UNTUK INDONESIA
Kronologi Temuan Harley Davidson Berujung Pemecatan Dirut Garuda
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kronologi bagaimana DJBC Kementerian Keuangan menemukan onderdil Harley Davidson tipe Shovelhead 1970.
Pengiriman pertama A330-900 neo Garuda Indonesia (Foto: F LANCELOT)

Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara dipecat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Penyebabnya, dia diduga pemilik 15 boks yang berisi onderdil Harley Davidson tipe Shovelhead 1970.

Ari merupakan salah satu nama yang disebutkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat menyebut nama-nama dari 22 penumpang di dalam pesawat Airbus A330-900 milik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

"Di dalam Airbus A330-900 terdapat 22 penumpang. Jadi passenger listnya 22, terdiri dari nama-nama I Gusti Ngurah Askhara," ucap Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Garuda IndonesiaMenteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Kronologi Temuan 

Sri Mulyani pun membeberkan kronologi bagaimana Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menemukan bahwa ada barang ilegal yang diselundupkan di pesawat tersebut.

Saat pemeriksaan, kata dia pesawat yang terbang dari Toulouse, Prancis, Sabtu,16 November 2019 dan mendarat Minggu, 17 November 2019 di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang disebutkan tidak ada kargo alias nol.

Hasil pemeriksaan dari bea cukai terhadap pesawat, pada bagian kabin kokpit dan bagian pesawat juga tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan serta tidak ditemukan barang kargo lainnya.

"Namun, petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan pada lambung pesawat yaitu tempat bagasi penumpang, di sana ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks yang keseluruhannya memiliki claim tax sebagai bagasi penumpang," ucap Sri Mulyani.

Keseluruhan bagasi tersebut kemudian diperiksa petugas Bea dan Cukai. Ternyata pemilik koper tidak meneyerahkan custom declaration dan juga tidak menyampaikan keterangan lisan.

"Jadi, waktu diperiksa mereka tidak menyerahkan deklarasi kartu bea cukai itu dan tidak menyampaikan keterangan lisan bahwa mereka memiliki barang-barang ini," ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap 18 koli kotak tersebut, ternyata ditemukan 15 koli berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi yang terurai dengan claim tax atas nama Satya Adhi Swandono alias SAW yang juga merupakan salah satu nama dari 22 penumpang tersebut.

Sedangkan tiga koli yang sudah dibuka claim tax atas nama Lokadita Sedimesa Brahmana (LS) yang juga penumpang di pesawat. "Itu berisi sepeda merk Brompton kondisinya baru, berserta aksesori sepeda tersebut," tuturnya. 

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menemukan 15 boks yang berisi onderdil Harley Davidson tipe Shovelhead 1970 dan tiga boks sepeda Brompton di dalam pesawat Airbus A330-900 milik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

Pesawat itu terbang dari Toulouse, Prancis, Sabtu,16 November 2019 dan mendarat Minggu, 17 November 2019 di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. []

Berita terkait
Temuan Onderdil Harley Davidson di Garuda Indonesia
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menemukan 15 boks yang berisi onderdil atau spare part moge Harley Davidson di maskapai Garuda Indonesia.
Erick Thohir Pecat Direktur Utama Garuda Indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) atas temuan onderdil Harley Davidson.
Soal Onderdil Harley di Garuda, Menhub Angkat Tangan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kasus temuan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton di Garuda bukan ranah Kemenhub.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.