UNTUK INDONESIA
Kuota Internet Rp 9 Triliun, Lima Provider Bersiap
Di Indonesia ada lima provider komunikasi seluler. Dari tujuh indikator,Telkomsel unggul dalam lima indikator.
Guna menjamin kenyamanan pengalaman pelanggan dalam menunjang aktivitas digital di masa pendemi ini, Telkomsel berkomitmen untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh dengan melakukan sejumlah aktivitas seperti pengamanan quality of service (QoS) (Foto: Tagar/Telkomsel).

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk uang kuota internet. Dia menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 triliun sebagai tunjangan pulsa bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang terdampak pandemi virus corona  Covid-19. 

Menurut Nadiem, anggaran tersebut harus diguyurkan demi menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Dalam kaitan itu, belajar jarak jauh dengan menggunakan sistem online atau daring harus didukung infrastruktur internet yang mumpuni. Apabila tidak memadai layanan tersebut maka pembelajaran jarak jauh hanya menjadi kendala dan merepotkan, serta menyulitkan orang tua, murid, mahasiswa, guru dan dosen, karena mungkin saja kecepatan internet lamban atau blank spot di sejumlah titik di daerah tersebut.

Telkomsel masih unggul dalam hal kecepatan pengunduhan atau download dan pengunggahan atau upload dalam jaringan internet 4G LTE.

Di Indonesia, ada lima provider komunikasi seluler, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, dan 3 Tri. Penyedia layanan data internet dan telekomunikasi itu memiliki keunggulannya masing-masing. 

Dirangkum dari berbagai sumber, Telkomsel masih unggul dalam hal kecepatan pengunduhan atau download dan pengunggahan atau upload dalam jaringan internet 4G LTE. 

Setidaknya demikian laporan terbaru dari perusahaan pemetaan cakupan jaringan nirkabel, OpenSignal, untuk periode semester pertama tahun 2018. 

Kecepatan download operator pelat merah tersebut berada di kisaran 12,9 Mbps. Sementara itu, kecepatan upload rata-rata-nya 7,3 Mbps. 

Meski memimpin, kecepatan download rata-rata Telkomsel sejatinya menurun dibandingkan laporan semester kedua 2017 yang mencapai 14,6 Mbps. Bahkan, jika dilihat secara keseluruhan (3G dan 4G), kecepatan download Telkomsel hanya 8,4 Mbps atau kalah dari Smartfren. 

Dalam laporan terbaru, Smartfren menunjukkan pertumbuhan kecepatan internet yang signifikan. Untuk kecepatan download 4G LTE dan gabungan dengan 3G, peningkatannya mencapai 44 persen, yaitu dari 6,8 Mbps menjadi 9,8 Mbps.

Secara keseluruhan, ada tujuh indikator yang ditetapkan OpenSignal pada laporan kinerja operator selular periode awal 2018 ini. 

Telkomsel memenangkan lima indikator, masing-masing adalah operator dengan kecepatan download 4G dan 3G paling baik, kecepatan upload 4G terbaik, serta latensi 3G dan 4G terbaik. 

Dua indikator lainnya dimenangkan Smartfren. Produsen Andromax terebut memiliki kecepatan download gabungan terbaik, dan mengakomodir ketersediaan 4G paling mumpuni. 

Meski begitu, kecepatan upload 4G rata-rata Smartfren paling terbelakang dari semua operator seluler, yaitu hanya 2,7 Mbps. 

Berikut lebih detilnya berdasarkan kecepatan internet 4G masing-masing provider berdasarkan pengukuran OpenSignal.

Download 

  1. Telkomsel (12,9 Mbps) 
  2. Smartfren (9,8 Mbps) 
  3. XL Axiata (8,9 Mbps) 
  4. Indosat Ooredoo (4,8 Mbps) 
  5. Hutchison 3 (4,6 Mbps)

Upload 

  1. Telkomsel (7,3 Mbps) 
  2. XL Axiata (5,1 Mbps) 
  3. Hutchison 3 (3,8 Mbps)
  4.  Indosat Ooredoo (3,2 Mbps) 
  5. Smartfren (2,7 Mbps)

Untuk kecepatan internet keseluruhan (3G dan 4G) dari sektor download, berikut urutannya.

  1. Smartfren (9,8 Mbps) 
  2. Telkomsel (8,4 Mbps) 
  3. XL Axiata (6,1 Mbps) 
  4. Hutchison 3 (3,8 Mbps) 
  5. Indosat Ooredoo (3,2 Mbps)

OpenSignal mengukur pengalaman nyata para pelanggan di jaringan seluler mereka saat melakukan aktivitas sehari-hari. Tak kurang dari tiga miliar pengukuran individu dilakukan setiap hari dari puluhan juta smartphone di seluruh dunia. 

Pengujian dilakukan setiap jam sepanjang hari dalam kondisi normal, termasuk di dalam gedung atau luar ruangan, di area perkotaan atau pedesaan, hingga ke pelosok lainnya. 

Khusus untuk laporan ini, ada 11,7 miliar data yang dikumpulkan dari 1,2 juta pengguna selama periode 1 Februari hingga 1 Mei 2018.[]

Berita terkait
Telkomsel Raih Penghargaan PR Awards di Singapura
Telkomsel meraih penghargaan dalam ajang PR Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Marketing Interactive, di Singapura, 27 Agustus 2020.
Telkomsel Dukung Merdeka Belajar di Bantaeng
Kartu perdana Telkomsel yang berisi paket data 10 GB akan dibagikan kepada pelajar di Kabupaten Bantaeng
Nadiem Makarim Guyur Rp 9 T untuk Pulsa Siswa dan Guru
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 triliun sebagai tunjangan pulsa untuk siswa dan guru.
0
Perhatian! Puncak Bogor Berlakukan Contraflow saat Libur Panjang
Mengantisipasi membludaknya jalur menuju Puncak Bogor, polisi akan menerapkan contraflow saat libur panjang.