dan sepi di belakang Masjid Raya Bogor, Selasa (8/1) sekitar pukul 15.55 WIB.

Di lingkungan sekolah, Andriana akrab disapa Noven. Ia dikenal memiliki paras cantik dan berprestasi hingga ia dijadikan model di sekolah. Noven juga bersikap sopan pada para guru.

"Noven di sekolah kita percayakan menjadi  model fashion praktikum," ujar Wali Kelas Busana SMK Baranangsiang, Endang Tri Astuti pada Tagar News, Rabu (9/1).

Endang mengatakan kadang Noven curhat padanya, namun Noven tidak pernah cerita mengenai kemungkinan orang-orang yang memusuhinya. Noven hanya bercerita bahwa ia ingin fokus belajar.

"Ia tidak pernah cerita atau curhat soal punya musuh atau ada yang sirik," katanya.

Ia juga mengatakan beberapa waktu lalu sempat melihat foto Noven dengan seorang pria di akun Instagram, laki-laki dalam foto itu bukan siswa SMK Baranangsiang Bogor.

"Beberapa kali saya lihat postingan-nya di Instagram sama cowok. Saya enggak kenal karena bukan dari sekolah yang sama. Kalau saya tanya Noven, bilangnya teman dekat saja dan ia tidak ingin berpacaran dulu," ucap Endang.  

Keesokan harinya setelah kejadian, sekolah diliburkan, sedangkan teman-teman sekelas Andriana mengantar Andriana ke rumah orangtuanya di Cianjur.

Langkah Noven setiap hari menyusuri gang kecil menuju rumah kos di Jalan Riau RT 002/003 Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. Itu dilakukannya sejak dia keluar dari asrama sekolah saat dia memasuki kelas XI.

"Awalnya dia tinggal di asrama, tapi pas antara 2017 atau 2018 dia keluar dari asrama dan itu atas izin dan sepengetahuan orangtua," ujar guru Bahasa Indonesia Benedicta Sarumaha.

Joko Riyono guru Sejarah dan Seni Budaya mengatakan Andriana siswa yang aktif di kelas, sering bertanya, periang, mau menyapa guru dan teman.

Ia juga mengatakan sangat menyesali kejadian ini. Ia mengimbau kepada semua murid untuk hati-hati saat pergi maupun pulang sekolah. 

"Jangan sampai berjalan sendirian, apalagi ketika melintasi jalan atau lorong yang rawan kejahatan," katanya.

AndrianaAndriana Yubelia Noven Cahya. (Foto: Facebook/Noven Andriana)

Daerah Rawan

Warga di kompleks perumahan Jalan Riau menandai lokasi penikaman Andriana sebagai tempat yang rawan karena banyak tindak kejahatan terjadi.

"Lokasi ini memang agak rawan, selain sepi juga kurang terpantau," kata Rahmat Budiarto, Ketua RT setempat mengutip kantor berita Antara.

Ia mengatakan, gang kecil berjenjang tersebut dibangun oleh Masjid Raya Bogor, menghubungkan Jl Sambu dan Jl Riau. Warga biasa menggunakan jalan tersebut untuk akses ke masjid.

Jl Sambu merupakan akses menuju Terminal Baranangsiang, dan Jl Raya Padjajaran. Sementara itu warga di Jl Riau memanfaatkan gang tersebut selain untuk ke masjid juga untuk ke terminal atau ke Jl Pajajaran.

Menurut Rahmat, kerawanan yang pernah terjadi di gang tersebut seperti sering ada orang yang mabuk yang melintas, dan kejadian pencopetan.

"Makanya kami pasang CCTV menyorot gang ini, dan dimonitor di ruang RW," kata Rahmat.

Kamera CCTV yang sempat merekam aksi penikaman yang dilakukan oleh pria tidak dikenal kepada siswi SMK Khatolik Baranangsiang tersebut telah dipasang sejak setahun yang lalu.

Menurutnya, kamera pemantau tersebut dipasang atas permintaan warga yang khawatir kerawanan yang ada di gang tersebut.

"Karena yang melintas di gang ini selain warga kompleks bisa siapa saja, bebas, karena dekat dengan terminal, dan jalan raya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya siswi SMK Khatolik Baranangsiang, Kota Bogor Andriana Yubelia Noven Cahaya Rejeki (18) tewas setelah ditikam oleh pria tidak dikenal di gang sepi menuju Jl Riau.

Dara berambut lurus tersebut ditikam setelah pulang dari sekolah yang berlokasi dekat Terminal Baranangsiang. Korban sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kosnya yang berada persis di samping gang.

Sri Indrati, warga perumahan Jl Riau menyebutkan, lokasi rumahnya memang tergolong sepi, jarang ada lalu lintas orang maupun kendaraan.

"Karena kebanyakan warga yang tinggal di sini sudah pada sepuh-sepuh, jadi memang jarang lalu lalang orang," katanya.

Khusus di gang tempat kejadian perkara, biasa digunakan oleh warga beraktivitas ke masjid atau siswa yang berangkat maupun pulang sekolah, dan para pekerja.

Menurut dia, 15 tahun silam sempat pernah ada kejadian penikaman yang dialami oleh anak tetangganya oleh orang yang sedang mabuk.

"Karena aksesnya dekat terminal, jadi ada orang-orang yang tidak dikenal sering lewat, makanya kalau malam gang ini digembok gerbangnnya," kata Sri yang juga Ketua RT 02.

Andriana Yubelia ditemukan beberapa menit setelah penikaman dilakukan, warga melihat siswi tersebut tertelungkup bersimbah darah. Awalnya warga mengira korban terjatuh, saat ditolong korban terluka akibat tusukan pisau di dada sebelah kiri.

Menurut saksi mata Abdullah, saat dievakuasi warga, korban masih bernyawa, tetapi sudah kelihatan lemah. Warga membantu evakuasi korban dengan menggunakan mobil bak terbuka, korban diduga meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kini lokasi kejadian telah ditutup aksesnya oleh petugas kepolisian, dan dipasang garis polisi. Warga tidak bisa lagi melintas sampai proses penyelidikan selesai. []